melalui metode pengayaan yang sukses di Takalar tersebut, bibit tidak langsung ditanam, melainkan diberikan perlakuan nutrisi secara terukur agar jaringan selnya kembali prima.

Makassar (ANTARA) - Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan pendampingan dan edukasi kepada nelayan di Bulukumba, Sulsel tentang pengayaan bibit rumput laut, untuk mendapatkan bibit unggul yang memiliki daya tahan tinggi dan mutu yang stabil.

Dosen Program Studi Budidaya Perairan FIKP Unhas Dr Badraeni MP dalam keterangannya di Makassar, Senin, mengatakan siklus penggunaan bibit dari hasil sisa panen lama merupakan penyebab utama anjloknya kualitas dan rentannya rumput laut terhadap penyakit.

"Fokus utama kita adalah teknik pengayaan rumput laut dengan tidak mendaur ulang hasil panen. Inovasi pengayaan bibit ini sebelumnya sudah berhasil kita uji coba secara langsung di Kabupaten Takalar dan terbukti secara signifikan mampu memulihkan kualitas rumput laut," ungkap Badraeni.

Ia menjelaskan, melalui metode pengayaan yang sukses di Takalar tersebut, bibit tidak langsung ditanam, melainkan diberikan perlakuan nutrisi secara terukur agar jaringan selnya kembali prima.

Pendekatan itu memastikan bibit menyerap unsur hara maksimal sebelum diturunkan ke perairan laut, sehingga hasil panen kelak jauh lebih optimal, padat, dan bernilai ekonomis tinggi. Pembudidaya di Bulukumba sangat didorong untuk mengadopsi standar pengayaan tersebut demi menyelamatkan produktivitas mereka.

Badraeni juga menyinggung komoditas alternatif pesisir yang memiliki prospek menjanjikan, yakni selada laut atau Ulva.

Meski saat ini belum menjadi fokus utama, Ulva mulai diperkenalkan sebagai potensi besar perikanan masa depan karena siklus panennya yang jauh lebih cepat dan tingginya permintaan dari sektor industri skala besar.