Menpora Hadiri FIP Bronze, Galih Dimuntur Tegaskan Misi Besar PBPI Menuju Olimpiade 2032
Hasiolan Eko P Gultom July 12, 2026 11:35 PM

Menpora Hadiri FIP Bronze, Galih Dimuntur Tegaskan Misi Besar PBPI Menuju Olimpiade 2032

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI), Galih Dimuntur Kartasasmita, menyatakan komitmennya mempercepat pembinaan atlet usia muda sebagai fondasi utama untuk membawa Indonesia menjadi kekuatan baru padel dunia.

Komitmen tersebut ditegaskan usai penutupan Turnamen FIP Bronze Jakarta 2026 di Rana Grounds, Mampang, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Penutupan turnamen internasional itu turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Andri Yansyah, serta perwakilan KONI Pusat Tubagus Ade Lukman.

Kehadiran para pemangku kepentingan olahraga nasional menjadi sinyal kuat terhadap besarnya dukungan bagi perkembangan padel di Indonesia.

FIP Bronze Jakarta 2026 diikuti sekitar 190 atlet dari 31 negara dan menjadi salah satu turnamen padel terbesar yang pernah digelar di Indonesia.

Ajang ini sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan PBPI dalam membangun sistem pembinaan atlet sejak usia dini.

Galih mengungkapkan, penyelenggaraan FIP Promises yang mempertandingkan kelompok usia U-12, U-14, U-16, hingga U-18 menjadi momen istimewa bagi PBPI karena menjadi wadah untuk memantau bibit-bibit terbaik Indonesia menuju level internasional.

"Hari ini sangat spesial bagi PBPI. Kami akhirnya bisa menggelar FIP Promises yang memang diperuntukkan bagi atlet usia muda. Dari sinilah kami mulai melihat calon-calon pemain yang akan dipersiapkan menuju Youth Asia Cup dan berbagai kejuaraan internasional lainnya," ujar Galih.

Menurutnya, perkembangan padel nasional dalam beberapa tahun terakhir berlangsung sangat cepat.

Selain meningkatnya jumlah atlet muda, berbagai akademi padel juga mulai bermunculan di sejumlah daerah sehingga memperkuat jalur pembinaan secara berjenjang.

PBPI pun terus memperluas kalender kompetisi internasional. Setelah Jakarta, Indonesia akan kembali menggelar FIP Bronze di Bali pada Agustus mendatang, sebelum menjadi tuan rumah Youth Asia Cup pada November 2026 di Jakarta.

Galih menjelaskan, PBPI kini telah menerapkan sistem pembinaan yang lebih objektif melalui seleksi nasional berbasis peringkat. 

Atlet yang dipanggil ke pelatnas tidak hanya dinilai dari satu turnamen, tetapi berdasarkan akumulasi poin dari berbagai kompetisi resmi.

"Juara di satu turnamen memang mendapatkan poin besar, tetapi yang kami pilih adalah pemain yang benar-benar siap berdasarkan sistem ranking, seleknas, hingga pelatnas. Prosesnya transparan dan objektif," katanya.

PBPI juga tengah mempersiapkan atlet menghadapi berbagai agenda internasional, termasuk Asian Games yang menggunakan nomor pasangan. Sementara untuk kejuaraan beregu seperti Youth Promises, Indonesia membutuhkan kedalaman skuad yang lebih kuat.

Galih mengaku optimistis melihat perkembangan kualitas atlet muda Indonesia yang dinilainya meningkat pesat dalam waktu singkat.

"Saya benar-benar terkejut dengan perkembangan mereka. Memang di beberapa kategori kami belum mampu mengalahkan pemain-pemain terbaik dunia, tetapi kemajuannya luar biasa. Khusus kelompok U-12 dan U-14, mereka sudah memainkan padel dengan teknik yang sangat baik. Ini membuat kami semakin optimistis terhadap masa depan padel Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan, apresiasi juga datang dari sejumlah tamu internasional, termasuk pengurus federasi padel Thailand dan Direktur Pengembangan Junior Federasi Padel Internasional (FIP) asal Spanyol yang hadir langsung menyaksikan pertandingan.

"Mereka mengaku terkejut melihat antusiasme padel di Indonesia. Selama ini mereka hanya melihat dari media sosial, tetapi setelah datang langsung mereka melihat perkembangan padel Indonesia memang nyata," terang Galih.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem olahraga, PBPI juga akan meluncurkan Liga Pro Padel Indonesia pada bulan depan. Liga profesional pertama di kawasan ASEAN itu diharapkan menjadi jenjang karier bagi atlet-atlet muda setelah melewati tahap pembinaan.

Lebih jauh, Galih menegaskan target jangka panjang PBPI adalah membawa Indonesia bersaing di level tertinggi hingga Olimpiade 2032.

Menurutnya, fokus pembinaan sejak usia dini menjadi kunci agar Indonesia memiliki atlet yang matang ketika padel diproyeksikan tampil sebagai cabang olahraga Olimpiade.

"Kalau target jangka panjang, tentu kami ingin lolos ke Olimpiade 2032. Karena itu kami harus mempersiapkan atlet sejak sekarang. Anak-anak yang saat ini berusia 14 hingga 18 tahun akan berada pada usia emas ketika Olimpiade berlangsung. Kami tidak boleh terlambat mempersiapkan mereka," pungkas Galih.

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.