BANGKAPOS.COM – Identitas satu keluarga yang menjadi korban kecelakaan maut di ruas Tol Terbanggi Besar–Simpang Pematang–Kayu Agung (Terpeka) KM 187+600 Jalur A, Lampung, pada Sabtu (11/7/2026) sore.
Satu keluarga tersebut diketahui tinggal di lingkungan Perumnas 2 Gang Dahlia, Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.
Dalam insiden tersebut, Raden Muhammad Feriansyah (46) dan Yuniarti (46), Intan (28) dan Kopli Anwar (70), dilaporkan meninggal dunia akibat benturan keras yang menghancurkan bagian depan mobil mereka.
Sementara itu, putri dari Yuniarti, Azikra (17), menjadi satu-satunya korban selamat namun harus mengalami luka berat.
Baca juga: Sosok Aiptu Raden Muhammad Feriansyah Tewas Kecelakaan Bersama Keluarga Usai Liburan di Tol Terpeka
Kepergian mendadak empat anggota keluarga ini menyisakan kesedihan mendalam bagi kerabat, tetangga, hingga pihak sekolah, mengingat para korban dikenal sebagai pribadi yang sangat baik.
Di mata masyarakat sekitar tempat tinggalnya di Kelurahan Bandar Jaya, keluarga korban dikenal sebagai sosok warga yang ramah.
Kehadiran mereka di lingkungan Perumnas 2 selalu membawa kesan positif karena pembawaannya yang hangat.
Hal ini dibenarkan oleh Ena, salah seorang tetangga dekat rumah korban.
Ia mengaku sangat terkejut dan terpukul saat pertama kali mendengar kabar duka yang menimpa tetangganya tersebut.
"Orangnya baik. Kami semua kaget mendapat kabar kecelakaan itu," kenang Ena, Minggu (12/7/2026).
Musibah ini juga membawa awan hitam bagi institusi pendidikan di Lahat, khususnya SMA Negeri 2 Lahat.
Korban selamat yang mengalami luka berat, Azikra, merupakan siswi aktif kelas XII di sekolah tersebut.
Saat ini, Azikra masih harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit YMC Lampung Tengah akibat luka berat yang dideritanya.
Baca juga: Profesi dan Jejak Karier Rugun Saragih Istri Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Tersangka Korupsi
Sosoknya sebagai anak didik yang kini kehilangan orang-orang tercinta memicu simpati luas dari pihak sekolah.
Kepala SMA Negeri 2 Lahat, Dr. Tri Turnadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas petaka yang menimpa keluarga anak didiknya tersebut.
"Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan Azikra segera diberikan kesembuhan. Pihak sekolah berencana datang melayat ke rumah duka," ungkap Tri Turnadi, Minggu (12/7/2026).
Kini, jenazah ketiga korban telah dipulangkan dan tiba di rumah duka di Lahat secara bertahap sejak Minggu subuh, disambut oleh isak tangis histeris dari keluarga besar serta para tetangga yang melayat.
Berdasarkan informasi yang beredar, Raden Muhammad Feriansyah merupakan personel Polri aktif berpangkat Aiptu (Ajun Inspektur Polisi Satu) yang berdinas di Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumsel.
Raden beralamat di Kenten, Palembang, Sumatra Selatan.
Aiptu Raden Feriansyah meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras.
Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, Aiptu Raden Feriansyah bersama keluarganya baru saja menikmati momen kebersamaan yang bahagia.
Mereka melakukan perjalanan jauh untuk berlibur ke Yogyakarta guna mengisi waktu liburan sekolah.
Nahas, perjalanan pulang menuju Lahat dengan mengendarai mobil Toyota Avanza bernomor polisi BG 1069 IH itu berubah menjadi tragedi.
Baca juga: Curiga Ada Sabotase, Polisi Selidiki Penyebab Terbakarnya Damkar Satu-satunya Milik Bangka Barat
Okta, rekan dari korban (Yuniarti), membenarkan bahwa rombongan satu keluarga ini sedang dalam rute pulang dari berwisata.
