Investasi Sawit Paling Diminati di Bangka Selatan, Didorong Perkebunan dan Program B50
Asmadi Pandapotan Siregar July 12, 2026 07:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Sektor perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahan sawit menjadi bidang investasi yang paling diminati di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pemerintah daerah mencatat geliat investasi pada sektor tersebut terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari perkebunan sawit.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bangka Selatan, Kartikasari mengatakan, sektor perkebunan dan pabrik kelapa sawit menjadi bidang yang paling banyak menarik minat investor. Kondisi tersebut tidak terlepas dari perubahan pola ekonomi masyarakat yang banyak menggantungkan mata pencaharian dari perkebunan sawit. Selain itu, arah pengembangan energi nasional menjadi faktor pendukung meningkatnya minat investasi di sektor tersebut.

“Sektor yang paling laku atau laris itu sektor perkebunan dan pabrik kelapa sawit. Sekarang salah satu mata pencaharian masyarakat kita lebih ke berkebun sawit, jadi banyak investasi,” kata Kartikasari kepada Bangkapos.com, Minggu (12/7/2026).

Menurut Kartikasari, masuknya investasi sawit juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam pengembangan energi berbasis kelapa sawit. Program pencampuran biodiesel B50 dinilai membuka peluang lebih besar terhadap kebutuhan bahan baku industri sawit ke depan. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan investor untuk melihat sektor perkebunan dan pengolahan sawit sebagai peluang bisnis.

Kebijakan pencampuran biodiesel dengan kandungan minyak sawit tersebut diproyeksikan meningkatkan kebutuhan bahan baku sawit nasional. Dengan adanya peluang pasar yang lebih besar, sektor perkebunan dan industri pengolahan sawit menjadi salah satu bidang yang semakin menarik bagi investor. Pemerintah daerah mencatat sektor sawit menjadi penyumbang terbesar dalam geliat investasi daerah dalam beberapa tahun terakhir.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bangka Selatan, Kartikasari.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bangka Selatan, Kartikasari. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

“Tentunya ini juga selaras dengan pemerintah pusat dengan program B50,” jelas Kartikasari.

Tidak hanya perkebunan, investasi juga bergerak pada pembangunan fasilitas pengolahan yang memberikan nilai tambah terhadap komoditas sawit sebelum dipasarkan. Pemerintah daerah menilai kehadiran industri tersebut dapat memperkuat rantai ekonomi, mulai dari petani hingga sektor usaha pendukung lainnya. DPMPTSP terus melakukan promosi tentang potensi-potensi yang ada di Bangka Selatan kepada investor.

Selain sektor sawit, pemerintah daerah juga terus menawarkan berbagai potensi investasi lain yang masih terbuka untuk dikembangkan. Beberapa sektor yang dinilai memiliki peluang besar yakni perikanan, ketahanan pangan, hingga pengembangan industri hilir berbagai komoditas daerah. Namun, pemerintah daerah mengakui upaya promosi investasi masih menjadi tantangan karena belum maksimal menjangkau investor berskala nasional.

“Kalau Bangka Selatan sebenarnya banyak. Seperti perikanan, ketahanan pangan, itu bisa kita kembangkan,” bebernya.

Dalam menarik investor baru, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu masih mengandalkan promosi melalui media sosial serta komunikasi langsung dengan calon investor. Pemerintah daerah juga siap melakukan pemaparan potensi investasi apabila ada perusahaan yang berminat menanamkan modal di Bangka Selatan. Ke depan, promosi melalui ajang investasi berskala nasional dinilai perlu diperkuat agar potensi daerah lebih dikenal luas.

“Upaya pemerintah daerah kita tetap, tetap by media sosial, potensi-potensi tetap kita jual dan kita juga siap melakukan paparan apabila ada calon investor yang mau berinvestasi di Bangka Selatan,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.