Prediksi Skor Argentina vs Inggris, H2H, Jadwalnya di Piala Dunia 2026 & Sejarah Kekalahan di 2002
Dedy Qurniawan July 13, 2026 09:03 PM

BANGKAPOS.COM - Pertandingan klasik penuh gengsi dipastikan bakal tersaji kala Tim Nasional Inggris bersua Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026.

Jadwal siaran langsung duel krusial ini akan digelar di Atlanta Stadium pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB, 03.00 WITA, atau 04.00 WIT.

Pertandingan bergengsi ini dapat ditonton melalui siaran langsung di TVRI, serta live streaming di MaxStream dan Folaplay.

Kepastian bentrok antardua kekuatan besar sepak bola dunia ini diperoleh setelah masing-masing tim sukses menumbangkan lawan mereka di fase perempat final.

Inggris sukses menyegel tiket ke babak empat besar setelah menundukkan Norwegia dengan skor tipis 2-1 pada laga perempat final yang berlangsung Minggu (12/7/2026) pagi WIB.

Sementara itu, langkah mantap juga ditunjukkan Argentina yang melaju ke semifinal seusai menghempaskan Swiss lewat kemenangan meyakinkan 3-1.

Meskipun selalu konsisten mencetak gol pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, kapten sekaligus megabintang Argentina, Lionel Messi, gagal mencatatkan namanya di papan skor saat bersua Swiss.

Kendati demikian, legenda Timnas Inggris, Wayne Rooney, menegaskan bahwa sosok pemain berjuluk La Pulga tersebut akan tetap menjadi ancaman yang sangat berbahaya bagi skuad The Three Lions.

Rooney menilai bahwa meskipun Messi kurang berkontribusi dalam membantu lini pertahanan, ia memiliki kemampuan luar biasa untuk menentukan jalannya laga lewat kualitasnya di momen-momen krusial.

Mantan penyerang Manchester United itu juga melihat adanya kemiripan karakteristik antara Messi dengan gelandang andalan Inggris saat ini, Jude Bellingham.

“Ia bisa menjadi kelemahan bagi pertahanan Argentina. Ia tak berlari mundur, tetapi memiliki momen-momen besar, sedikit mirip dengan Jude Bellingham,” ucap eks pemain yang sudah mencetak 53 gol untuk Inggris itu, dikutip dari BBC sebagaimana dilansir kompas.com.

“Yang penting tentang Messi adalah pengambilan keputusannya. Ia menjadi lebih baik pada momen-momen penting dalam pertandingan, dan ia kerap membuat keputusan yang tepat,” tambahnya.

Rooney pun membagikan pandangannya mengenai strategi yang wajib diterapkan oleh barisan pertahanan Inggris apabila ingin meredam pergerakan penyerang berusia 39 tahun tersebut.

“Menjaga Lionel Messi adalah tentang konsentrasi dan komunikasi,” ujar sosok legendaris Setan Merah tersebut.

“Berkomunikasi dengan rekan satu tim tentang posisi yang mungkin biasanya tidak Anda perhatikan,” sambungnya.

Mengenai kondisi terkini pemain, masalah di posisi bek kanan Inggris terus berlanjut karena Jarell Quansah masih menjalani skorsing sementara Reece James yang rentan cedera mungkin tidak akan diturunkan sejak awal.

Jadi, Djed Spence akan kembali ke susunan pemain atau Ezri Konsa bisa terus mengisi posisi tersebut, dengan John Stones berpasangan dengan Marc Guehi di posisi tengah.

Cedera pergelangan tangan Jordan Henderson di Mexico City membutuhkan operasi dan kemungkinan akan membuatnya absen, tetapi Tuchel berharap Declan Rice dapat pulih dari penyakit yang jelas-jelas memengaruhinya saat melawan Norwegia.

Di lini depan, Harry Kane siap meraih penampilan ke-121-nya, melampaui Wayne Rooney sebagai pemain non-kiper Inggris dengan penampilan terbanyak - kiper Peter Shilton memegang rekor keseluruhan dengan 125 penampilan.

Bellingham, pemain andalan Three Lions di turnamen ini, telah mencetak dua gol dalam dua pertandingan berturut-turut, menyamai rekor kaptennya dengan enam gol sejauh ini.

Keduanya bersaing memperebutkan Sepatu Emas yang epik, yang dipimpin bersama oleh Messi (delapan), yang juga dua kali gagal mengeksekusi penalti.

