5 Populer Regional: Kecelakaan Pikap Tewaskan 13 Orang - Sosok Penjual Es Teh yang Ledakkan Gerobak 
Endra Kurniawan July 14, 2026 05:33 AM

Pikap itu mengantar rombongan pengantin ditabrak truk wing box dari belakang, lalu terdorong ke jalur berlawanan dan kembali dihantam truk los bak.

Sebanyak 13 orang tewas dan lima lainnya luka-luka akibat kejadian ini.

Kemudian ada penjual es teh di Tasikmalaya meledakkan gerobak pedagang di Komplek Olahraga Dadaha.

Ia ternyata seorang mantan narapidana teroris yang ahli membuat petasan.

Di mata tetangganya, penjual es teh berinisial A itu dikenal sebagai pribadi yang tertutup.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:

1. 13 Orang Tewas, Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak Indramayu Angkut Rombongan Pengantin

KECELAKAAN MAUT - Pada Minggu (12/7/2026), kecelakaan maut melanda sebuah mobil pikap yang mengangkut 17 orang di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, tepatnya di wilayah Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. (dok. Satlantas Polres Indramayu) (Tribunnews.com)

Mobil pikap yang membawa rombongan pengantin di Indramayu, Jawa Barat, mengalami kecelakaan pada Minggu (12/7/2026) siang.

Hingga tadi malam, jumlah korban tewas 13 orang dalam kecelakaan itu.

"Totalnya ada 13 korban yang meninggal dunia. Diantaranya, tiga korban di TKP, empat korban di RS Mitra Plumbon Widasari, dan enam korban di RS Bhayangkara Losarang," ujar

Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, Minggu (12/7/2026) malam.

Hingga saat ini tercatat masih ada lima korban lain yang menderita luka, baik kategori luka ringan maupun berat, yang masih ditangani secara intensif oleh tim medis di RS Mitra Plumbon Widasari serta RS Bhayangkara Losarang, Indramayu. 

"Mobil pikap itu mengangkut 18 orang termasuk sopirnya, dan mereka ini hendak pulang setelah mengantar rombongan pengantin di Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu," kata Undang Syarif Hidayat.

Kecelakaan maut  tepatnya terjadi di jalur tengkorak Pantai Utara (Pantura), di Desa Kiajaran, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Dinamai jalur tengkorak karena seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur ini. 

Menurut Undang, kecelakaan bermula saat mobil pikap Gran Max bernomor polisi E 8559 RB melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.

Sesampainya di lokasi kejadian, mobil pikap tersebut dilaporkan berhenti di lajur kanan.

Baca selengkapnya.

2. Kisah Getir MPLS, Sekolah di DIY, Jateng, dan Jatim hanya Dapat Sedikit Siswa Baru, Jombang Cuma 1

SISWA BARU - Potret satu siswa baru yang duduk di Kelas 1 SD Negeri Mojongapit 3, Dusun Weru, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (13/7/2026). Jumlah siswa di sekolah kini hanya tersisa 39 orang.
SISWA BARU - Potret satu siswa baru yang duduk di Kelas 1 SD Negeri Mojongapit 3, Dusun Weru, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (13/7/2026). Jumlah siswa di sekolah kini hanya tersisa 39 orang. (Tribunjatim.com/ANGGIT PUJI WIDODO)

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sudah berjalan di hari pertama.

Acara yang diikuti oleh para siswa baru ini harusnya menjadi momen bahagia bagi siswa baru karena berkenal dengan teman baru, tempat baru, guru baru, dan lembaran kehidupan baru.

Tapi, apa jadinya jika MPLS hanya diikuti satu siswa saja.

Potret getir tersebut bahkan terjadi di jantung kota Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

SDN Mojongapit 3 di Dusun Weru, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur hanya ada satu murid baru saja saat MPLS 2026.

Yoga Pratama (6), menjadi satu-satunya siswa yang memulai perjalanan pendidikan dari kelas I di SDN Mojongapit.

Potret sepinya siswa ini menjadi ironi, padahal lokasi SD tersebut berada hanya sekitar tiga kilometer dari Kantor Bupati Jombang.

