Dapur Program Makan Bergizi Gratis Aktif Lagi, Harga Telur Ayam di Baturaja Merangkak Naik
tarso romli July 14, 2026 07:27 PM

 

Baca juga: Musim Libur Sekolah, Harga Telur Ayam di OKU Anjlok Jadi Rp22 Ribu per Kilogram

SRIPOKU.COM, BATURAJA — Memasuki hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang, harga komoditas telur ayam ras negeri di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan kembali merangkak naik dalam tiga hari terakhir. Lonjakan harga ini dipicu oleh kembali beroperasinya dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Selasa (14/7/2026), sejumlah agen dan pedagang eceran mulai melakukan penyesuaian harga.

Di Agen Telur Buma, Kecamatan Baturaja Timur, misalnya, harga telur ayam yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp22.000 per kilogram kini naik menjadi Rp23.000 per kilogram.

Kembalinya aktivitas persekolahan berbanding lurus dengan peningkatan permintaan pasokan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas mengelola menu makanan gratis untuk para siswa.

Selama masa libur sekolah, SPPG sama sekali tidak melakukan pemesanan, sehingga harga telur sempat mengalami penurunan karena stok yang melimpah.

Salah seorang agen telur terbesar di Kota Baturaja, Rio (31), membenarkan adanya tren peningkatan grafik penjualan pascalibur sekolah.

"Benar, ada kenaikan dari harga Rp22.000 menjadi Rp23.000 per kilogram. Saat libur sekolah kemarin, permintaan pasar memang menurun drastis. Kami dari pihak agen bahkan tidak berani menyetok barang dalam jumlah besar karena risiko telur busuk atau rusak di gudang akibat harga yang tidak stabil," terang Rio saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).

Rio menambahkan, perputaran barang kini jauh lebih cepat seiring aktifnya kembali sekolah. Saat ini, stok telur sebanyak 1 ton bisa habis terjual hanya dalam waktu satu hari.

Kondisi ini berbanding terbalik saat musim libur sekolah, di mana volume stok 1 ton telur baru bisa habis dalam waktu tiga hingga empat hari.

Kenaikan harga ini langsung dikeluhkan oleh sejumlah ibu rumah tangga yang berbelanja di pasar tradisional dan agen.

Mereka mengkhawatirkan harga komoditas ini akan terus melambung pada hari-hari berikutnya.

"Tiga hari yang lalu harganya masih lumayan murah di angka Rp22.000 per kilogram, sekarang sudah naik seribu rupiah. Biasanya kalau momentum masuk sekolah sudah mulai naik begini, harganya akan terus merangkak ke atas. Kami sebagai ibu rumah tangga harus memutar otak lagi untuk mengatur uang belanja harian," keluh Tri, salah seorang pembeli di Baturaja Timur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.