Harapan yang Layu sebelum Berkembang, Kisah Satu Musim Tragis Garnacho di Chelsea
Drajat Sugiri July 14, 2026 05:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Perjalanan karier Alejandro Garnacho menuju titik sendu, setelah namanya menjadi salah satu pemain yang bakal dijual Chelsea pada bursa transfer musim panas ini.

Klub Italia, AS Roma dilaporkan menjadi salah satu tim yang bakal jadi pelabuhan baru bagi karier pemain Argentina tersebut.

Jika benar, Garnacho pergi dari Chelsea lalu bergabung dengan AS Roma musim depan, hal itu tentu akan menjadi sorotan menarik.

Hal ini mengingat Garnacho belum lama memperkuat Chelsea, setelah dilego Manchester United pada musim panas lalu.

SELEBRASI - Selebrasi Alejandro Garnacho (kiri) saat cetak gol untuk Chelsea saat jamu Sunderland di Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Sabtu (25/10/2025) malam WIB. Namun The Blues kalah 1-2. (Instagram Chelsea)

Fabrizio Romano mengonfirmasi Garnacho membuka pintu selebar mungkin untuk bergabung dengan AS Roma.

Hanya saja, kesepakatan belum tercapai antara Chelsea dengan AS Roma, karena pihak Giallorossi hanya ingin merekrut Garnacho dengan status pinjaman disertai klausul pembeliaan wajib.

Disisi lain, Chelsea ingin menuntaskan kepergian Garnacho musim panas ini dengan status permanen, bukan pinjaman.

"Alejandro Garnacho membuka peluang untuk transfer ke AS Roma minggu lalu saat pembicaraan antar klub terus berlangsung dengan perantara yang terlibat," tulis Fabrizio Romano dalam laporan terbarunya, lewat media sosial pribadinya.

"AS Roma bersikeras pada kesepakatan pinjaman dengan klausul pembelian wajib, kesepakatan masih berlangsung,"

"Namun, Chelsea juga menginginkan klausul berbeda, pembelian permanen (dari kepindahan Garnacho)," tambahnya.

Dengan masih panjangnya jeda waktu bursa transfer musim panas ini, masa depan Garnacho dengan Chelsea tentu makin menarik untuk diperbincangkan.

Entah akan tetap bertahan atau pergi dari Chelsea, Garnacho tentu harus siap dengan segala konsekuensinya dengan keputusan yang bakal ia ambil.

Apalagi Chelsea sendiri bakal ditangani Xabi Alonso yang merupakan pelatih baru The Blues mulai musim depan.

Keberadaan pelatih baru tentu menjadi situasi yang tidak mudah bagi Garnacho yang memang belum sepenuhnya tampil menjanjikan.

Baca juga: Bisnis Mesra AC Milan dan Chelsea Berlanjut Lewat Garnacho, Kuncinya Ada di Leao

Pada musim lalu alias tahun pertamanya memperkuat Chelsea, Garnacho tampak kesulitan bersaing memperebutkan posisi starter.

Meskipun jumlah laga yang dimainkan Garnacho sebagai pemain baru lumayan banyak yakni 43 laga di semua kompetisi.

Nyatanya, mayoritas laga yang dimainkan Garnacho hanya berawal dari bangku cadangan, bukan starter seperti Pedro Neto atau Enzo Fernandez.

Dari total 43 laga tersebut, Garnacho masing-masing juga hanya bisa mencetak satu gol bagi Chelsea di Liga Inggris dan Liga Champions.

Berkaca dari statistik tersebut, cara Garnacho dalam memengaruhi permainan Chelsea pun terlihat masih sangat minim.

Alhasil, tak mengherankan jika performa pemain yang didatangkan Chelsea dengan mahar 40 juta poundsterling (Rp.888 milliar) tersebut masih jauh dari kata mengesankan.

Situasi kian rumit karena performa Chelsea musim lalu juga berantakan, hal itu dibuktikan dengan kondisi puasa gelar dan tidak adanya tiket bermain di kompetisi Eropa musim depan yang didapatkan oleh The Blues.

Fakta bahwa Garnacho juga tidak masuk skuad Argentina di Piala Dunia 2026, seakan menjadi puncak kekecewaan pemain tersebut musim panas ini.

Dengan usia yang masih 22 tahun, berpindah-pindah klub tentu menjadi dinamika perjalanan karier pemain yang sebelumnya dipandang bakal jadi wonderkid menjanjikan di Manchester United (klub sebelumnya), ataupun masa depan sepak bola Argentina.

Kini, Garnacho punya pilihan, apakah tetap bertahan di Chelsea atau pergi ke klub lain yang berkompetisi di Eropa seperti AS Roma yang musim depan tampil di Liga Champions?

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.