Oleh: Rasmin Jaya
Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UHO, Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Halu Oleo, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ada baiknya kita menjernihkan pikiran, hati dan perasaan terlebih dahulu tanpa embel-embel politis, primordial dan kepentingan apapun dalam melihat setiap proses perjalanan pemilihan orang nomor satu yang akan menduduki jabatan strategis di kampus besar UHO.
Kita harus berangkat bahwa kompetisi pemilihan rektor adalah pertarungan gagasan, ide dan pemikiran yang semua sama-sama punya harapan mentransformasi gagasan besar, kampus gemilang menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut penulis, kepemimpinan Rektor UHO periode 2026–2030 harus menjadi kepemimpinan yang visioner, melayani, berintegritas, kolaboratif, dan berdampak.
UHO tidak cukup hanya menjadi institusi pendidikan tinggi yang menjalankan rutinitas akademik, tetapi harus menjadi pusat transformasi manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, dan pembangunan wilayah.
Pemilihan dan kompetisi Rektor UHO kali ini adalah sesuatu yang tidak bisa kita pandang enteng, keterlibatan dan partisipasi kita amat sangat dibutuhkan sebagai wujud rasa kepedulian kita terhadap almamater tercinta.
Sebagai alumni tentu kita mesti memberikan dukungan besar demi berjalannya proses secara demokratis, transparan dan bisa berjalan sukses.
Transformasi kepemimpin menjadi suatu keharusan dalam setiap periode menjadi pemimpin.
Baca juga: Dinyatakan Tak Lolos Syarat Pilrek UHO Kendari, Prof Azhar Ajukan 4 Tuntutan ke Kemendikti Saintek
Upaya itu semata-mata hanya untuk menjadikan kampus besar di Sulawesi Tenggara sebagai kawah candradimuka, menciptakan dan membentuk calon pemimpin di masa depan, menjadi labolatorium ilmu dan pengetahuan dengan segala prosesnya, menjadi ruang pengabdian yang menjadikan kita semakin bermanfaat untuk masyarakat serta pembangunan yang berkelanjutan.
Tentu hal yang paling penting adalah membangun SDM yang semakin maju, bermanfaat, sinergi dan berdaya saing yang sesuai dengan Tridharma Perguruan Tinggi.
Kuatnya institusi pendidikan tergantung kepeloporan pemimpin untuk memberikan terobosan guna menjawab masalah pendidikan yang semakin kompleks dan tantangan globalisasi dan modernisasi.
Sebagai pemimpin institusi pendidikan harus lebih jeli, aktual dan pro aktif menjadi sumber solusi tantangan pendidikan.
Hadirnya pemimpin yang berkualitas, berintegritas dan punya kapasitas yang mumpuni harus mampu menjawab kecenderungan masalah tidak hanya pendidikan tetapi mampu memberikan kontribusi pada masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Dari hasil penyaringan tiga besar calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 telah ditetapkan pada Jumat (10/7/2026) yang sebelumnya berjumlah 10 kontestan.
Penulis telah merangkum rekam jejak, treck record, pencapaian, gasasan, visi misi dari masing-masing kontestan berdasarkan hasil penghitungan suara dari dukungan dari anggota senat.
Baca juga: Dr Herman Mundur dari Jabatan Plt Rektor Universitas Halu Oleo Kendari, Jaga Netralitas Pilrek UHO
Dilahirkan di Tongkuno, Kabupaten Muna, 18 April 1972, Prof Ida menempuh pendidikan sarjana di Universitas Hasanuddin, lalu meraih gelar magister dan doktor di Institut Teknologi Bandung.
Kariernya di UHO dimulai sebagai dosen, kemudian menjabat Ketua Jurusan Fisika, Wakil Dekan, Dekan FMIPA selama dua periode, dan kini menjabat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum sejak 2025.
Dalam gagasannya, Prof Ida menawarkan Transformasi UHO menjadi perguruan tinggi berkelas dunia berbasis Socio-Techno University, dengan visi: “Mewujudkan Universitas Halu Oleo sebagai Socio-Techno University Unggul, Inovatif, dan Berdaya Saing Global yang Menjadi Penggerak Pengembangan Wilayah Pesisir, Kelautan, dan Perdesaan.”