Kepala SDN Mojongapit 3, Zumaroh Isadah mengatakan, kenyataan pahit ini bukan terjadi begitu saja.

Rendahnya minat masyarakat hingga khawatirnya orang tua terhadap keterbatasan jumlah guru yang sempat dialami SDN Mojongapit 3 menjadi faktor sepinya peminat di sekolahnya.

Apalagi, beberapa waktu lalu, sekolah hanya memiliki dua guru kelas hingga memaksa guru mata pelajaran ikut mengajar sebagai wali kelas.

Dalam kondisi tertentu, penggabungan dua kelas menjadi satu kelas pun harus dilakukan agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan.

"Orang tua sempat menyampaikan kekhawatirannya. Mereka takut kalau kelas digabung, anak-anak tidak mendapatkan perhatian secara maksimal," ucap Zumaroh kepada Tribunjatim.com, Senin (13/7/2026).

Baca selengkapnya.

3. Sosok Eko Sapto Purnomo Ditunjuk Jadi Plt Bupati Sukoharjo, Anggota DPRD 2 Periode

EKO SAPTO PURNOMO - Wakil Bupati terpilih Sukoharjo 2024, Eko Sapto Purnomo.
EKO SAPTO PURNOMO - Wakil Bupati terpilih Sukoharjo 2024, Eko Sapto Purnomo. (HO/IST/TribunSolo.com/Anang Ma'ruf)

Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo (39) resmi menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo melalui surat telegram Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah.

Eko Sapto Purnomo jadi Plt bupati setelah Bupati Sukoharjo, Etik Suryani ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan pemerasan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD).

Eko Sapto Purnomo mengatakan, setelah menerima surat penugasan tersebut, dirinya langsung mengambil langkah cepat untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan tanpa hambatan.

"Langsung kami ditunjuk sebagai pelaksana tugas-tugas bupati melalui surat telegram Kemendagri yang disampaikan juga oleh Pak Gubernur," kata Sapto, Senin (13/7/2026).

Sebagai langkah awal, Sapto segera mengumpulkan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk memberikan arahan sekaligus memastikan seluruh jajaran birokrasi tetap tenang dan fokus menjalankan tugasnya di tengah situasi yang berkembang.

"Segera kami melakukan langkah-langkah, termasuk kami mengumpulkan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tetap tenang dan bisa fokus dalam tugas-tugasnya," ujarnya.

Menurut Sapto, situasi hukum yang sedang dihadapi pemerintah daerah tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat maupun pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan.

Karena itu, ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) tetap bekerja secara profesional sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Ia menegaskan, seluruh program prioritas pemerintah daerah akan tetap dijalankan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan daerah.

Baca selengkapnya.

4. SD Muhammadiyah di Trenggalek Jatim Putuskan Berhenti Ikut MBG, Ini Alasannya

BERHENTI BEROPERASI - Petugas mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kecamatan Paciran, Lamongan Jawa Timur, Rabu (20/5/2026) lalu. Sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026. Dalam surat tersebut Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyesuaian operasional SPPG pada saat periode hari libur sekolah dalam rangka penyelenggaraan program MBG pada tahun anggaran 2026. (SURYA/HABIBUR ROHMAN)
BERHENTI BEROPERASI - Petugas mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kecamatan Paciran, Lamongan Jawa Timur, Rabu (20/5/2026) lalu. Sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026. Dalam surat tersebut Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyesuaian operasional SPPG pada saat periode hari libur sekolah dalam rangka penyelenggaraan program MBG pada tahun anggaran 2026. (Surya/Habibur Rohman)

SD Muhammadiyah 1 Trenggalek Jawa Timur atau SD Inovatif memutuskan kembali mengoptimalkan program makan siang mandiri yang telah dijalankan sejak awal berdiri.

SD Inovatif memutuskan tidak lagi mengikuti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ajaran 2026/2027.

Kepala SD Inovatif Trenggalek, Ikhsan Nur Wahyudi mengatakan keputusan tersebut bukan karena sekolah menolak pentingnya pemenuhan gizi bagi anak-anak.

