SURYA.co.id LAMONGAN – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau dua waduk di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (14/7/2026), untuk memastikan ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian selama musim kemarau.
Dua waduk yang dikunjungi yakni Waduk Jajong di Desa Bulubrangsi dan Waduk Paprit di Desa Brangsi.
Dari hasil peninjauan tersebut, Pemkab Lamongan memastikan kondisi kedua waduk masih mampu menopang kebutuhan air bagi areal persawahan di sekitarnya.
Baca juga: Keluarga ABK KMN Entok Asal Lamongan Ikut Pencarian di Perairan Kangean Sumenep
Kaji Yes mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan volume air di Waduk Jajong masih berada pada angka 64 persen dari kapasitas idealnya.
Dengan kondisi tersebut, pasokan air dinilai masih cukup untuk mendukung kebutuhan irigasi pada musim tanam kedua (MT II).
"Waduk Jajong Laren hari ini kita pastikan ketersediaan airnya masih 64 persen dan masih bisa mengairi lahan pertanian yang ada," kata Yuhronur Efendi saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, kapasitas ideal Waduk Jajong mencapai 951.600 meter kubik.
Dengan sisa volume air sekitar 64 persen, waduk tersebut masih mampu mengairi areal persawahan seluas 497 hektare.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut juga didukung karena sebagian petani di wilayah tersebut telah memasuki masa panen musim tanam kedua, sehingga kebutuhan air untuk irigasi mulai berkurang.
"Itu artinya air di Waduk Jajong masih sangat cukup untuk mengairi lahan pertanian di musim kemarau ini," ujarnya.
Usai meninjau Waduk Jajong, Yuhronur melanjutkan pemantauan ke Waduk Paprit yang berada di Desa Brangsi, tidak jauh dari lokasi waduk pertama.
Di Waduk Paprit, volume air yang tersisa tercatat masih sekitar 49 persen dari kapasitas tampung sebesar 278.400 meter kubik.
Meski lebih rendah dibanding Waduk Jajong, kondisi tersebut masih dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan irigasi.
Waduk Paprit diketahui mampu menyuplai air bagi lahan pertanian seluas 144 hektare di wilayah sekitarnya.
Yuhronur menegaskan, selain memastikan ketersediaan air, pengaturan distribusi air juga menjadi faktor penting agar seluruh lahan pertanian tetap memperoleh pasokan yang cukup hingga musim kemarau berakhir.
Karena itu, ia meminta petugas pengairan bersama kelompok petani terus melakukan pengelolaan dan pembagian air secara terukur agar pemanfaatannya lebih efektif.
"Harus ada pengaturan dalam memanfaatkan air waduk agar pemenuhan pengairan lahan pertanian bisa tercukupi," tegasnya.
Pemantauan langsung ke sejumlah waduk tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lamongan mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian.
Dengan memastikan cadangan air masih mencukupi, diharapkan produktivitas pertanian tetap terjaga dan kebutuhan air irigasi petani dapat terpenuhi hingga akhir musim tanam.