Gagasan ini dikatakannya selaras dengan arah Indonesia Emas 2045, kebijakan Kampus Berdampak dari Kemendiktisaintek, serta target jangka panjang UHO.
Transformasi ini tidak hanya soal peningkatan kualitas akademik, tetapi harus melahirkan inovasi yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
Untuk mewujudkannya, Prof Ida menyusun tujuh misi utama, membangun pendidikan berbasis socio-techno, memperkuat riset inovatif dan berdampak, meningkatkan pengabdian masyarakat berbasis solusi, memperluas kemitraan strategis, melestarikan kearifan lokal Sultra, mewujudkan tata kelola yang profesional, serta membangun lingkungan akademik yang berintegritas dan inklusif.
Ia juga merancang peta jalan empat tahun, tahun pertama fokus pada tata kelola dan digitalisasi layanan, tahun kedua transformasi pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia, tahun ketiga penguatan riset terapan dan hilirisasi inovasi serta tahun keempat peningkatan reputasi internasional dan keberlanjutan program.
Baca juga: Pilrek UHO Kendari 2026 Terbanyak Sepanjang Sejarah, Rekor 11 Kandidat Warnai Kontestasi Rektor
Sebagai ciri khas, ia memperkenalkan tagline “UHO IMPACT” singkatan dari Inclusive, Modern, Pioneering, Agile, Catalyst, dan Transformative.
Konsep ini menandai pergeseran paradigma kampus dari sekadar lembaga pengajar menjadi institusi yang melahirkan solusi nyata dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dengan melangkah ke babak selanjutnya, ia menegaskan komitmen untuk membawa UHO menjadi kampus yang tidak hanya unggul, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara luas.
Prof Takdir Saili lahir di Kota Baubau pada 12 Februari 1969.
Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Wajo Baubau dan lulus pada 1981.
Selanjutnya, ia menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 1 Baubau pada 1984 dan SMA Negeri 1 Baubau pada 1987.
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat.
Baca juga: Sosok 11 Bakal Calon Rektor Universitas Haluoleo Kendari pada Pilrek UHO 2026, Jadwal Pemilihan
Dalam Pilrek kali ini, Prof Takdir mengusung visi mewujudkan Universitas Halu Oleo sebagai pusat unggulan pendidikan, riset, dan inovasi berbasis kearifan serta sumber daya lokal yang berdaya saing global guna mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir, kelautan, dan pedesaan.
Visi tersebut diwujudkan melalui lima misi, yakni meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat riset dan inovasi, mengembangkan karakter serta kompetensi mahasiswa.
Lalu, meningkatkan tata kelola perguruan tinggi, serta memperkuat pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Jabatan sebelumnya di UHO sebagai Dekan Fakultas Hukum, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WR III) dan terakhir Plt Rektor UHO.
Setelah dinyatakan lolos penyaringan 3 besar calon rektor, Dr Herman mengatakan akan lebih memaksimalkan daya upayanya untuk bisa menduduki kursi Rektor UHO Kendari periode 2026-2030.
Herman mengusung visi UHO MARITIM EMAS 2045, yakni mewujudkan UHO sebagai perguruan tinggi kelas dunia yang inklusif, adaptif, unggul, berintegritas, dan berdampak bagi pengembangan wilayah pesisir, kelautan, kepulauan, dan perdesaan, serta berperan strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk mewujudkan visi UHO MARITIM EMAS 20045, Dr Herman telah menetapkan tujuh misi, menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu, inklusif, adaptif, berbasis Outcome-Based dan relevan dengan kebutuhan masa depan, mengembangkan riset unggulan, inovasi, dan hilirisasi ilmu pengetahuan berbasis potensi pesisir, kelautan, kepulauan, perdesaan, dan sumber daya lokal Sulawesi Tenggara.