"Untuk tahun ajaran baru ini, SD Muhammadiyah resmi memutuskan tidak lagi mengikuti program MBG. Kami mengambil keputusan ini dalam rapat kerja internal hari Selasa kemarin," ulas Ikhsan Nur Wahyudi, Minggu (12/7/2026).

Keputusan itu diambil setelah evaluasi internal terhadap pelaksanaan MBG sejak November 2025.

Menurutnya, hasil evaluasi menjadi bahan pembahasan dalam rapat kerja sekolah sebelum akhirnya diputuskan untuk tidak melanjutkan sebagai penerima manfaat program pada tahun ajaran baru.

Ikhsan mengatakan salah satu pertimbangan terbesar adalah berkurangnya waktu belajar di kelas.

Menurutnya mekanisme pembagian makanan kepada seluruh siswa setiap hari membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Alhasil, mengurangi durasi pembelajaran.

"Alasan penting bagi kami yaitu soal waktu. Distribusi makanan MBG di lingkungan sekolah minimal membutuhkan waktu hingga 30 menit. Bagi kami, durasi itu sangat berharga karena mengurangi jatah efektif anak-anak belajar di dalam kelas," ulasnya.

Baca selengkapnya.

5. Sosok Penjual Es Teh yang Ledakkan Gerobak di Tasikmalaya, Eks Napi Teroris Ahli Buat Petasan

LEDAKAN DI TASIKMALAYA - Petugas gabungan terdiri dari Densus 88 Antiteror beserta anggota Polres Tasikmalaya Kota tengah melakukan olah TKP di kediaman salah satu terduga pelaku peledakan di Komplek Dadaha Kota Tasikmalaya, Minggu (13/7/2026).
LEDAKAN DI TASIKMALAYA - Petugas gabungan terdiri dari Densus 88 Antiteror beserta anggota Polres Tasikmalaya Kota tengah melakukan olah TKP di kediaman salah satu terduga pelaku peledakan di Komplek Dadaha Kota Tasikmalaya, Minggu (13/7/2026). (TribunPriangan.com/Jaenal Abidin)

Aksi mantan narapidana teroris (napiter) berinisial A menggegerkan Komplek Olahraga Dadaha, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026) malam.

Tasikmalaya terletak di tenggara Provinsi Jawa Barat, tepatnya di jalur utama selatan Pulau Jawa.

Berjarak lebih kurang 105 kilometer dari Bandung, wilayahnya dibagi menjadi dua yurisdiksi yakni Kota Tasikmalaya sebagai pusat ekonomi dan industri di Priangan Timur serta Kabupaten Tasikmalaya.

Tasikmalaya dikenal sebagai Kota Santri lantaran banyak pondok pesantren.

Wilayah ini juga dijuluki Mutiara dari Priangan Timur, sebagai pusat ekonomi dan pariwisata regional.

Kembali ke kasus eks napi teroris. A nekat meledakkan gerobak saat terjadi perselisihan antarpedagang kaki lima di Kawasan Komplek Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya.

Peristiwa itu bermula dari cekcok antara dua pedagang sebelum akhirnya ledakan terjadi di area pedestrian Dadaha.

Setelah kejadian, aparat gabungan menangkap A, Minggu (12/7/2026) siang.

A diketahui merupakan mantan napi teroris dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Sehari-hari, A berprofesi sebagai penjual es teh di sekitar trotoar Komplek Olahraga Dadaha.

Tetangga A, Nurdin (52) mengatakan, A yang merupakan eks napi teroris saat ini masih berada di bawah program pembinaan.

"Pelaku memang mantan Napiter, tapi selama ini sudah kembali ke NKRI serta memilih berdagang es teh di Dadaha," ucapnya kepada TribunPriangan.com, Minggu (12/7/2026).

Nurdin mengungkapkan, A ahli dalam membuat petasan.

Selain berdagang, A juga merakit petasan yang biasanya diproduksi dan dijual sebagai usaha sampingan, khususnya saat momen Hari Raya Idul Fitri dan pergantian tahun.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.