"Mereka habis liburan dari Jogja dan mau pulang ke Lahat," tutur Okta.
Mobil yang dikemudikan oleh Raden Muhammad Feriansyah, melaju dari arah Lampung menuju ke arah Palembang.
Sesampainya di Tol Terpeka KM 187+600 sekitar pukul 15.50 WIB, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk berat.
Mobil langsung menabrak bagian belakang Truk Hino Tractor bernomor polisi B 9924 UIY yang berada tepat di depannya.
Kasat Lantas Polres Tulang Bawang, AKP Ayu Tiara Kanchika, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan indikasi faktor cuaca maupun kondisi jalan sebagai penyebab utama.
"Dugaan sementara, kecelakaan dipicu faktor human error karena pengemudi kehilangan konsentrasi akibat mengantuk," ujar AKP Ayu saat dikonfirmasi melansir dari Kompas.com.
Baca juga: Profesi dan Rekam Jejak Don Ritto, Adik Kelas Febrie Adriansyah Tersangka TPPU, Rp520 Juta Disita
Sementara itu di lingkungan rumahnya, Perumnas 2 Gang Dahlia, Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Lahat, kehadiran Azikra dan keluarganya selalu dikenal sebagai sosok yang hangat dan ramah.
Ena, salah seorang tetangga dekat, mengaku sangat terkejut dan terpukul saat pertama kali mendengar kabar duka yang menimpa tetangganya tersebut.
"Orangnya baik. Kami semua kaget mendapat kabar kecelakaan itu," kenang Ena.
Sementara, Az yang mengalami luka berat masih harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit YMC Lampung Tengah.
Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, keluarga ini diketahui baru saja menikmati momen kebersamaan yang bahagia.
Mereka melakukan perjalanan jauh untuk berlibur ke Yogyakarta.
Kecelakaan maut tersebut terjadi saat mereka dalam perjalanan pulang menuju ke Lahat dengan mengendarai mobil Toyota Avanza bernomor polisi BG 1069 IH.
Okta, salah seorang rekan dari korban Yuniarti, membenarkan bahwa rombongan satu keluarga ini sedang dalam rute pulang dari berwisata.
"Mereka habis liburan dari Jogja dan mau pulang ke Lahat," tutur Okta.
Mobil rombongan tersebut dikemudikan oleh Raden Muhammad Feriansyah.
Kecelakaan terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 15.50 WIB.
Saat itu, mobil Avanza yang membawa empat orang penumpang melaju dari arah Lampung menuju ke arah Palembang dengan melintasi lajur satu.
Baca juga: Prediksi Skor Prancis Vs Spanyol 15 Juli 2026, Line-Up, H2H dan Jam Tanding 4 Besar Piala Dunia 2026
Baca juga: Bagan Terbaru 4 Besar Piala Dunia 2026, Prediksi Skor, Jadwal dan Peluang Lolos Juara Tiga dan Final
Baca juga: Prediksi Skor Argentina Vs Inggris 16 Juli 2026, Line-Up, H2H dan Jam Duel 4 Besar Piala Dunia 2026
Sesampainya di Tol Terpeka KM 187+600 Jalur A, pengemudi Avanza diduga kuat kehilangan konsentrasi akibat mengantuk.
Akibatnya, laju kendaraan menjadi tidak terkendali.
Karena hilangnya kendali, mobil Avanza tersebut langsung menabrak bagian belakang Truk Hino Tractor bernomor polisi B 9924 UIY yang saat itu posisinya berada tepat di depan mereka.
Benturan keras yang terjadi di lajur tol tersebut menyebabkan bagian depan mobil Avanza mengalami kerusakan yang sangat parah.
Akibat hantaman keras tersebut, tiga orang penumpang (Raden Muhammad Feriansyah, Yuniarti, dan Kopli Anwar) meninggal dunia langsung di lokasi kejadian.
Petugas Ditlantas Polda Lampung bersama Unit Laka Polres Tulang Bawang langsung turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti di lokasi.
(Tribunsumsel.com/Aggi Suzatri/Ehdi Amin/Kompas.com/Bangkapos.com)