Baca juga: Saya Ingin Raih Guru Besar Tegas Eks Sekda Sultra Asrun Lio, Tak Tertarik Ikut Pilrek UHO Kendari
Memperkuat pengabdian kepada masyarakat yang berdampak, berkelanjutan, dan memberdayakan masyarakat pesisir, pulau-pulau kecil, dan perdesaan, membangun tata kelola universitas yang profesional, transparan, akuntabel, digital, melayani, dan berintegritas.
Meningkatkan kualitas, kesejahteraan, produktivitas, dan daya saing dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, memperluas jejaring kemitraan nasional dan internasional untuk memperkuat reputasi, kolaborasi, mobilitas akademik, dan kontribusi global UHO.
Serta menjadikan UHO sebagai motor penggerak pendidikan inovasi, dan pembangunan daerah dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, kepemimpinan Rektor UHO periode 2026–2030 harus menjadi kepemimpinan yang visioner, melayani, berintegritas, kolaboratif, dan berdampak.
Universitas Halu Oleo tidak cukup hanya menjadi institusi pendidikan tinggi yang menjalankan rutinitas akademik, tetapi harus menjadi pusat transformasi manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, dan pembangunan wilayah.
Kampus merupakan ladang kepemimpinan masa depan.
Para calon pemimpin yang akan dipercayakan telah memikirkan konsep, gagasan, visi misi dan strategi bagaimana membangun nawacita pendidikan yang semakin baik.
Baca juga: Prof Yusuf Sabilu Daftar Pilrek UHO Kendari, Target Lebih Banyak Prodi Raih Akreditasi Internasional
Orientasi perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara tidak hanya mencetak para sarjana, sumber daya manusia yang melimpah tetapi bagaimana harus bertransformasi kepada implementasi, aktualisasi yang lebih terukur dan berdampak dari manfaat pendidikan itu sendiri.
Kampus juga harus menjadi role model tentang praktik politik dan demokrasi yang baik, berintegritas, substansial dan bermartabat agar melahirkan pemimpin yang mampu menjawab setiap persoalan kemelut pendidikan di kampus besar dan tercinta UHO.
Pemimpin institusi pendidikan juga harus berpikir mampu melampaui generasi dan zaman tentang apa yang dibutuhkan ke depan, bukan hanya sebagai formalitas tetapi harus menjadi sebuah gerakan konkret dan nyata bagi lembaga pendidikan dan masyarakat.
Keberhasilan sebuah kepemimpinan pada hakikatnya tidak diukur hanya pada satu periode saja, tapi juga dilihat dari daya tahan pemimpin pada masa selanjutnya apakah terjadi kemunduran atau kemajuan agar menjadi evaluasi dan pembelajaran generasi berikutnya untuk terus berbenah menjadi bentuk yang utuh dan sesuai apa yang di harapkan oleh mahasiswa, masyarakat bangsa dan negara yang kita cintai ini.
Pimpinan dari institusi pendidikan harus menjadi icon.
Ia merupakan pengambil keputusan strategis dalam pengelolaan lembaga yang lebih transparan dan akuntabilitas.
Sebagai alumni kita mendorong partisipasi mahasiswa menjadi instrument edukasi dan sosialisasi untuk menghindari polarisasi dan chaos politik serta sentiment yang merusak citra kampus itu sendiri.
Baca juga: Plt Rektor Dr Herman Maju Pilrek UHO Kendari, Pendaftaran Diwakilkan Karena Sedang Cuti Ibadah Haji
Kita harus bisa menciptakan iklim akademik yang baik dan sejuk dalam ruang pendidikan, persoalan siapa yang terpilih kita serahkan kepada pengambil kebijakan yang mempunyai otoritas, hak suara dan takdir tuhan.
Sebab pesta demokrasi dalam pemilihan rektor UHO adalah event yang sangat bergengsi dan momentum penting dalam institusi pendidikan.
Mengukur kualitas demokrasi bukan hanya seberapa besar senat menyalurkan hak suaranya untuk memilih tetapi seberapa besar partisipasi dan kontribusi dalam memberikan pikiran yang baik, gagasan, dan ide untuk kemajuan UHO ke depan, menjadi kampus yang modern bahkan mancanegara tentu semua itu sudah tertuang dalam gagasan besar calon.