Dengan assist-nya melawan Swiss, pemain andalan Argentina ini kini telah mencapai angka dua digit untuk kontribusi gol di dua Piala Dunia terakhir.

Julian Alvarez atau Lautaro Martinez - keduanya mencetak gol di babak perpanjangan waktu akhir pekan lalu - akan berduet dengan Messi, sehingga Scaloni harus membuat keputusan yang sulit.

Meskipun Thiago Almada tampil mengesankan setelah masuk dari bangku cadangan, Leandro Paredes menawarkan perlindungan defensif yang lebih baik di lini tengah sehingga kemungkinan besar susunan pemain akan tetap sama.

Baca juga: Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Lengkap WIB, WITA, WIT : Argentina vs Inggris & Spanyol vs Prancis

Prediksi Susunan Pemain

  • Inggris (4-2-3-1): Pickford; James, Konsa, Guehi, O'Reilly; Anderson, Rice; Saka, Bellingham, Gordon; Kane
  • Argentina (4-4-2): Emi Martinez; Molina, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; De Paul, Paredes, Mac Allister, Fernandez; Messi, Alvarez

Head to Head

Sejarah mencatat pertemuan kedua negara di ajang Piala Dunia selalu berlangsung dengan tensi tinggi dan sarat akan drama historis:

  • 2002: Inggris 1-0 Argentina (Babak Grup)
  • 1998: Argentina 2-2 Inggris (Argentina menang 4-3 lewat Adu Penalti)
  • 1986: Argentina 2-1 Inggris (Perempat Final)
  • 1966: Inggris 1-0 Argentina (Perempat Final)
  • 1962: Inggris 3-1 Argentina (Babak Grup)

Lima Pertandingan Terakhir Inggris:

  • 12 Juli 2026: Inggris 2-1 Norwegia (Piala Dunia)
  • 6 Juli 2026: Inggris 3-2 Meksiko (Piala Dunia)
  • 1 Juli 2026: Inggris 2-1 D.R. Kongo (Piala Dunia)
  • 28 Juni 2026: Inggris 2-0 Panama (Piala Dunia)
  • 24 Juni 2026: Inggris 0-0 Ghana (Piala Dunia)

Lima Pertandingan Terakhir Argentina:

  • 12 Juli 2026: Argentina 3-1 Swiss (Piala Dunia)
  • 7 Juli 2026: Argentina 3-2 Mesir (Piala Dunia)
  • 4 Juli 2026: Argentina 3-2 Tanjung Verde (Piala Dunia)
  • 28 Juni 2026: Argentina 3-1 Yordania (Piala Dunia)
  • 23 Juni 2026: Argentina 2-0 Austria (Piala Dunia)

Prediksi Skor

Berkaca pada performa impresif dan tren kemenangan yang ditunjukkan oleh kedua tim sepanjang turnamen ini, laga diprediksi akan berjalan sangat ketat dan berimbang sejak menit awal.

Kami memprediksi skor akhir Argentina vs Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 ini adalah 1-1 di waktu normal hingga babak tambahan, sehingga pemenang harus ditentukan melalui babak adu penalti dengan persentase kemenangan fifty-fifty (50:50) bagi kedua negara.

Sementara itu, situs Sportsmole memprediksi hasil akhir adalah Argentina 2 vs 1 Inggris.

Sejarah Kekalahan di 2002

Mantan bintang Manchester United, David Beckham, sempat menjadi sasaran amarah publik Inggris akibat tindakan emosionalnya pada gelaran Piala Dunia 1998.

Namun, waktu empat tahun rupanya cukup bagi sang gelandang untuk membalikkan narasi negatif dan keluar sebagai pahlawan saat bersua rival lawas mereka, Argentina.

Beckham sebelumnya memikul status sebagai biang keladi kegagalan Tiga Singa setelah disingkirkan oleh Argentina di fase 16 besar Piala Dunia 1998.

Pemicunya adalah kartu merah yang diterima pemain bernomor punggung 7 itu pada menit ke-47 setelah kedapatan menendang Diego Simeone.

Padahal, papan skor saat itu tengah menunjukkan angka sama kuat 2-2.

Kehilangan satu pilar penting memaksa armada Tiga Singa merapatkan barisan dan bermain lebih defensif.

Skor imbang 2-2 tersebut tidak berubah sedikit pun hingga waktu normal berakhir.

