TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota mengklaim perputaran uang selama lima hari pelaksanaan Bazar Blitar Djadoel di Alun-alun Kota Blitar, Jawa Timur, mencapai lebih Rp 10 miliar.
Disperindag menyebutkan, rata-rata perputaran uang di Bazar Blitar Djadoel tembus Rp 2,3 miliar per hari.
Bazar Blitar Djadoel digelar selama lima hari mulai Rabu (8/7/2026) sampai Minggu (12/7/2026).
"Rata-rata total perputaran uang di Bazar Blitar Djadoel sekitar Rp 2,3 miliar per hari. Selama lima hari acara, total perputaran uang mencapai Rp 10 miliar sampai Rp 11 miliar," kata Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Pencarian Warga Ngantru yang Diduga Hilang di Sungai Brantas Dihentikan, Keluarga Yakin Masih Hidup
Parminto mengatakan, hampir seluruh barang dagangan para pedagang di Bazar Blitar Djadoel laku terjual.
Jumlah total stan di Bazar Blitar Djadoel ada 409 stan dengan rincian 149 stan untuk OPD dan 260 stan untuk asosiasi pedagang.
Dikatakannya, ramainya jualan para pedagang di Bazar Blitar Djadoel bisa dilihat dari produksi sampah yang dihasilkan selama event berlangsung.
Produksi sampah dari para pedagang di Bazar Blitar Djadoel mencapai 2 ton sampai 2,5 ton per hari.
"Itu produksi sampah dari para pedagang di Bazar Blitar Djadoel. Artinya, dagangan mereka laku banyak selama event," ujarnya.
Menurutnya, salah satu faktor yang membuat pengunjung Bazar Blitar Djadoel selalu ramai, yaitu, terkait tema acara.
Panitia membuat tema Bazar Blitar Djadoel empat masa mulai era kerajaan (1300-1600), era prakemerdekaan (1600-1900), era perjuangan meraih kemerdekaan (1900-1945), dan era pasca kemerdekaan (1945-1980).
Stan para peserta Bazar Blitar Djadoel dihias sesuai tema yang telah ditentukan oleh panitia.
"Tematik ini menjadi daya tarik kepada pengunjung untuk datang ke Bazar Blitar Djadoel," katanya.
Namun, kata Parminto, dari hasil evaluasi, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan Bazar Blitar Djadoel tahun ini, terutama kesiapan EO.
Waktu persiapan yang dilakukan EO terlalu mepet sehingga ada beberapa dekorasi masih belum selesai saat mendekati pembukaan.
Selain itu, penertiban PKL yang tidak terdaftar yang masuk area Bazar Blitar Djadoel juga perlu dimaksimalkan.
"Karena, semua pedagang yang ikut di Bazar Blitar Djadoel ikut berkontribusi di acara itu. Kalau tiba-tiba ada pedagang masuk langsung jualan, kan kasihan pedagang yang sudah berkontribusi," ujarnya.
Menurutnya, beberapa catatan itu akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan Bazar Blitar Djadoel tahun depan.
"Secara umum, pelaksanaan Bazar Blitar Djadoel tahun ini berjalan baik dan dapat menggerakkan ekonomi di Kota Blitar," ujarnya.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)