Jadi Primadona Baru, JETOUR T1 Bukukan 800 Pemesanan dalam Sebulan
BizzInsight July 13, 2026 08:36 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pasar kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi wholesales PHEV pada April 2026 mencapai 569 unit. Angka tersebut naik 60,3 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebanyak 355 unit.

Secara kumulatif, distribusi PHEV sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 2.089 unit. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya membukukan 91 unit. Artinya, distribusi PHEV secara tahunan melonjak sekitar 2.196 persen.

Meningkatnya minat terhadap kendaraan PHEV tidak terlepas dari sejumlah keunggulan yang ditawarkan. Kendaraan ini menggabungkan motor listrik dan mesin bensin sehingga pengguna dapat memanfaatkan tenaga listrik untuk mobilitas sehari-hari sekaligus tetap mengandalkan mesin bensin ketika menempuh perjalanan lebih jauh. Kombinasi tersebut menawarkan efisiensi tanpa mengurangi fleksibilitas dalam berbagai kebutuhan perjalanan.

Pertumbuhan pasar juga didorong oleh semakin banyaknya pilihan model PHEV di Indonesia, termasuk dari sejumlah merek asal China yang menawarkan teknologi elektrifikasi dengan harga lebih kompetitif. Kondisi ini menunjukkan bahwa PHEV mulai menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi secara bertahap.

Baca juga: First Drive JETOUR T1 i-DM: Menepis Kesan Intimidatif SUV Besar Lewat Handling Cerdas

JETOUR T1 Bukukan 800 Pemesanan dalam Sebulan

Di tengah meningkatnya minat terhadap kendaraan PHEV, JETOUR T1 menjadi salah satu model yang mendapat respons positif dari konsumen Indonesia.

Sejak diluncurkan pada 2026, SUV tersebut telah membukukan 800 pemesanan dalam waktu sekitar satu bulan untuk varian Internal Combustion Engine (ICE) dan Intelligent Dual Mode (i-DM). Mayoritas pemesanan tercatat berasal dari varian JETOUR T1 i-DM.

Sales Director PT JETOUR Sales Indonesia Michael Budihardja mengapresiasi tingginya minat masyarakat terhadap kedua varian tersebut.

Menurut dia, sebagian besar pemesanan berasal dari varian JETOUR T1 i-DM, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap teknologi PHEV.

Sementara itu, varian ICE tetap diminati karena menawarkan kepraktisan dan fleksibilitas untuk penggunaan sehari-hari.

“Kami sangat mengapresiasi tingginya minat masyarakat terhadap JETOUR T1 sejak resmi diperkenalkan di Indonesia,” kata Michael.

lihat foto
RESPONS PASAR - JETOUR T1 mendapat sambutan positif sejak diluncurkan di Indonesia. Dalam waktu sekitar satu bulan, SUV ini telah membukukan sekitar 800 pemesanan, dengan mayoritas berasal dari varian plug-in hybrid (PHEV) i-DM. (Dok. JETOUR)

Michael menambahkan, kuota penawaran spesial bagi 1.000 konsumen pertama kini semakin mendekati batas. Karena itu, masyarakat yang ingin memperoleh harga khusus tersebut diimbau segera melakukan pemesanan sebelum harga ritel resmi diberlakukan.

Respons terhadap JETOUR T1 i-DM turut memperlihatkan meningkatnya ketertarikan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi yang menawarkan efisiensi sekaligus fleksibilitas.

Teknologi Intelligent Dual Mode Tawarkan Efisiensi dan Fleksibilitas

Besarnya minat terhadap JETOUR T1 i-DM tidak terlepas dari teknologi yang dibawanya. Varian ini mengandalkan sistem Intelligent Dual Mode yang mengintegrasikan mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, Dedicated Hybrid Transmission, serta baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh. Baterai tersebut mendukung pengisian daya cepat dan dirancang aman untuk penggunaan jangka panjang.

Ketiga komponen itu bekerja sebagai satu sistem hybrid adaptif yang terintegrasi, bukan sekadar rangkaian komponen yang digabungkan. Sistem tersebut dapat menyesuaikan penggunaan tenaga secara otomatis berdasarkan kondisi jalan dan kebutuhan berkendara.

