TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Hari pertama sekolah di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, disambut dengan rasa penuh haru dan antusias tinggi dari orang tua murid.
Salah tersebut terlihat di UPT SDN 8 Pinrang yang diwarnai antusiasme tinggi dari para orang tua murid.
Lokasi SDN 8 Pinrang berada di Jalan Pettana Rajeng, Kelurahan Sawitto, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.
Sekolah ini berada dekat dengan Polsek Watang Sawitto.
Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS di tingkat SD ini digelar selama lima hari.
Durasi tersebut sengaja diperpanjang guna mempersiapkan mental anak-anak generasi era pandemi COVID-19 atau generasi Alpha ini.
Generasi Alpha sendiri sebagian besar dari mereka mengalami tahun-tahun awal kehidupannya selama pandemi COVID-19, yang meningkatkan ketergantungan pada layar (gadget) untuk pendidikan dan hiburan.
Selain itu, Orang tua dari Gen Alpha dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan literasi digital anak dengan kegiatan luar ruangan (outdoor) dan menjaga kesehatan mental mereka dari bahaya kecanduan gadget.
Tak hanya emak-emak, bapak-bapak juga ikut mengantar ke sekolah dan mengikuti kegiatan anaknya di hari pertama ini.
Orang tua murid, Ichsan Wiryandi Idris mengaku sengaja datang lebih awal ke sekolah.
"Tadi karena ada upacara dulu jadi sekitar jam 06.45 sudah harus ada di sekolah," kata Ichsan Wiryandi kepada Tribun-Timur.com, Senin (13/7/2026).
Ichsan bahkan rela memegang tas sekolah putrinya selama pelaksanaan upacara berlangsung.
"Kasihan anaknya sudah berdiri lumayan lama, hampir 30 menit," ujar Ichsan memberikan alasan.
Ia menambahkan bahwa orang tua tidak perlu merasa takut atau khawatir berlebihan di sekolah.
Ia mengaku telah membekali anaknya untuk bersiap secara mandiri di sekolah.
Selain itu, menurutnya orang tua tidak perlu takut sebab sekolah telah mempersiapkan agar generasi alpha tersebut dapat belajar secara mandiri di lingkungan barunya.
Ia menyampaikan orang tua harus tega meninggalkan anaknya agar dapat ditangani oleh guru.
"Orang tua harus tega untuk meninggalkan anaknya dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah," ucapnya.
Sebagai seorang bapak motivasi Ichsan dalam mengantar anaknya di hari pertama sekolah yakni untuk melihat langsung suasana, berkenalan dengan para guru dan mengetahui kondisi kelas tempat belajar anaknya.
Usai upacara, para siswa murid baru ini kemudian disambut meriah oleh guru-guru.
Mereka juga menyaksikan persembahan fashion show dari kakak kelas.
Murid baru di sekolah tersebut juga langsung menikmati program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Wali kelas 1 Lasinrang bernama Alma Rahma R membenarkan adanya pembagian makanan tersebut.
"Selanjutnya nanti kita akan pemasangan atribut MPLS yaitu ada topinya dan dasi," kata Alma.
Pihak sekolah juga menyuguhkan berbagai macam penampilan ekstrakurikuler dari para kakak kelas mereka.
Pertunjukan tersebut meliputi kegiatan pramuka, olahraga karate, hingga aksi menarik seperti fashion show.
Alma menyebutkan bahwa antusiasme orang tua sangat tinggi dalam mendampingi anak pada hari pertama.
Terdapat dua rombongan belajar untuk kelas satu di sekolah dasar negeri tersebut saat ini.
Dua kelas tersebut masing-masing diberi nama unik yaitu kelas Makkasau dan kelas Lasinrang.
Setiap rombongan belajar diisi oleh sebanyak 36 siswa baru yang siap mengikuti pembelajaran.
Terkait pembagian tempat duduk siswa, Alma memastikan bahwa kondisinya berjalan sangat aman dan tertib.
"Kalau tempat duduk di sini kita aman karena yang mengatur itu wali kelasnya," tutur Alma.
Sistem ini diterapkan untuk menghindari tradisi lama berupa rebutan kursi oleh sesama orang tua murid.
Guru penanggung jawab akan langsung menentukan posisi duduk yang paling tepat bagi setiap anak.
Laporan wartawan Tribun-Timur.com/Moh Faizal Lupphy S.