POS-KUPANG.COM, KUPANG - KABUPATEN Sumba Timur menjadi lokasi pencetakan sawah baru oleh Pemerintah Pusat. Adapun alokasi cetak sawah baru seluas 937,87 hektare (ha), dengan anggaran Rp32 miliar.
Program cetak sawah baru ini dengan sasaran Kecamatan Wulla Waijelu, tersebar di enam desa. Rinciannya, Desa Hadakamali 590,68 ha, Desa Laijanji 7,38 ha, Desa Latena 21,69 ha, Desa Lumbu Manggit 213,57 ha, Desa Paranda 34,23 ha dan Desa Wulla 70,33 ha.
Pemda Sumba Timur mengawali program tersebut dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kecamatan Wulla Waijelu pada Rabu (8/7/2026).
Membaca data target beserta anggaran cetak sawah baru, membuat kita terkesima. Kita senang karena teralokasi sangat besar. Dapat dimaknai bahwa pemerintah memberi perhatian lebih kepada Nusa Tenggara Timur, khususnya lagi Sumba Timur.
Target sawah baru ini bukan angka bombastis. Kita meyakini, merupakan data riil yang didapat melalui proses studi dan survei akurat, serta indentifikasi potensi lahan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Cetak sawah baru merupakan Program Prioritas Nasional (PPN). Salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto. Program ini dilaksanakan Kementerian Pertanian melalui Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian di wilayah kerja Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas II Mataram.
Program cetak sawah baru bertujuan memperluas lahan sawah. Selain itu, meningkatkan produktivitas pertanian dan mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
Cetak sawah baru merupakan langkah strategis dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
Kita mengapresiasi program tersebut. Apalagi Sumba Timur, NTT ikut kebagian alokasi cetak sawah baru. Karena memiliki tujuan mulia sehingga kita patut mendukung dan menyukseskannya.
Sangat dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak di Sumba Timur. Aparat desa, kelompok tani, maupun masyarakat harus ambil bagian. Petani sebagai penerima manfaat haru pro aktif menyukseskan. Jangan menjadi penonton.
Pemerintah beserta para pemangku kepentingan program ini, hendaknya terus menerus mengedukasi masyarakat Wulla Waijelu agar memahami, menerima dan melaksanakan program cetak sawah baru.
Sosialisasi harus menjangkau semua lapisan masyarakat, sehingga ada kesepahaman tentang program dimaksud. Masyarakat memang harus disiapkan.
Identifikasi lahan potensial untul lokasi pencetakan sawah baru wajib dilaksanakan. Lahan rawa-rawa, lahan suboptimal yang belum tergarap, menjadi pilihan utama untuk memenuhi target cetak sawah baru.
Hal yang harus dipikirkan juga adalah akses irigasi ke lahan sawah baru untuk mendukung produktivitas optimal. Sungguh ironi jika cetak sawah baru tapi tidak ada irigasi.
Kita menyadari bahwa saat ini lahan pertanian berkurang. Produktif terus menyusut. Sementara kebutuhan pangan meningkat. Oleh karena itu, program cetak sawah baru adalah solusi tepat. Semoga! (*)