JETOUR T1 i-DM juga menawarkan sejumlah skenario berkendara, mulai dari Pure EV Drive, Intelligent Hybrid, Parallel Drive, Series Drive, Direct Engine Drive, hingga Energy Recovery melalui pengereman regeneratif. Seluruh sistem itu dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang efisien, natural, dan nyaman dalam berbagai kondisi perjalanan.

Berdasarkan standar WLTC, JETOUR menyebut varian i-DM mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer dalam mode listrik murni. Kemampuan tersebut memungkinkan pengguna memanfaatkan tenaga listrik untuk mobilitas sehari-hari, sekaligus tetap memiliki fleksibilitas mesin bensin ketika melakukan perjalanan lebih jauh.

Kabin Senyap dengan Karakter Urban Adventure SUV

Selain mengedepankan teknologi penggerak, JETOUR T1 menawarkan kenyamanan melalui kabin yang dirancang untuk mengurangi kebisingan.

Mobil ini menggunakan 79 titik peredam suara, double layer acoustic glass pada bagian depan dan belakang, serta ultra-quiet NVH performance yang diklaim mampu menjaga tingkat kebisingan kabin di bawah 40 desibel ketika kendaraan dalam kondisi idle.

Kenyamanan tersebut didukung oleh fitur 24 Hour Parking AC, Nap Mode, Dual Zone AC, dan ventilasi otomatis kabin. Khusus pada varian JETOUR T1 i-DM, tersedia front passenger leg rest yang memberikan posisi duduk lebih rileks bagi penumpang depan.

Kaca kendaraan juga memiliki kemampuan UV Blockage hingga 99 persen. Fitur ini membantu mengurangi paparan sinar ultraviolet ke dalam kendaraan, memberikan perlindungan bagi penumpang, sekaligus membantu menjaga kualitas interior.

Karakter Urban Adventure SUV JETOUR T1 semakin terlihat pada desain eksteriornya yang modern dan fungsional. Bagian depan dibekali motion grille yang terintegrasi dengan pencahayaan LED sehingga menciptakan tampilan front fascia yang modern dan futuristis. Identitas visualnya diperkuat four-leaf clover shape headlights yang terinspirasi dari simbol keberuntungan.

Perbedaan kedua varian juga terlihat pada bagian kaki-kaki. JETOUR T1 ICE menggunakan pelek 18 inci dengan ban berukuran 235/65 R18. Sementara itu, varian i-DM dibekali pelek 19 inci dan ban 235/60 R19 berteknologi Run Flat Tire. Teknologi ini memungkinkan kendaraan tetap melaju dalam kondisi tertentu meskipun tekanan angin ban berkurang.

Harga Spesial dan Layanan Purnajual

Selain menawarkan teknologi, kenyamanan, dan desain khas Urban Adventure SUV, JETOUR T1 juga hadir dengan program harga spesial bagi 1.000 konsumen pertama.

Dalam program tersebut, JETOUR T1 ICE ditawarkan seharga Rp388 juta, sedangkan JETOUR T1 i-DM dibanderol Rp538 juta. Kedua harga ini berlaku untuk wilayah Jakarta.

Setelah kuota 1.000 konsumen pertama terpenuhi, harga ritel resmi JETOUR T1 ICE akan menjadi Rp408 juta. Sementara itu, JETOUR T1 i-DM akan dipasarkan dengan harga Rp558 juta untuk wilayah Jakarta.

Setiap pembelian JETOUR T1, konsumen mendapatkan berbagai keuntungan purnajual berupa garansi kendaraan dan mesin selama enam tahun tanpa batas kilometer. Khusus varian i-DM, konsumen mendapatkan garansi baterai selama delapan tahun atau 160.000 kilometer. JETOUR turut memberikan gratis biaya jasa dan suku cadang hingga tiga tahun atau 30.000 kilometer.

JETOUR T1 tersedia dalam pilihan warna Electroplated Green, Sand Gold, Aviation Silver, Khaki White, dan Carbon Crystal Black. Electroplated Green menjadi warna eksklusif dengan biaya tambahan Rp10 juta. 

Baca juga: JETOUR T1 dan T1 i-DM, Dua Pilihan Urban Adventure SUV untuk Kebutuhan Berkendara Modern

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.