BANJARMASINPOST.CO.ID- Di tengah masifnya pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di berbagai daerah, tidak semua koperasi swadaya masyarakat merasa terancam.
Salah satunya Koperasi Konsumen Syariah Arrahmah di Kota Banjarmasin yang mengaku tetap optimistis karena memiliki segmen pasar tersendiri.
Ketua Koperasi Konsumen Syariah Arrahmah, Sutjipto, mengatakan koperasi yang dipimpinnya telah berdiri sejak 1 Januari 2012 dan kini memasuki usia ke-15 tahun.
Berbeda dengan koperasi simpan pinjam pada umumnya, Arrahmah bergerak di bidang jual beli barang secara kredit menggunakan akad syariah.
“Kami membeli barang terlebih dahulu, kemudian menjualnya kepada anggota secara kredit dengan akad syariah,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Sabtu (11/7/2026).
Baca juga: Harkopnas 2026, Hanya 29 Koperasi dari 490 yang Dinilai Sehat di Kota Banjarmasin
Perkembangan koperasi tersebut pun terbilang cukup pesat. Jika pada awal berdiri hanya memiliki sekitar 20 anggota, jumlahnya kini telah mencapai sekitar 2.600 anggota yang tersebar di berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Tak hanya itu, Arrahmah kini telah memiliki lima kantor layanan yang berada di Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Barabai, dan Kotabaru.
Dalam waktu dekat, mereka juga berencana membuka kantor layanan baru di Batulicin.
Menurut Sutjipto, hadirnya Koperasi Merah Putih sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap koperasi yang dipimpinnya.
Ia menilai masing-masing koperasi memiliki pangsa pasar yang berbeda, sehingga tidak serta-merta saling berebut anggota.
“Kami memiliki segmen pasar sendiri. Yang kami tonjolkan adalah transaksi berbasis syariah, mulai dari sistem permodalan hingga produk yang kami tawarkan,” jelasnya.
Ia mengakui peluang perpindahan anggota dari satu koperasi ke koperasi lain memang selalu ada. Namun, menurutnya, yang membuat anggota tetap bertahan bukan semata karena produk, melainkan nilai yang dibangun koperasi.
Salah seorang anggota koperasi, Muhammad Hidayat, mengaku telah bergabung sejak 2022.
Selama menjadi anggota, ia merasakan manfaat paling besar berupa kemudahan memperoleh berbagai kebutuhan tanpa harus terbebani bunga seperti pada lembaga pembiayaan konvensional.
Terkait kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tengah gencar dibentuk pemerintah, Dayat mengaku belum memiliki rencana untuk bergabung.
Meski demikian, Dayat berharap pemerintah tetap memberikan perhatian kepada koperasi-koperasi swadaya yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat.
Sementara di momentum Hari Koperasi Nasional terungkap, di Banjarmasin dari 490 koperasi yang tercatat, lebih dari 200 di antaranya tidak aktif.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Banjarmasin, Machli Riyadi menjelaskan, sekitar 290 koperasi masih aktif menjalankan kegiatan. Akan tetapi, jumlah yang memenuhi indikator koperasi sehat masih relatif sedikit.
“Yang aktif sekitar 50 persen lebih, tetapi yang benar-benar sehat hanya 29 koperasi,” ungkapnya, Senin (13/7).
Baca juga: Membangun KMP dan Koperasi Swadaya, Pengamat Ekonomi ULM: Pemerintah Menjadi Wasit Sekaligus Pelatih
Ditambahkan Machli, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk membangkitkan kembali gerakan koperasi agar mampu bersaing dengan perkembangan ekonomi modern.
Di sisi lain, Machli mengatakan pemerintah juga mulai memfokuskan pembinaan terhadap 52 Koperasi Merah Putih yang telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).
Menurutnya, secara administrasi koperasi tersebut sudah siap beroperasi. Meski sebagian belum memiliki gedung sendiri, pemerintah berharap seluruhnya mulai aktif menjalankan usaha dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.(sul/naa)