POSBELITUNG.CO, BANGKA - Mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemerintah Kabupaten Bangka Barat hangus terbakar di garasi Kantor Satpol PP dan Damkar, Kota Mentok pada Minggu (12/7/2026) pagi.
Mobil damkar yang kini tinggal rongsokan itu merupakan satu-satunya kendaraan operasional damkar milik Pemkab Bangka Barat.
Bupati Bangka Barat Markus pun meluapkan kemarahannya atas peristiwa tersebut.
Pemerintah daerah juga melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bangka Barat.
Markus menduga ada unsur sabotase di balik terbakarnya mobil damkar.
Selain itu, ada dugaan kelalaian petugas piket.
Untuk itu, Markus berharap Polres Bangka Barat dapat mengungkap penyebab kebakaran kendaraan tersebut.
Markus langsung mendatangi lokasi menyebut kebakaran terjadi saat pergantian shift petugas, ketika kantor diduga dalam keadaan kosong tanpa penjagaan.
Ia menilai kondisi tersebut merupakan kelalaian serius yang tidak seharusnya terjadi.
"Mana yang piket itu, beri sanksi. Bila perlu diberhentikan saja. Ini keteledoran namanya," tegas Markus.
Ia menegaskan petugas jaga tidak boleh meninggalkan pos sebelum regu pengganti tiba.
Menurutnya, apabila ada petugas yang tetap berjaga, kebakaran dapat diketahui lebih cepat sehingga kerusakan tidak meluas.
"Ini kesalahan fatal. Kalau ada orang berjaga, api tidak mungkin sampai membakar habis mobil seperti ini," ujarnya.
Pemkab Bangka Barat telah meminta kepolisian menyelidiki penyebab kebakaran.
Markus mengaku belum ingin berspekulasi, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya unsur sabotase.
"Kami akan melaporkan ini ke Polres. Apakah murni kecelakaan atau ada sabotase, biar diselidiki polisi," katanya.
Mobil damkar jenis Hino bernomor polisi BN 9006 RZ itu terbakar saat diparkir di dalam garasi.
Kobaran api menghanguskan bagian depan dan ruang mesin, bahkan merusak langit-langit bangunan garasi.
Petugas Damkar Bangka Barat, Muhamad Gani Akbar, mengaku menjadi orang pertama yang mengetahui kebakaran.
Saat tiba untuk memulai giliran piket sekitar pukul 08.00 WIB, ia melihat kepulan asap dari arah garasi dan mendapati tidak ada seorang pun di kantor.
"Saya lari ke dalam, ternyata tidak ada orang. Setelah itu saya berusaha memadamkan api menggunakan APAR," ujarnya.
Karena alat pemadam api ringan (APAR) kehabisan isi, Gani kemudian mengambil air menggunakan ember dari kamar mandi sambil menunggu bantuan datang.
Tak lama kemudian, petugas lain bersama satu unit mobil damkar milik PT Timah tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api.
Gani mengungkapkan mobil tersebut memang pernah mengalami gangguan kelistrikan.
Menurutnya, aki kendaraan beberapa kali mengalami korsleting hingga sering diganti. Bahkan, mobil itu sempat dibawa ke bengkel resmi Hino, namun penyebab gangguan tidak ditemukan secara pasti.
"Mobil ini memang sering bermasalah di bagian kelistrikan. Akinya sering drop dan beberapa kali diganti," katanya.
Akibat kejadian itu, Bangka Barat kini tidak lagi memiliki armada damkar operasional.
Markus mengaku kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan, terutama memasuki musim kemarau yang rawan kebakaran.
Ia menyebut mobil senilai lebih dari Rp1 miliar yang diperoleh pada 2014 itu masih layak digunakan.
Ke depan, Pemkab Bangka Barat berencana menganggarkan pengadaan armada baru serta memasang kamera pengawas (CCTV) di seluruh kantor pemerintahan.
Selain itu, sanksi tegas hingga pemecatan akan dijatuhkan apabila hasil penyelidikan membuktikan kebakaran dipicu kelalaian petugas. (Posbelitung.co/Arya Bima Mahendra)