SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Fenomena fatherless atau minimnya kehadiran sosok ayah dalam pengasuhan anak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah Lamongan karena dinilai berisiko mengancam masa depan pembentukan karakter generasi muda.
Ajakan untuk mengubah kondisi itu disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Minggu (12/7/2026), menyusul ramainya gerakan ayah mengambil rapor anak di sejumlah sekolah.
Menurutnya, keterlibatan aktif seorang kepala keluarga dalam tumbuh kembang buah hati mereka saat ini masih tergolong sangat rendah.
Salah satu langkah yang didorong adalah gerakan mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah sebagai upaya memperkuat pembentukan karakter dan kedekatan emosional dalam keluarga.
"Sekarang ada fenomena fatherless. Rata-rata baru 25 persen anak-anak yang merasakan kehadiran ayah. Karena itu diperlukan penguatan peran ayah di rumah sebagai teladan dalam pembentukan karakter anak," ujarnya.
Baca juga: Kodim 0812 Lamongan Mulai Pengerjaan Fisik Pra TMMD ke-129 di Desa Telemang
Tindakan sederhana seperti meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk dinilai memiliki dampak besar terhadap psikologis mereka.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menilai, mengantar anak ke sekolah pada hari pertama merupakan tindakan sederhana, namun memiliki dampak besar terhadap perkembangan psikologis anak.
Menurutnya, momen kebersamaan tersebut dapat menjadi kenangan positif yang akan terus diingat anak sekaligus mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak.
Momen kebersamaan itu diyakini bisa menjadi memori positif jangka panjang sekaligus mempererat ikatan batin.
"Gerakan mengantar anak sekolah di hari pertama ini diharapkan semakin menguatkan peran ayah di memori anak-anak kita," katanya.
Baca juga: MPP Lamongan Evaluasi Pelayanan Publik setelah Keluhan Anggota DPRD
Selain memperkuat ketahanan internal keluarga, Pemkab Lamongan juga fokus mendongkrak kualitas sumber daya manusia lewat budaya membaca.
Keseriusan itu dibuktikan dengan memasukkan indeks literasi daerah ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Pengembangan sumber daya manusia kami masukkan dalam indeks literasi daerah di RPJMD. Ini menandakan bahwa penguatan literasi menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lamongan," jelasnya.
Kebijakan strategis itu pun diklaim mulai membuahkan hasil positif pada capaian makro daerah.
"Alhamdulillah, Indeks Pembangunan Manusia terus meningkat setiap tahun. Salah satu pendukungnya adalah penguatan literasi kepada masyarakat," tutur Yuhronur.