Pertandingan sengit itu pun terpaksa berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Sepanjang dua kali lima belas menit tambahan, kedua kesebelasan tetap mengalami kebuntuan untuk mencetak gol kemenangan.

Inggris memilih menumpuk hampir seluruh pemainnya di area pertahanan demi menahan gempuran lawan.

Akibatnya, penentuan pemenang harus diselesaikan melalui drama adu penalti.

Dalam ujian mental di babak tos-tosan tersebut, Argentina tampil lebih tenang dan mengunci kemenangan dengan skor 4-3.

Pasca-insiden kelam itu, Beckham dihujani berbagai kecaman keras hingga ancaman dari publik yang kecewa.

Dirinya dicap sebagai sosok utama yang menghancurkan mimpi besar tim nasionalnya.

Kendati demikian, mentalitas Beckham tidak lantas hancur akibat tekanan tersebut.

Ia bertekad membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu dirigen lini tengah terbaik yang pernah dilahirkan Inggris.

Pembuktian awal itu ia tunjukkan lewat performa gemilang bersama Setan Merah.

Beckham sukses mengantarkan Manchester United merengkuh gelar treble yang bersejarah pada tahun 1999.

Kerja kerasnya berbuah manis dengan kembali dipanggil memperkuat lini tengah Inggris pada babak kualifikasi Piala Dunia 2002.

Hubungan retak dengan para suporter mulai mencair setelah ia menjadi juru selamat tim di fase kualifikasi.

Eksekusi tendangan bebas indahnya ke gawang Yunani memastikan tiket lolos bagi Inggris menuju putaran final Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang.

Berdasarkan hasil undian, Inggris menempati Grup F bersama kekuatan sepak bola lain seperti Swedia, Argentina, dan Nigeria.

Situasi ini menjadi panggung sempurna bagi Beckham untuk menuntaskan misi penebusan dosanya karena takdir kembali mempertemukannya dengan Argentina di fase grup.

Pada matchday pertama, langkah awal Inggris sempat tertahan setelah bermain imbang 1-1 kontra Swedia.

Di pihak lain, Argentina sukses mengamankan poin penuh setelah menjinakkan perlawanan Nigeria dengan skor tipis 1-0.

Kondisi tersebut menuntut Tiga Singa untuk mengamankan poin penuh demi memperpanjang napas mereka di turnamen ini.

Menariknya, ujian krusial yang harus mereka lewati adalah menghadapi sang rival abadi, Argentina.

Juru taktik Argentina kala itu, Marcelo Bielsa, langsung menurunkan komposisi terbaiknya termasuk nama-nama beken seperti Walter Samuel, Javier Zanetti, Juan Sebastian Veron, Diego Simeone, dan Gabriel Batistuta.

Di kubu seberang, Sven-Goran Eriksson juga menurunkan kekuatan penuh dengan mengandalkan Rio Ferdinand, David Beckham, Paul Scholes, hingga penyerang lincah Michael Owen.

Jual beli serangan langsung tersaji dengan sengit sejak peluit pertama ditiup oleh pengadil lapangan.

Kendati demikian, lini pertahanan kedua tim sama-sama tampil disiplin sehingga menyulitkan lahirnya gol pembuka.

Laga babak pertama sempat terganggu akibat cedera yang menimpa Owen Hargreaves pada menit ke-19.

Gelandang bertahan tersebut terpaksa menyudahi laga lebih cepat dan posisinya digantikan oleh Trevor Sinclair.

Momen sial bagi lini belakang Tim Tanggo akhirnya datang mendekati turun minum.

Mauricio Pochettino yang kini menukari Paris Saint-Germain menjatuhkan Michael Owen di dalam area terlarang.

Tanpa keraguan, wasit legendaris Pierluigi Collina langsung menunjuk titik putih sebagai hukuman atas pelanggaran tersebut.

Ketegangan sempat menyelimuti stadion mengenai siapa yang akan maju mengeksekusi penalti krusial tersebut.

Inggris sebenarnya memiliki beberapa nama penendang andal, termasuk sang kapten sendiri.

Tanpa ragu, Beckham langsung mengambil alih si kulit bundar dan meletakkannya di titik putih.

Sorot matanya menunjukkan ketenangan sekaligus fokus yang sangat mendalam.

Bahkan, tidak ada satu pun penggawa Inggris lain yang berniat menggantikan posisinya sebagai eksekutor.

Sang kapten kemudian melepaskan sepakan keras yang menghujam tepat ke area tengah gawang.

