Distribusi Air Tirta Musi Palembang Aman Selama Kemarau, Kendala Fokus pada Perluasan Jaringan
Yandi Triansyah July 13, 2026 11:48 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Musi Palembang memastikan penyaluran air bersih kepada pelanggan tetap berjalan normal dan tidak terganggu meskipun saat ini telah memasuki musim kemarau.

Direktur Utama Perumda Tirta Musi, Ir Teddy Andrian, menyatakan bahwa ketersediaan air baku hingga saat ini sama sekali tidak mengalami masalah. 

Kondisi tersebut ditopang oleh keberadaan beberapa sumber air baku andalan, seperti di kawasan Pulokerto Gandus, Karanganyar, hingga wilayah 1 Ilir Palembang.

"Alhamdulillah karena musim kemarau yang kita alami sampai dengan sekarang tidak ada masalah. Cuaca yang kita alami saat ini tidak terlalu ekstrem meskipun masih ada kemarau dan masih hujan, sehingga secara alam bagus," ujar Teddy saat dikonfirmasi Sripoku.com pada Senin (13/7/2026).

Teddy menyebut kendala yang dihadapi saat ini bukan pada ketersediaan air baku, melainkan pada jaringan perpipaan.

Sehingga, sejumlah wilayah belum tercover jaringan, salah satunya di daerah dekat Sukawinatan.

Daerah tersebut berada di wilayah cukup tinggi sehingga sumur warga mulai kering, sementara pipa induk PDAM belum masuk. 

"Upaya yang kita lakukan ada distribusi tangki walaupun belum maksimal, per minggu ada bantuan tangki. Tapi kita percepat untuk jaringan tersebut karena sumurnya yang kering, air bukan karena air kita namun secara jaringan belum," jelasnya.

Beberapa wilayah lain yang menjadi fokus percepatan jaringan karena tingginya permintaan adalah Gandus, Tanjung Barangan, Alang-Alang Lebar, Talang Betutu, dan Kalidoni.

Teddy menyebut daftar tunggu pemasangan baru masih banyak, bahkan ada pengajuan yang sudah 6 bulan belum dipasang.

"Kita lakukan tracking lagi dipercepat supaya yang sudah 6 bulan ini kita dulukan, nanti 5 bulan 4 bulan itu kita percepat," katanya.

Ditambahkannya, selama 3 bulan menjabat sebagai Dirut, Teddy mencatat sudah ada penambahan sekitar 5.000 sambungan baru. Sehingga secara keseluruhan sejak Januari 2026, Perumda Tirta Musi menambah hampir 10.000 pelanggan baru.

"Secara angka besar tapi di masyarakat masih banyak yang belum terlayani. Sekali developer buat perumahan kan untuk 500 unit," ujarnya.

Di sisi lain, perusahaan masih menghadapi masalah tunggakan pelanggan dan pencurian meteran air. 

Penertiban sudah dilakukan, termasuk pemutusan sambungan bagi pelanggan yang menunggak beberapa bulan dan tidak merespon surat himbauan. 

Kasus pencurian meteran juga ditemukan di kawasan 3 Ilir. Penertiban dilakukan bersama pendampingan kepolisian melalui operasi pengamanan pipa.

"Kita lakukan pendekatan dulu, tidak serta-merta langsung melakukan pemutusan. Ada juga yang kita bantu keringanan berupa pengurangan denda," kata Teddy.

Ia mengimbau pelanggan untuk membayar tagihan tepat waktu agar pasokan air bersih tidak terganggu dan perusahaan dapat terus melakukan pengembangan jaringan. 

"Air ini kebutuhan dasar masyarakat. Tapi di satu sisi ini juga untuk eksistensi perusahaan, karena dari tagihan air itulah dasar kita untuk melakukan pengembangan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.