Mantan gelandang Arsenal dan Manchester City, Samir Nasri, dilaporkan telah menghabiskan sekitar 10 jam dalam tahanan polisi Prancis sebagai bagian dari penyelidikan yudisial besar terkait dugaan pencucian uang terorganisir. Menurut laporan dari Prancis, pria berusia 39 tahun yang kini menjadi analis sepak bola itu diperiksa oleh penyidik keuangan di Paris karena diduga memiliki hubungan dengan jaringan yang terkait dengan perdagangan narkoba internasional.
Menurut laporan dari Le Parisien, Nasri ditahan di markas besar kepolisian yudisial Paris pada hari Kamis. Ia diinterogasi oleh Brigade Penelitian dan Investigasi Keuangan (BRIF) terkait penyelidikan yang sedang berlangsung mengenai perdagangan narkoba, konspirasi kriminal, dan pencucian uang terorganisir yang terkait dengan impor narkoba. Kasus besar ini terutama berfokus pada dua tokoh utama: bandar narkoba asal Marseille yang saat ini dipenjara, Karim Berrebouh, serta salah satu pelaku utama pencucian uang dalam jaringannya, Olivier Sabbah.
Keterlibatan Nasri dalam aspek pencucian uang terorganisir dalam kasus ini muncul dari perannya sebagai manajer sekaligus pemegang saham di klub malam bernama "XS" yang berlokasi di Ivry-sur-Seine, dan ia bergabung sekitar tahun 2016. Pihak berwenang sedang menyelidiki apakah tempat hiburan tersebut digunakan untuk menyamarkan dana ilegal yang berasal dari jaringan kriminal milik Berrebouh. Pemeriksaan panjang di Paris ini terjadi setelah Nasri sebelumnya juga sempat ditahan di Marseille pada akhir Juni lalu.
Selain penyelidikan kriminal, analis sepak bola di Canal+ itu juga menghadapi pengawasan ketat dari otoritas pajak Prancis terkait tempat tinggal sebenarnya. Meskipun secara resmi terdaftar sebagai penduduk pajak di Dubai—yang tidak memberlakukan pajak penghasilan—pejabat pajak mencurigai bahwa mantan pemain Marseille itu diam-diam tinggal di Paris untuk menghindari kewajiban pajak. Statusnya sebagai penduduk di wilayah bebas pajak mulai dipertanyakan setelah laporan dari Les Echos pada bulan April, di mana otoritas pajak berhasil melacak aktivitasnya melalui lebih dari 200 pesanan makanan yang dilakukan lewat aplikasi Deliveroo.
Walaupun Nasri telah dibebaskan pada Kamis malam tanpa adanya dakwaan resmi sejauh ini, masalah hukumnya belum berakhir. Mantan bintang Liga Primer Inggris tersebut masih berpotensi dipanggil kembali untuk menghadapi dakwaan resmi seiring berjalannya proses penyelidikan. Kasus ini juga berpotensi mengancam kariernya sebagai komentator televisi ternama di Prancis apabila bukti tambahan muncul di kemudian hari.