Penjaga gawang Argentina, Pablo Cavallero, mati langkah dan gagal menghalau laju bola kiriman Beckham.

Papan skor pun berubah untuk keunggulan Inggris menjadi 1-0.

Gol pemecah kebuntuan itu langsung disambut gemuruh suka cita dari ribuan pendukung Inggris yang memadati Sapporo Dome.

"Pegang cangkir dan gelasnya kembali ke rumah. Anda dapat menghancurkannya sekarang. Beckham telah mencetak gol untuk Inggris!" kata komentator legendaris, John Motson, saat itu.

Torehan tunggal dari titik putih tersebut menjadi satu-satunya pembeda hingga laga usai.

Tambahan tiga angka ini membuka jalan lebar bagi Inggris untuk melaju ke babak sistem gugur.

Selepas pertandingan berakhir, Beckham tidak dapat menyembunyikan rasa lega yang membuncah di dadanya.

Ia merasa sangat bersyukur bisa melewati masa-masa sulit dan memenangkan kembali hati para pendukung negaranya.

"Saya sudah menunggu lama kemenangan ini. Ini adalah momen yang dinanti dalam waktu yang lama," papar Beckham melansir FIFA.

Pada laga pamungkas grup, Inggris bermain aman dan menyudahi laga dengan skor kacamata 0-0 saat bersua Nigeria.

Sementara itu, langkah Argentina tertahan setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Swedia.

Kombinasi hasil tersebut mengantarkan Inggris melaju ke babak 16 besar dengan status runner-up Grup F.

Adapun posisi puncak grup dikuasai oleh Swedia yang unggul produktivitas gol meski mengoleksi poin sama, yaitu lima angka.

Di sisi lain, Argentina harus mengepak koper lebih awal setelah terdampar di peringkat ketiga klasemen akhir.

Dari tiga laga yang dilakoni, Tim Tanggo hanya sanggup mendulang empat poin dari hasil satu kemenangan, satu kali imbang, dan sekali kalah.

Perjalanan Inggris sendiri pada akhirnya harus terhenti di babak perempat final.

Langkah juara Piala Dunia 1966 itu dihentikan oleh sang calon juara, Brasil, dengan kekalahan tipis 2-1.

Meski begitu, momen keunggulan atas Argentina di fase grup tetap abadi sebagai salah satu laga paling ikonik yang selalu dikenang sepanjang masa.

Prediksi dari Sejumlah Tokoh di Bangka Belitung

Ya, babak semifinal Piala Dunia 2026 memunculkan beragam prediksi mengenai dua tim yang akan melaju ke partai final.

Termasuk prediksi dari sejumlah tokoh di Bangka Belitung. 

Mereka ikut memberikan analisis mereka terkait peluang empat raksasa sepak bola dunia, yakni Spanyol, Prancis, Inggris, dan Argentina.

Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur, Fezzi Uktolseja meyakini partai final akan mempertemukan Spanyol dan Inggris.

"Kalau untuk pertandingan semifinal antara Spanyol melawan Prancis, saya pegang Spanyol yang lolos. Sementara untuk laga Inggris menghadapi Argentina, saya prediksi Inggris yang menang. Jadi finalnya nanti Spanyol lawan Inggris," ujar Fezzi saat ditemui, Senin (13/7).

Menurut Fezzi, duel Inggris kontra Argentina akan berlangsung terbuka dengan banyak peluang tercipta. Ia bahkan memperkirakan pertandingan akan menghasilkan lima gol.

"Kalau pertandingan Argentina melawan Inggris, perkiraan saya skornya akan ketat berakhir 3-2 untuk kemenangan Inggris," ungkapnya.

Fezzi menilai ketergantungan Argentina terhadap Lionel Messi menjadi salah satu faktor yang bisa menghambat langkah juara bertahan tersebut menuju final.

"Memang kita tahu Lionel Messi itu pemain hebat. Tapi masalahnya, di Argentina itu semua hal hanya bertumpu pada Messi saja. Berbeda dengan kedalaman skuad yang dimiliki oleh Inggris saat ini," tuturnya.

Ia juga menilai Inggris memiliki variasi serangan yang lebih baik sehingga tidak hanya bergantung kepada Harry Kane.

"Kalau di Inggris itu, kemarin waktu Harry Kane dimatikan pergerakannya oleh lawan, mereka masih punya lini serang lain yang berbahaya seperti Jude Bellingham. Jadi musuh bingung mau jaga antara Harry Kane atau Jude Bellingham," jelasnya.

