Posisi wasit di final Piala Dunia merupakan peran yang sangat penting, namun pertanyaannya adalah siapa yang akan memimpin pertandingan terbesar dalam dunia sepak bola ini?
Final Piala Dunia adalah laga paling bergengsi dalam sepak bola dunia.
Setiap aksi akan dianalisis dengan cermat, begitu juga setiap keputusan yang diambil oleh wasit. Karena itu, sangat penting bagi FIFA untuk menunjuk tim ofisial pertandingan yang tepat.
Dengan pertandingan final yang masih beberapa hari lagi, kita dapat melihat siapa saja kandidat yang berpeluang mendapatkan kehormatan tersebut.
Satu hal yang pasti, baik Michael Oliver maupun Anthony Taylor tidak akan memimpin final, bahkan jika Inggris tidak lolos ke sana.
Keduanya tidak diizinkan memimpin pertandingan yang melibatkan tim Inggris, dan mereka juga dilarang memimpin laga yang melibatkan Argentina karena ketegangan historis yang terkait dengan Perang Falklands tahun 1982.
Ivan Barton juga kecil kemungkinan akan ditunjuk, karena ia sudah dijadwalkan memimpin semifinal pertama antara Prancis dan Spanyol.
Wasit asal El Salvador itu telah memimpin tiga pertandingan di turnamen ini, termasuk laga antara Turki melawan Paraguay di mana ia mengeluarkan kartu merah untuk Miguel Almiron setelah pemain tersebut menutupi mulutnya ketika beradu pendapat dengan Mert Muldur.
FIFA juga berusaha mempertahankan aturan netralitas konfederasi sepanjang turnamen ini. Jika dua tim dari dua konfederasi berbeda bertemu, mereka berupaya memastikan wasit berasal dari konfederasi lain di luar keduanya.
Satu-satunya pengecualian terjadi ketika Argentina (CONMEBOL) menghadapi Swiss (UEFA) dan wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, yang memimpin laga tersebut.
Sementara ketika Inggris menghadapi Kroasia dan Norwegia, Clement Turpin bertugas sebagai wasit utama. Karena ketiga tim tersebut berasal dari Eropa, hal ini tidak dianggap sebagai pelanggaran besar terhadap prinsip netralitas tersebut.
Lalu, siapa saja kandidat favorit untuk memimpin final?
Wasit asal Polandia, Szymon Marciniak, yang memimpin final Piala Dunia 2022, berpeluang mencetak sejarah jika kembali ditunjuk, karena ia akan menjadi orang pertama yang memimpin dua final Piala Dunia.
Pada final 2022, ia memberikan tiga penalti — satu untuk Argentina dan dua untuk Prancis — serta telah memimpin beberapa pertandingan di turnamen kali ini, termasuk laga fase grup Argentina melawan Aljazair, di mana ia tidak mengeluarkan kartu merah untuk Lionel Messi.
Pada tahun 2023, Marciniak juga menjadi wasit final Liga Champions dan final Piala Dunia Antarklub. Ia kemungkinan besar akan dipilih jika final mempertemukan Inggris dengan Prancis atau Spanyol, sesuai dengan kebijakan netralitas konfederasi FIFA.
Para penggemar Inggris tentu mengenal Alireza Faghani dengan baik, karena ia mengeluarkan kartu merah untuk Jarell Quansah dalam kemenangan dramatis Inggris atas Meksiko di Stadion Azteca.
Faghani diperkirakan menjadi salah satu kandidat utama untuk memimpin final pada 19 Juli, mengingat ia telah memimpin beberapa pertandingan besar di turnamen musim panas ini, termasuk Prancis vs Senegal, Kolombia vs Portugal, dan Inggris vs Meksiko.
Pada laga Prancis vs Senegal, ia memutuskan untuk tidak memberikan penalti atas pelanggaran terhadap Kylian Mbappe, meskipun tim VAR menyarankan tinjauan ulang dan ia telah menonton tayangan ulang di monitor pinggir lapangan.
Keputusan tersebut mungkin dianggap oleh FIFA sebagai tanda ketegasan dan kepercayaan diri, yang bisa membuatnya dipercaya memimpin pertandingan terbesar di dunia sepak bola.
Wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, juga telah memimpin tiga pertandingan di Piala Dunia 2026 sejauh ini, yakni Jepang vs Belanda, Uruguay vs Spanyol, dan Brasil vs Norwegia.
Pada pertandingan Brasil vs Norwegia, ia memberikan dua penalti untuk A Selecao, meskipun Bruno Guimaraes gagal mengeksekusi penalti pertama.
Ia juga mengeluarkan kartu merah untuk Agustin Canobbio pada babak perpanjangan waktu laga Uruguay vs Spanyol, yang berakhir dengan tersingkirnya Uruguay dari fase grup.
Jika Inggris mencapai final dan Clement Turpin ditunjuk sebagai wasit, komentar lama Thomas Tuchel tentang kinerjanya pasti akan kembali diperbincangkan.
Tuchel pernah berkata, “Saya akan memberinya nilai satu dari sepuluh. Ia benar-benar buruk,” setelah diusir dari area teknis oleh Turpin pada pertandingan Bayern Munich melawan Manchester City tahun 2023.
Turpin sebelumnya telah memimpin final Liga Europa dan final Liga Champions, sehingga ia memiliki pengalaman luas di pertandingan besar.
Para penggemar sepak bola juga sering menyebutkan bahwa Turpin memiliki kemiripan wajah dengan pemain Arsenal dan Belgia, Leandro Trossard — meskipun sudah dipastikan mereka tidak memiliki hubungan keluarga.