Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sungai Ciliwung yang kini dicemari oleh sampah disulap menjadi tempat bermain yang seru sekaligus menjadi wahana edukasi.
Hal itu dilakukan oleh sekelompok pemuda yang tergabung dalam Komunitas Domba Tubing di wilayah Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
Mereka menyulap bantaran Sungai Ciliwung yang berada di wilayah tempat tinggalnya menjadi tempat wisata alternatif baru yang ramah di kantong.
Kini, area tersebut selalu ramai oleh pengunjung baik anak-anak yang ingin bermain di sungai maupun orang tua yang ingin piknik di pinggiran sungai.
Ketua Komunitas Domba Tubing, Budi Sugiono menekankan bahwa fokus utama yang dilakukan oleh kelompoknya adalah merawat sungai.
Setiap harinya mereka memungut sampah-sampah yang ada di aliran maupun pinggiran sungai.
Bahkan, nama Domba Tubing diambil karena anggotanya dahulu merupakan pekerja peternakan yang mencari pakan di area tersebut.
"Ketika saya edukasi untuk cari pakan yang beracun atau tidak, setelah itu kita istirahat biasanya di pinggir kali, saya lihat semakin lama, mirip sekali kan Sungai Ciliwung itu seperti pembuangan sampah yang sangat besar," ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Karena resah melihat tempat istirahatnya dipenuhi sampah, pria yang karib disapa Budi Zonk itupun menginisiasi untuk melakukan aksi bersih-bersih.
Aksi bersih-bersih itupun menjadi kegiatan rutin meskipun untuk membeli perlatan hingga pengangkutan sampah menggunakan uang pribadi secara patungan.
Setelah kurang lebih empat bulan belakangan Komunitas Domba Tubing berdiri, dampak positif dari aksi nyata merawat lingkungannya dapat dinikmati oleh masyarakat.
Budi Zonk menyebut, pengunjung datang dengan sendirinya tanpa diundang untuk menikmati hasilnya.
Menurutnya, area tersebut yang saat ini menjadi tempat wisata merupakan bonus dari kegiatan rutin yang dilakukan selama ini dari Komunitas Domba Tubing.
"Sebetulnya kegiatan kita bukan wisata, harus digaris bawahi, karena ini alhamdulillah masyarakat tertarik ketika sudah bersih, seperti wisata kan," katanya.
Selaras dengan tujuan utamanya menjaga lingkungan, pengunjung yang datang ke tempat tersebut tidak dipungut biaya sepeserpun.
Dengan banyaknya pengunjung yang datang, justru menjadi sarana edukasi bagi komunitaa tersebut untuk mengkampanyekan merawat Sungai Ciliwung.
Selain bebas bermain dan beraktivitas, pengunjung juga akan diajak untuk memungut sampah yang ada di area tersebut.
"Karena dasarnya dari hati membersihkan sungai, makanya silahkan datang. Mungkin dari masyarakat yang datang ke sini bisa teredukasi. Makanya di situ udah lah, buat aja edukasi wisata. Makanya kita tidak pernah mengutu biaya," katanya.
Di samping itu, dampak positif lainnya dari adanya wisata edukasi ini yaitu bergeraknya perekonomian masyarakat.
Pasalnya, masyarakat bisa menjajakan dagangannya kepada pengunjung yang setiap harinya selalu ramai.
"Mungkin secara langsung masyarakat bisa merasakan dari lingkungan yang bersih, mereka bisa langsung berjualan, langsung bisa menikmati hasilnya kan, hasil kegiatan komunitas Domba tubingi ini," katanya.
Lebih lanjut, ia pun berharap ke depan masyarakat menjadi lebih sadar terhadap lingkungan dan tidak buang sampah sembarangan terutama ke sungai.
Budi Zonk menilai, akan banyak dampak positif yang akan dirasakan oleh masyarakat apabila lebih peduli terhadap lingkungan.
"Tidak menutup kemungkinan di seluruh sungai, dimanapun berada ketika warga masyarakat yang peduli dengan kemungkinan, bisa seperti ini," katanya.