Untuk semifinal lainnya, Fezzi tetap menjagokan Spanyol meski mengakui Prancis memiliki lini depan yang sangat berbahaya.

"Prancis memang punya striker yang hebat-hebat di lini depan mereka. Tapi kalau kita telisik, lini tengah Spanyol jauh lebih hebat dan lebih kreatif untuk mengontrol jalannya pertandingan. Karena alasan itulah saya rasa Spanyol yang akan lolos," tambahnya.

Ia memprediksi Spanyol menang tipis atas Prancis. "Umtuk laga Prancis melawan Spanyol, sepertinya akan selesai dengan skor 2-1 untuk Spanyol," katanya.

Mengenai calon juara, Fezzi akhirnya menjagokan Inggris setelah tim favoritnya, Norwegia, telah tersingkir.

"Sebenarnya saya dukung Norwegia karena suka tim underdog yang mengejutkan, tapi karena sudah kalah, jadi tahun ini kayaknya Inggris yang juara," tutupnya.

Ketua Askab PSSI Belitung Timur yang juga Anggota DPRD Belitung Timur, Endriansyah memprediksi partai final akan mempertemukan Spanyol dengan Argentina.

"Pertama-tama terima kasih, kami dari PSSI Belitung Timur menyambut baik liputan ini. Menanggapi fase krusial ini, dua pertandingan di semifinal nanti jelas cukup susah untuk diprediksi," ujar End.

Menurutnya, Spanyol tampil lebih konsisten sepanjang turnamen meski harus menghadapi Prancis yang memiliki materi pemain berkualitas.

"Kalau melihat dari permainan waktu di penyisihan grup, Spanyol sebenarnya sangat layak untuk maju ke final. Tapi di sisi lain mereka harus menghadapi Prancis yang kita tahu diisi oleh materi pemain yang sudah luar biasa solid dan kemampuannya di atas rata-rata," ucapnya.

End menilai kecepatan permainan sayap menjadi senjata utama Tim Matador. 

"Spanyol sekarang masih didominasi dari posisi winger, mereka masih sangat mengandalkan Lamine Yamal untuk menusuk dari sisi sayap," katanya.

Untuk laga Argentina melawan Inggris, End tetap menjagokan Lionel Messi dan kolega meski mengakui perjalanan mereka tidak mudah.

"Untuk pertandingan kedua antara Argentina dengan Inggris, kita lihat memang Argentina dalam beberapa pertandingan terakhir ini agak berat di dalam lapangan. Tapi, kayaknya mereka tetap akan memenangkan pertandingan melawan Inggris ini," jelasnya.

Ia menilai faktor Lionel Messi masih menjadi pembeda bagi Argentina.

"Argentina sudah pasti karena pengaruh Lionel Messi. Faktor keberuntungan di beberapa match terakhir ada di Messi, walau pemain lain selalu ikut andil dalam gol tapi seakan semua pemain Argentina itu menjadi satu dengan Messi," ucapnya.

Berbeda dengan dua tokoh asal Belitung Timur tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Eddy Iskandar, memprediksi final Piala Dunia 2026 kembali mempertemukan Argentina dan Prancis seperti edisi 2022.

Menurut Eddy, Prancis dan Argentina memiliki peluang lebih besar untuk lolos dari babak semifinal.

"Prediksi saya, Prancis menang 1-0 atas Spanyol. Kemudian Argentina menang 2-1 melawan Inggris," kata Eddy Iskandar.

Ia menilai Prancis memiliki pertahanan yang solid, sedangkan Argentina sedang berada dalam performa terbaik sepanjang turnamen. Pada partai final, Eddy memperkirakan Argentina kembali mampu mengalahkan Prancis dan mempertahankan gelar juara dunia.

"Kalau final, saya prediksi Argentina menang 2-0 atas Prancis dan menjadi juara Piala Dunia 2026," terangnya.

Babak semifinal Piala Dunia 2026 dijadwalkan mempertemukan Prancis melawan Spanyol pada 15 Juli 2026 di Dallas Stadium.

Sehari berselang, Argentina akan menghadapi Inggris di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Dua pemenang semifinal tersebut akan bertemu pada laga final yang digelar 19 Juli 2026 di MetLife Stadium, New Jersey. (FIFA/ kompas.com/ Bangkapos.com/ Dedy Qurniawan/z1/riu)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.