Harkopnas 2026, Hanya 29 Koperasi dari 490 yang Dinilai Sehat di Kota Banjarmasin
Irfani Rahman July 13, 2026 08:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di momentum Hari Koperasi Nasional 2026 ke-79, Hampir separuh koperasi di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan masih belum beroperasi optimal. 

Dari sekitar 490 koperasi yang tercatat, lebih dari 200 di antaranya tidak aktif. Bahkan, hanya 29 koperasi yang dinilai benar-benar sehat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Banjarmasin, Machli Riyadi menjelaskan, sekira 290 koperasi masih aktif menjalankan kegiatan. Akan tetapi, jumlah yang memenuhi indikator koperasi sehat masih relatif sedikit.

"Yang aktif sekitar 50 persen lebih, tetapi yang benar-benar sehat hanya 29 koperasi," ungkapnya, Senin (13/7/2026).

Ditambahkan Machli, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk membangkitkan kembali gerakan koperasi agar mampu bersaing dengan perkembangan ekonomi modern.

Baca juga: Dilaporkan Sang Paman Atas Dugaan Penganiayaan, Mantan Wali Kota Banjarbaru Aditya: Itu Fitnah

Baca juga: Kecelakaan di A Yani Km 19 Landasan Ulin Banjarbaru, Satu Orang Pemotor Dikabarkan Meninggal Dunia

Ia menilai, koperasi pernah menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pada masa lampau. Namun, seiring berkembangnya sistem ekonomi modern, eksistensi koperasi perlahan meredup.

"Banyak yang menganggap tata kelola ekonomi modern lebih maju, sehingga koperasi sempat ditinggalkan. Sekarang kami ingin mengembalikan marwah koperasi agar kembali relevan dengan perkembangan zaman," ujarnya.

Sebab itu, Diskopumker juga mendorong seminar nasional yang menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah pusat hingga sektor swasta.

Salah satunya Asisten Deputi Digitalisasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) Riza Azmi, yang mendorong koperasi memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.

Selain itu, Ketua Umum DPP Aksyindo, Sutjipto, dihadirkan untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan koperasi syariah yang berhasil berkembang menjadi percontohan nasional. 

Sementara Grab turut dilibatkan melalui program Kota Masa Depan guna memperkenalkan ekosistem ekonomi digital kepada koperasi di Banjarmasin.

Di sisi lain, Machli mengatakan pemerintah juga mulai memfokuskan pembinaan terhadap 52 Koperasi Merah Putih yang telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Menurutnya, secara administrasi koperasi tersebut sudah siap beroperasi. Meski sebagian belum memiliki gedung sendiri, pemerintah berharap seluruhnya mulai aktif menjalankan usaha dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

"Kami ingin koperasi tidak hanya berdiri secara administrasi, tetapi benar-benar hidup, produktif dan memberikan manfaat bagi anggotanya maupun masyarakat," tutupnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.