Berangkat Sejak Subuh, Puluhan Siswa di SDN Sukadaya Lebak Gaur Bangku di Hari Pertama Masuk Sekolah
Ahmad Tajudin July 13, 2026 10:01 AM

 

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK – Suasana tak biasa terlihat di SD Negeri 2 Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026).

Sebelum matahari terbit, puluhan siswa bersama orang tua mereka telah berkumpul di depan gerbang sekolah untuk mengikuti tradisi "gaur bangku", yakni berebut tempat duduk di dalam kelas.

Gaur bangku adalah tradisi unik berupa aksi berebut tempat duduk atau bangku kelas yang dilakukan oleh para siswa sekolah dasar (SD) beserta orang tua mereka pada hari pertama masuk sekolah atau saat kenaikan kelas. Dalam bahasa Sunda lokal, kata "gaur" atau "menggaur" bisa diartikan sebagai tindakan mengambil, meraup, atau menguasai sesuatu dengan cepat (berebut).

Pantauan TribunBanten.com di lokasi sekitar pukul 05.24 WIB, gerbang sekolah yang masih tertutup telah dipenuhi para siswa yang menunggu giliran masuk.

Begitu gerbang dibuka oleh penjaga sekolah, mereka langsung berlarian menuju ruang kelas masing-masing untuk mendapatkan bangku yang diinginkan, terutama kursi di barisan paling depan.

Baca juga: Daftar 5 Pejabat Terkaya 2026 di Pemprov Banten, ASN Paling Tajir yang Lagi Viral Saat Ini

Bagi masyarakat setempat, tradisi tersebut bukan sekadar berebut tempat duduk.

Posisi bangku diyakini dapat membantu siswa lebih fokus mengikuti pelajaran sehingga diharapkan mampu meningkatkan semangat dan prestasi belajar.

Salah seorang siswa kelas I SD Negeri 2 Sukadaya, Ikbal (7), mengaku berangkat dari rumah sejak pukul 05.00 WIB agar bisa mendapatkan kursi yang diinginkannya.

"Tadi aku berangkat dari rumah jam 05.00 WIB diantar mamah," ujarnya.

Meski tidak mendapatkan bangku paling depan, Ikbal tetap merasa senang karena berhasil memperoleh kursi di barisan kedua.

"Aku dapat kursi nomor dua. Biar fokus belajarnya, biar pintar," katanya.

Sementara itu, orang tua siswa, Marhamah (43), warga Kampung Turus, mengatakan tradisi gaur bangku telah berlangsung sejak lama dan diwariskan secara turun-temurun.

"Kalau baru masuk sekolah atau kenaikan kelas memang biasa pilih-pilih kursi. Sudah tradisi di sini," ucapnya.

Marhamah mengaku pernah merasakan tradisi yang sama saat masih bersekolah di SD Negeri 2 Sukadaya.

"Dari dulu sudah seperti ini. Waktu saya kecil sekolah di sini juga rebutan kursi. Sejak subuh sudah siap-siap supaya bisa dapat bangku paling depan," tuturnya.

Menurutnya, sebagian besar orang tua menginginkan anak-anak mereka duduk di barisan depan karena dinilai lebih mudah berkonsentrasi saat guru menjelaskan pelajaran.

"Ya biar fokus belajarnya, lebih kelihatan ke guru. Intinya supaya anak lebih semangat dan lebih fokus belajar," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.