Pemkab Wajo Siapkan Rp7,5 Miliar untuk Porprov Sulsel XVIII, Ini Rinciannya
Ansar July 13, 2026 12:22 PM

TRIBUNTIMUR.COM, WAJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,5 miliar untuk mendukung persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026.

Anggaran tersebut berasal dari parsial Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026, yakni penyesuaian anggaran yang dilakukan pemerintah daerah sebelum APBD Perubahan ditetapkan secara penuh.

Wajo menjadi tuan rumah bersama Kabupaten Bone pada ajang olahraga multicabang terbesar di Sulsel tersebut. Porprov Sulsel XVIII dijadwalkan  pada 7-14 November 2026.

Kabupaten Wajo berjarak sekitar 240-250 kilometer dari Kota Makassar atau sekitar 5-6 jam perjalanan darat melalui Jalan Poros Maros-Bone maupun jalur alternatif Soppeng.

Sementara itu, jarak Wajo menuju Kabupaten Bone sekitar 120 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2,5 jam, tergantung kondisi lalu lintas dan titik tujuan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Wajo, Taufik Razak, mengatakan total anggaran tersebut akan digunakan untuk pembinaan atlet, keikutsertaan kontingen, serta pembenahan fasilitas olahraga.

"Anggarannya dari parsial APBD Perubahan 2026," kata Taufik saat ditemui Tribun-Timur.com di ruang kerjanya, Kompleks Stadion Andi Ninnong Sengkang, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, dari total anggaran tersebut, Rp5,5 miliar dialokasikan dalam bentuk hibah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Wajo.

Dana hibah merupakan bantuan keuangan pemerintah daerah kepada organisasi yang memiliki tugas tertentu.

Dalam hal ini, KONI bertugas melakukan pembinaan atlet, mempersiapkan tim, hingga mengoordinasikan keikutsertaan kontingen Wajo pada Porprov.

"Hibah ke KONI dianggarkan sebesar Rp5,5 miliar untuk pembinaan atlet dan keikutsertaan kontingen Wajo sebagai peserta," ujarnya.

Sementara itu, Rp2 miliar lainnya disiapkan untuk membenahi venue atau lokasi pelaksanaan pertandingan.

"Pembenahan venue olahraga dianggarkan Rp2 miliar," katanya.

Meski anggaran telah disiapkan, pemerintah daerah belum memulai pekerjaan fisik.

Taufik menjelaskan, pembenahan venue masih menunggu Keputusan Gubernur Susel yang akan menetapkan pembagian lokasi pertandingan setiap cabang olahraga (cabor).

Keputusan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan fasilitas mana yang harus direnovasi atau ditingkatkan sesuai cabang olahraga yang akan dipertandingkan.

"Sementara persiapan pembenahan sambil menunggu Keputusan Gubernur untuk lokasi pertandingan cabang olahraga," paparnya.

Selain lokasi pertandingan, hingga kini juga belum ada keputusan mengenai tempat pelaksanaan upacara pembukaan Porprov Sulsel XVIII.

Menurut Taufik, apabila pembukaan dipercayakan kepada Wajo, maka lokasi yang paling memungkinkan adalah Stadion Andi Ninnong Sengkang, stadion utama di ibu kota Kabupaten Wajo.

"Belum ada keputusan di mana lokasi pembukaannya. Kalau di Wajo otomatis tempatnya di Stadion Andi Ninnong Sengkang," ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum tersedia anggaran khusus untuk renovasi stadion tersebut.

"Kalau pembenahan stadion tidak ada anggaran khusus," tambahnya.

Di sisi lain, KONI Wajo mulai mematangkan persiapan kontingen yang akan berlaga pada Porprov.

Sekretaris KONI Wajo, Muhammad Askar, mengatakan pihaknya akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pengurus cabang olahraga pada Rabu mendatang.

"Insya Allah hari Rabu kami rapat bersama cabor," katanya.

Rapat tersebut akan membahas kesiapan setiap cabang olahraga, mulai dari verifikasi data atlet, kelengkapan administrasi kontingen, hingga mekanisme penggunaan dana hibah.

Selain itu, pengurus KONI juga akan memaparkan konsideran peraturan, yaitu bagian yang berisi dasar pertimbangan dan landasan hukum dalam penyusunan kebijakan serta pedoman yang akan digunakan selama persiapan hingga pelaksanaan Porprov.

"Di situ nanti kami komunikasikan semua. Mulai dari verifikasi data cabor, data atlet, kelengkapan hingga pemaparan konsideran peraturan KONI Wajo jelang Porprov," tandasnya.

Porprov merupakan ajang olahraga tingkat provinsi yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali.

Kegiatan ini mempertemukan atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Sulsel untuk bertanding pada berbagai cabang olahraga sekaligus menjadi sarana pembinaan atlet menuju tingkat nasional, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.