UIN Saizu Borong 13 Medali di SeIBa International Festival 2026, Raih 2 Platinum Internasional
abduh imanulhaq July 13, 2026 09:55 AM

TRIBUNJATENG.COM, PADANG- Kontingen Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menorehkan prestasi membanggakan pada ajang SeIBa International Festival (SIF) IV Tahun 2026.

Mahasiswa UIN Saizu Purwokerto berhasil membawa pulang 13 medali dari berbagai cabang kompetisi.

Dari 13 medali tersebut, dua diantaranya merupakan Medali Platinum yang diraih pada kategori Tari Tradisional dan Pencak Silat Seni Tunggal IPSI Putri.

Penghargaan tersebut diumumkan dan diserahkan pada Closing Ceremony SeIBa International Festival 2026 di Aula Gedung J UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, Sabtu (11/7/2026).

Penghargaan internasional tersebut diserahkan oleh jajaran pimpinan UIN Imam Bonjol Padang kepada Ketua Kontingen UIN Saizu Purwokerto, Dr. Alief Budiyono.

Prosesi penyerahan penghargaan turut disaksikan Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Martin Kustati, para pimpinan perguruan tinggi peserta, dosen pendamping, serta ratusan delegasi dari Indonesia dan mancanegara.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan sekaligus menegaskan kemampuan mahasiswa UIN Saizu dalam bersaing pada forum internasional yang memadukan kompetisi akademik, seni, budaya, olahraga, dan karya ilmiah.

Dua Medali Platinum yang diraih UIN Saizu berasal dari cabang Tari Tradisional dan Pencak Silat Seni Tunggal IPSI Putri.

Pada cabang Tari Tradisional, kontingen UIN Saizu Purwokerto memukau dewan juri melalui penampilan Tari Andhira, karya Koreografer Adven Andrianto dan Komposer Agung Widanta, yang mengangkat kisah kepahlawanan Nyi Ageng Serang.

Koreografi yang memadukan unsur budaya Jawa, ketepatan gerak, ekspresi artistik, serta pesan perjuangan perempuan Indonesia mendapat apresiasi tinggi.

Tim Tari Tradisional UIN Saizu Purwokerto terdiri dari Anggi Fatika Rosidi dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Giyan Aribah dari Program Studi Perbankan Syariah, Dea Pingky Puspita dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Amalia Nurul Fajriyah dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dan Nasya Suci Putri Febriyanti dari Program Studi Informatika.

Kelima mahasiswa Tari Tradisional tersebut merupakan mahasiswa binaan Dr. Warto di UKM Karawitan Setya Laras UIN Saizu Purwokerto, unit kegiatan mahasiswa yang selama ini aktif melestarikan seni dan budaya Jawa di lingkungan kampus.

Sementara itu, mereka juga mendapat bimbingan langsung dari seorang pelatih, koreografer, dan pendidik seni tari profesional, Anggita Laras Pratama.

Sementara itu, pada cabang pencak silat putri, atlet UIN Saizu Purwokerto bernama Salwa Dinda Oktafiani dari Program Studi Tadris Matematika mewakili UIN Saizu berhasil menunjukkan kemampuan terbaik dalam kategori Seni Tunggal IPSI.

Ini menguji ketepatan teknik, keluwesan gerakan, penguasaan jurus baku, penggunaan senjata tradisional berupa golok dan toya, hingga penghayatan selama penampilan.

Dalam kategori ini, penilaian tidak hanya berfokus pada estetika gerakan, tetapi juga mencakup akurasi teknik, ketepatan urutan jurus, penguasaan senjata, serta kesesuaian dengan regulasi resmi IPSI.

Salwa Dinda Oktafiani mendapat bimbingan dari Adi Manuntun Pratama yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang bertugas sebagai official sekaligus pelatih.

Keberhasilan tersebut memperlihatkan kualitas pembinaan mahasiswa UIN Saizu dalam bidang seni pertunjukan dan olahraga tradisional yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Selain dua medali platinum, Kontingen UIN Saizu Purwokerto juga meraih tiga Medali Gold pada sejumlah cabang kompetisi.

Penghargaan Medali Emas berhasil diraih pada kategori Pop Solo oleh Sasi Amalia Salsabila dari Program Studi Informatika.

Kemudian kategori Prosiding mendapat Gold Award as Best Presenter. Tim terdiri atas Nandia Putri Agustin dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Yumna Alya Salsabila dari Program Studi Hukum Tata Negara, serta Elsa Yuliana dari Program Studi Ekonomi Syariah.

Sedangkan kategori Poster, Medali Emas diraih Devanu Zovika Praditama, Mahasiswa Hukum Tata Negara.

