Satu-satunya Murid Baru di SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin, Talita Belajar Layaknya di Kelas Privat
Hari Widodo July 14, 2026 07:50 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID- Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Talita Nazwa tampak bergabung dengan belasan siswa di SDN Teluk Dalam 9, yang berada persis di samping SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin, Senin (13/7/2026).

Plt Kepala SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin Arief Rahman Hakim mengatakan, penggabungan MPLS SDN Teluk Dalam 9 dan 10 yang dilakukan merupakan hasil proses diskusi bersama pengawas pembina.

Untuk SDN Teluk Dalam 10 yang hanya memiliki satu murid baru, penggabungan ini bertujuan agar si anak tidak merasa kesepian.

Talita bersama murid lain mengikuti MPLS secara tertib sesuai arahan guru. Para orangtua murid pun mendampingi selama proses berlangsung.

Baca juga: Sekolah di Banjarbaru Gelar MPLS, SMPN 13 Masih Terima Siswa Baru

Di tahun ini, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk kelas 1 SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin akan tetap berjalan sesuai standar sebagaimana biasa, meski pada sekolah hanya mendapatkan satu murid baru, yaitu Talita Nazwa.

Arief menyampaikan, kondisi peserta didik di kelas 1 yang sangat minim tidak akan menyurutkan profesionalitas tenaga pendidik.

Guru kelas yang bertugas dipastikan tetap memberikan pengajaran sebagaimana mestinya.

“Kebetulan untuk kelas 1 ini kami hanya menerima satu orang murid. Jadi untuk proses pembelajaran, kami akan terus tetap menjaga kualitas pembelajaran,” ujar Arief di sela kegiatan MPLS hari pertama, Senin (13/7).

Talita Nazwa nanti akan belajar bak kelas privat dengan metode one on one atau satu guru satu murid. Meski di situasi demikian, peserta didik tunggal itu mendapatkan hak belajarnya secara penuh.

Arief yang juga Kepala SDN Teluk Dalam 9 mengatakan, mereka sebenarnya sudah berpromosi maksimal, terutama di jalur offline.

Guru-guru juga turun langsung mendatangi rumah-rumah penduduk yang berada di dalam gang-gang sekitar lingkungan sekolah.

Meski demikian, hasilnya untuk SDN Teluk Dalam 9 hanya bertambah satu siswa menjadi 19 orang, dan SDN Teluk Dalam 10 tetap satu siswa.

Ketika ditanya bagaimana hari pertama masuk sekolah, Talita menjawab senang meski tampak canggung karena berada di lingkungan baru.

Ia memperlihatkan isi tasnya, ada sejumlah alat tulis, buku, pensil, pulpen, ada pula lem, dan snack yang cukup banyak.

Ibunda Talita, Siti Mariam mengatakan, ia sebelumnya tidak mengira anaknya akan menjadi satu-satunya murid di kelas 1 SDN Teluk Dalam 10 saat mendaftar.

“Pas bertanya, baru tahu kalau muridnya cuma satu. Sempat mau pindah ke sekolah lain namun urung karena seluruh proses pendaftaran telah selesai dilakukan,” ungkapnya.

Jumlah yang tak kalah minim juga dialami SDN Baruh Penyambaran 2, Desa Sumber Agung, Halong, Balangan yang hanya menerima dua murid.

Meski demikian Dia Acira dan Aina Talita Zahra terlihat girang saat mereka mulai masuk sekolah di hari pertama dan disambut Kepala SDN Baruh Penyambaran 2, Ernawati, para guru, serta para murid.

Dua kursi dan meja disiapkan untuk keduanya. Ruangan pun terlihat lebih lega, karena hanya ada dua orang di dalam kelas. Sementara kursi dan meja lainnya yang kosong, ditata rapi di tiap sisi ruang kelas.

MPLS, kata Ernawati akan berlangsung selama empat hari dengan program yang berbeda setiap harinya.

Mulai dari perkenalan diri, membuat kesepakatan kelas, struktur kelas hingga jadwal piket, mengisi asesmen diagnostik kognitif, pengenalan profil pelajar Pancasila serta pengenalan lingkungan sekolah dan mewarnai sarana dan prasarana sekolah.

Dua siswa yang kini menjadi bagian dari SDN Baruh Penyambaran, ungkapnya, merupakan mutiara yang indah dan wajib dijaga.

“Di daerah pegunungan, dapat dua murid adalah mutiara,” ungkapnya.

Menyikapi minimnya siswa pada beberapa sekolah ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balangan, Abiji tak menampik kondisi tersebut.

Ia mengungkapkan saat ini pendidikan mulai bergeser ke pesantren, namun juga masih ada peminat pada SD negeri, terutama anak-anak yang dekat dengan sekolah. Selain itu anak usia sekolah dasar cenderung turun.

Sebagai upaya menarik minat siswa ke SD, Disdikbud Balangan berencana mengarahkan tenaga pendidik untuk menerapkan pendidikan agama, khususnya Al-Qur’an.

Suasana MPLS yang minim murid baru juga terpantau di di SDN 2 Langkang Baru, Kecamatan Pulaulaut Timur, Kotabaru. Meski hanya ada tujuh orang murid baru, mereka terlihat antusias mengikuti hari pertama masuk sekolah, di kawasan Transmigrasi Karang Sari Indah ini.

Seragam baru, alat tulis, dan perlengkapan yang masih kosong nampak mewarnai cerianya pertemanan sesama murid baru. Beberapa di antaranya juga dibersamai orangtua saat masih berada di lingkungan sekolah.

Tak kalah menarik perhatian, ruang kelas 1 yang mereka tempati dan terbilang tua, sudah terkesan kusam dengan lantai kayu ulin.

Dengan cat di dinding yang memudar, sebagian plafon jebol, dan papan tulis kapur turut menjadi saksi kesan pertama bersekolah.

Diungkapkan Kepala SDN 2 Langkang Baru, Zainal Abidin, sejak 2018 lalu, peserta didik baru di sekolahnya sudah tidak pernah lagi lebih dari 10 orang.

Baca juga: MPLS SDN Baruh Penyambaran 2 Balangan Diikuti Dua Siswa, Tetap Semangat Belajar

Tahun ini, pihaknya bersyukur ada tujuh murid baru, jadi jumlah yang sama mengganti siswa kelas IV yang lulus.

“Jadi tahun ini tidak minus, tahun lalu hanya tiga siswa yang masuk,” sebutnya saat menemani mengitari fasilitas sekolah.

Diakui guru yang telah mengajar puluhan tahun di SDN 2 Langkang Baru ini, jumlah siswa memang tidak pernah banyak, kecuali saat awal-awal ramai masa transmigrasi 1998 lalu, jumlahnya masih mencapai 200 lebih. (naa/tar/ell)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.