Pemilihan Rektor UHO adalah sarana dan arena untuk menampilkan calon-calon pemimpin terbaik serta berkompetensi yang akan menduduki jabatan strategis nan krusial dengan amanah dan tanggung jawab besar.
Pemilihan tersebut bukan bicara menang dan kalah, tetapi mereka yang telah memenuhi syarat dan kriteria mempunyai ruang, kesempatan yang sama untuk melakukan pengabdian yang lebih luas dan besar lagi.
Semua pikiran, ide, gagasan dan visi misinya semata-mata telah tercurah untuk kebaikan kampus UHO tercinta.
Menurut penulis semua figur mesti mempunyai iktikad baik dan harapan panjang melebihi tarikan nafas.
Baca juga: Profil Prof Ida Usman Maju Pilrek UHO Kendari 2026, Pernah Pimpin FMIPA dan Kini Wakil Rektor II
Semua itu demi terciptanya kampus besar yang menjadi corong dan lokomotif yang ada di Sulawesi Tenggara.
Maka dengan demikian biarkanlah semua calon berkompetisi dengan hak politik dan demokrasi yang sama, sebab ini juga bisa membuat kita semakin sadar tentang bagaimana kedewasaan dalam berpolitik dan menjadi contoh demokrasi yang baik.
Dalam kompetisi pemilihan Rektor UHO telah menjadi ruang pertarungan gagasan, visi misi agar tradisi intelektual harus tetap hidup karena ada perdebatan, konfrontasi ide dan wacana.
Penulis semakin yakin dengan munculnya berbagai calon yang mempunyai treck record, sepak terjang, terobosan dan rekam jejak yang sangat mumpuni mampu menjadi pemimpin institusi pendidikan yang ideal dengan segala kapasitas yang dimiliki.
Semua mahasiswa bisa menjemput momentum ini dengan suka cita, penuh kebahagiaan dengan harapan selalu ada kebaikan dan jalan solusi ke depan dari setiap kemelut pendidikan yang sangat kompleks.
Biar bagaimanapun juga ini momen yang penuh makna dan keistimewaan mesti menegangkan para mahasiswa sebab ini bukan hanya sekadar seremonial, formalitas yang hanya sekadar menggugurkan tanggung jawab dalam setiap perjalanan pemilihan rektor UHO tetapi ke depan kita mempunyai tanggung jawab yang sangat besar kepada almamater tercinta.
Kita adalah tulang punggung masa depan bangsa, daerah, dan negara.
Baca juga: Prof Ma’ruf Kasim Maju Pilrek UHO Kendari, Usung Digitalisasi dan Kampus Bertaraf Internasional
Kita memikul tanggung jawab besar sebagai estafet kepemimpinan yang akan memperbaiki tatanan sosial, ekonomi, politik, di Sulawesi Tenggara.
Posisi mahasiswa sebagai intelektual yang tercerahkan memberikan peran strategis dalam menggerakkan perubahan, salah satunya di sinilah medan tanggung jawab dan ruang pengabdian kita yang sesungguhnya.
Kita adalah generasi baru yang akan menjadi bagian dari sejarah, ciptakanlah sesuatu yang berbeda dari sekitar kita.
Kehadiran intitusi pendidikan dan mahasiswa tidak hanya untuk berdiri di menara gading, tetapi harus mampu berkontribusi langsung kepada masyarakat.
Kesempatan tersebut menjadi ruang pengabdian dan panggilan hati nurani untuk berbuat yang terbaik.
Menjadi pemimpin berarti membangun harapan dan visi yang jauh ke depan melampaui generasi, sesuai dengan cita-cita pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Tulisan ini adalah salah satu bentuk kepedulian kepada almamater tercinta.
Baca juga: Prof Armid Terpilih Rektor Universitas Halu Oleo, Wamendikdsaintek Apresiasi Pilrek UHO Kendari
Bukan juga ada indikasi politis yang menggiring wacana, opini atau apapun itu.
Ini lahir dari hati nurani atas kepedulian kepada institusi pendidikan di UHO tercinta yang telah menempa dan menggembleng generasi bangsa selama ini. (*)
(TribunnewsSultra.com)