Senegal Pecat Pelatih Kepala Pape Thiaw Setelah Kampanye Mengecewakan di Piala Dunia 2026
Agus Firmansyah July 13, 2026 07:41 AM

Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) secara resmi berpisah dengan pelatih kepala Pape Thiaw setelah tim nasional mereka tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Meskipun datang dengan ekspektasi tinggi, Singa Teranga gagal memenuhi harapan sebagai salah satu kekuatan utama Afrika di panggung dunia.

Kegagalan di Piala Dunia menjadi alasan pemecatan

FSF merilis pernyataan resmi yang menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut: "Setelah evaluasi menyeluruh terhadap hasil dan prospek olahraga tim nasional, Komite Eksekutif menganggap perlu untuk memulai prosedur ini demi kepentingan terbaik sepak bola Senegal." Federasi juga mengonfirmasi bahwa presiden Abdoulaye Fall akan mengadakan konferensi pers pada hari Senin untuk menjelaskan lebih lanjut tentang "alasan di balik keputusan ini" serta "membahas masa depan" tim nasional.

Keruntuhan di akhir laga melawan Belgia menentukan nasib Thiaw

Momen yang menjadi titik balik bagi Thiaw terjadi dalam laga dramatis babak 32 besar melawan Belgia. Senegal sempat unggul nyaman 2-0 hingga menit ke-86 dan tampak melaju ke babak berikutnya. Namun, pertahanan mereka ambruk di menit-menit akhir waktu normal, kebobolan dua gol sebelum akhirnya kalah melalui penalti di perpanjangan waktu.

Secara keseluruhan, turnamen ini menjadi pengalaman yang mengecewakan bagi tim asal Afrika Barat tersebut, yang hanya lolos ke babak gugur dengan susah payah. Setelah menelan kekalahan dari Prancis dan Norwegia di fase grup, Senegal hanya berhasil melaju sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik berkat kemenangan besar 5-0 atas Irak. Kurangnya konsistensi sepanjang turnamen akhirnya membuat FSF mengambil langkah tegas.

Masa jabatan yang dipenuhi kontroversi

Masa kepemimpinan Thiaw tidak lepas dari berbagai kontroversi, terutama saat Piala Afrika pada bulan Januari. Meskipun Senegal awalnya merayakan kemenangan di final, Thiaw memicu perdebatan ketika memerintahkan para pemainnya meninggalkan lapangan setelah Maroko mendapat penalti di waktu tambahan, yang kemudian gagal dieksekusi oleh Brahim Diaz. Penundaan selama 17 menit tersebut mencoreng turnamen, dan meskipun Pape Gueye akhirnya mencetak gol kemenangan di perpanjangan waktu, hasil pertandingan kemudian dibatalkan oleh komite banding dua bulan setelahnya, yang memberikan kemenangan kepada Maroko.

Insiden tersebut, beserta proses hukum yang menyusul terkait hasil final Piala Afrika, menimbulkan ketidakstabilan di dalam tubuh tim nasional. Ketegangan semakin terlihat ketika Gueye mengumumkan, setelah Senegal tersingkir dari Piala Dunia, bahwa ia akan "beristirahat sejenak" dari membela negaranya selama manajemen saat ini masih bertugas.

Ketegangan internal dan sengketa kontrak

Selain hasil di lapangan, hubungan antara Thiaw dan FSF juga dilaporkan memburuk selama beberapa bulan terakhir. Pada bulan Mei, muncul rumor bahwa sang pelatih menolak naik pesawat menuju Amerika Serikat untuk persiapan Piala Dunia karena kontraknya dikabarkan telah berakhir pada Februari. Saat itu, FSF terpaksa mengeluarkan pernyataan resmi untuk "secara tegas" membantah laporan tersebut, namun spekulasi mengenai masa depan jangka panjang Thiaw tidak pernah benar-benar hilang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.