Dalami Motif Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Libatkan Psikolog Forensik
Wahyu Septiana July 14, 2026 09:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Polisi masih mendalami motif pelaku teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengatakan, pendalaman dilakukan dengan metode scientific crime investigation dan melibatkan psikolog forensik.

Penyidik juga akan melakukan pemeriksaan laboratoris terhadap barang bukti digital yang ditemukan.

"Untuk mengungkap dan menggali secara komprehensif motif maupun keterlibatan pelaku, penyidik akan melibatkan psikologi forensik dan menerapkan metode scientific crime investigation melalui pemeriksaan barang bukti digital, analisis forensik serta pendekatan ilmiah lainnya," kata Joko, Senin (13/7/2026).

Di sisi lain, para siswa di SDN Srengseng Sawah 15 juga akan mendapat pendampingan berupa trauma healing dari Direktorat PPA/PPO Polda Metro Jaya.

Sebagai bentuk penanganan terhadap dampak psikologis, Direktorat PPA dan PPO Polda Metro Jaya dengan pihak terkait juga hadir secara proaktif untuk memberikan trauma healing dan pendampingan kepada para siswa," ujar Kasi Humas.

Tinggal Tak Jauh dari TKP

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pelaku merupakan seseorang berinisial MY.

Ia mengungkapkan, pelaku tinggal tak jauh dari SDN Srengseng Sawah 15.

PELAKU TEROR BOM SDN - Pria berinisial MY (34), pelaku teror ancaman bom terhadap SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya diciduk tim gabungan Polri di kediamannya, Senin (13/7/2026).
PELAKU TEROR BOM SDN - Pria berinisial MY (34), pelaku teror ancaman bom terhadap SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya diciduk tim gabungan Polri di kediamannya, Senin (13/7/2026). (Istimewa)

Saat ini, polisi masih mendalami motif pelaku MY melakukan aksi teror tersebut.

"Beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah, itu sudah diamankan. Saat ini ada di Polres Metro Jakarta Selatan, masih dalam pendalaman dari penyidik terkait tentang motif, tujuan dari yang bersangkutan," ungkap Kabid Humas.

Sementara itu, Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, pelaku teror mengirim pesan bahwa ada 11 titik di area sekolah yang bakal diledakkan.

"Iya, jadi untuk terornya sendiri isinya yang jelas dia meneror, ya. Dia memberikan 11 titik ya di SD sini," kata Nurma kepada wartawan di lokasi.

Insiden Teror Bom

Sebelumnya, tim gabungan Polri menangkap pelaku teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Pelaku merupakan pria berinisial MY (34).

Ia mengirim pesan WhatsApp (WA) berisi ancaman kepada dua orang yang masing-masing merupakan guru dan staf TU.

Pelaku ditangkap di kediamannya di Gang Kidan, Kampung Srengseng Sawah, Jagakarsa, tak jauh dari sekolah yang menjadi sasaran teror.

Dari video yang diterima TribunJakarta.com, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah terlihat berada di lokasi penangkapan.

Keduanya tampak serius menginterogasi dan memeriksa handphone pelaku yang digunakan untuk menyebar ancaman bom.

Sementara itu, saat digiring ke Polres Metro Jakarta Selatan, pelaku terlihat mengenakan kaos berwarna merah dan celana abu-abu serta menggunakan masker.

Dikawal tiga anggota polisi, pelaku hanya tertunduk saat turun dari mobil polisi. Kedua tangan pelaku terlihat diborgol menggunakan kabel ties.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi mengatakan, pelaku berhasil ditangkap setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan.

"Setelah dilakukan interogasi ditemukan barang bukti berupa handphone merek Oppo yang masih terhubung dengan nomor WA yang digunakan untuk mengirim pesan ancaman bom," kata Joko, Senin (13/7/2026).

PELAKU DITANGKAP - Tampang peneror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 saat digiring ke Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).
PELAKU DITANGKAP - Tampang peneror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 saat digiring ke Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). (TribunJakarta.com/Annas dan Istimewa/Annas Furqon Hakim)

Sementara itu, Plt Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino de Tech menuturkan, pihaknya masih mendalami motif pelaku menebar teror ancaman bom.

"Untuk motif sampai saat ini kami masih dalami. Kami akan melibatkan psikologi forensik dan juga menggunakan atau menerapkan scientific crime investigation," ujar Alpino.

Berita Lainnya

Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Jakarta: Truk Crane Tabrak JPO di Kapten Tendean, Arus ke Arah Santa Macet

Baca juga: Demo Hari Ini di Jakarta: Massa Bergerak ke BPN dan Gambir, Ratusan Personel Gabungan Disiagakan

Baca juga: JADWAL Perdana STY Pimpin Latihan: Persija Tancap Gas, Pemain Baru Gabung & Filosofi Baru Diterapkan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.