Raihan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa UIN Saizu Purwokerto tidak hanya di bidang seni pertunjukan, tetapi juga dalam kompetisi akademik dan publikasi ilmiah yang menjadi bagian penting dari SeIBa International Festival.

Prestasi kontingen UIN Saizu semakin lengkap dengan raihan delapan Medali Silver dari berbagai cabang lomba.

Kategori yang berhasil meraih medali perak meliputi: cabang lomba Puisi oleh Lulu Afita Adiniah, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, cabang lomba Monolog oleh Muhammad Fadlan Mubarok, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah sebagai aktor.

Dia berkolaborasi dengan Utiya Rahma Shoumi (Program Studi Tadris Bahasa Inggris) sebagai sutradara sekaligus penanggung jawab musik dan penataan panggung, serta Erlinda Dwi Anjani (Program Studi Perbankan Syariah) sebagai pimpinan produksi yang menangani pencahayaan, tata rias, dan kostum.

Medali Silver juga ditorehkan Tari Kontemporer "Rahsa Serayu" yang dibawakan lima mahasiswa UIN Saizu dari berbagai program studi, yaitu Melanny Dwi Hardiyanti, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Anindya Ayusha Ramadhani, Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Nandica Devi Ramadhani, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Kemudian Lutfia Safitri Attarani, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Cunita Pujiya Restari, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Tim mahasiswa mendapatkan arahan dan pendampingan dari Dosen Seni, Dr. Fajry Subhaan Syah Sinaga.

Pada cabang lain, Film Pendek "Sajadah di Atas Polusi" mendapat Medali Silver.

Tim terdiri dari Kharisma Hendi Mahardika bertindak sebagai sutradara, Abid Zidan dan Imam Bukhori sebagai pemeran serta Anas Syahrul Fatah bertanggung jawab sebagai perekam suara.

Mereka merupakan mahasiswa Program Studi Informatika.

Kemudian pada cabang lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), Medali Silver dipersembahkan oleh Fadil Arifianto, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah. Cabang lomba Musabaqah Syarhil Qur'an (MSQ), Medali Silver diraih Zacky Ferdianto dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Arya Ade Permana dari Program Studi Manajemen Dakwah (MD), serta Miftahul Anwar dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Untuk cabang lomba Pencak Silat Seni Tunggal IPSI Putra, Medali Silver diraih Rio Alwi Syaputra dari Program Studi Informatika dan cabang lomba Kaligrafi Medali Silver diraih Lisna Nur'Aini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Keberhasilan tersebut menunjukkan pemerataan prestasi mahasiswa UIN Saizu di berbagai bidang, mulai dari seni sastra, seni pertunjukan, olahraga, hingga seni rupa Islami.

Ketua Kontingen UIN Saizu Purwokerto, Dr. Alief Budiyono, menerima langsung penghargaan mewakili seluruh mahasiswa, pelatih, pembina, dan dosen pendamping yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan SeIBa International Festival 2026.

Raihan medali tersebut merupakan hasil kerja keras, latihan intensif, serta kolaborasi seluruh anggota kontingen yang telah mempersiapkan diri sebelum mengikuti festival internasional di Kota Padang.

Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Saizu mampu bersaing secara sehat dalam forum internasional dengan tetap mengedepankan sportivitas, kreativitas, dan semangat kolaborasi.

Partisipasi UIN Saizu dalam SeIBa International Festival 2026 menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus melalui penguatan prestasi mahasiswa.

Selama festival berlangsung, kontingen UIN Saizu berpartisipasi dalam berbagai cabang kompetisi yang mencakup seni budaya, olahraga, karya ilmiah, sastra, seni rupa, hingga bidang keagamaan.

Keberhasilan membawa pulang 13 medali memperkuat posisi UIN Saizu sebagai salah satu perguruan tinggi yang mampu melahirkan mahasiswa berprestasi, kreatif, dan kompetitif di tingkat internasional. 

Selain menjadi ajang kompetisi, SeIBa International Festival juga menjadi ruang untuk mempererat jejaring antarperguruan tinggi, memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia, serta membangun kolaborasi akademik lintas negara.

Dengan capaian dua Medali Platinum, tiga Medali Gold, dan delapan Medali Silver, UIN Saizu Purwokerto kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang mampu mengharumkan nama almamater sekaligus membawa nilai-nilai budaya dan keilmuan Indonesia ke panggung global.

Perolehan Medali UIN Saizu Purwokerto pada SeIBa International Festival 2026

Platinum (2): Tari Tradisional, Pencak Silat Seni Tunggal IPSI Putri.

Gold (3): Pop Solo, Prosiding, Poster.

Silver (8): Puisi, Monolog, Tari Kontemporer, Film Pendek, MTQ, MSQ, Pencak Silat Seni Tunggal IPSI Putra, Kaligrafi.(***)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.