Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Operasional Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang semula dijadwalkan dimulai pada Senin (13/7/2026) resmi diundur.
Penundaan tersebut menyusul arahan dari Pemerintah Pusat yang menetapkan pembukaan operasional Sekolah Rakyat secara serentak pada 31 Juli 2026.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk seluruh jenjang Sekolah Rakyat, mulai SD, SMP, hingga SMA, juga ikut mengalami penundaan.
Baca juga: MPLS 2026 di Solo, Orang Tua Siswa Lega Tak Ada Tugas dan Atribut Aneh-Aneh dari Sekolah
"Belum (MPLS), kami diminta mengundurkan sampai tanggal 31 Juli 2026," kata Yunia, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, perubahan jadwal tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat agar pelaksanaan operasional Sekolah Rakyat di seluruh daerah dilakukan secara bersamaan.
Meski jadwal pembukaan diundur, proses pemenuhan kuota peserta didik tetap berjalan.
Yunia menyebut kuota peserta didik jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi. Sementara itu, untuk jenjang SD masih terus dilakukan penambahan peserta.
"Kuota sudah terpenuhi untuk SMP dan SMA. SD masih kurang, tetapi sudah ada kemajuan. Saat ini sudah ada 37 siswa SD yang terdaftar," paparnya.
Baca juga: Rekrutmen Belum Rampung, Sekolah Rakyat Sukoharjo Bakal Pakai Guru dari Sekolah Rakyat Rintisan Solo
Sebelumnya, hingga akhir Juni 2026, jumlah calon peserta didik Sekolah Rakyat jenjang SD yang terdata baru mencapai 34 anak atau masih jauh dari target 90 siswa.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Dinas Sosial masih terus melakukan penjangkauan terhadap calon peserta didik agar kuota di seluruh jenjang pendidikan dapat terpenuhi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan masing-masing 90 peserta didik untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Jumlah tersebut akan dibagi ke dalam tiga rombongan belajar (rombel), dengan masing-masing rombel berisi 30 siswa.
Dengan penyesuaian jadwal ini, seluruh persiapan operasional Sekolah Rakyat di Sukoharjo akan mengikuti jadwal nasional, sehingga kegiatan MPLS maupun proses belajar mengajar dapat dimulai secara serentak pada 31 Juli 2026.
(*)