TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Bobby Adhityo Rizaldi (BB).
Penggeledahan itu dilakukan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa serta manipulasi hasil audit di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2025–2026.
"Benar, hari ini penyidik melakukan penggeledahan di rumah Saudara BB, yang berlokasi di wilayah Jakarta," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).
Adapun dalam penggeledahan ini, penyidik KPK sejumlah barang bukti elektronik (BBE) dari penggeledahan tersebut.
Budi mengatakan BBE yang telah diamankan akan diekstrak untuk kebutuhan pendalaman informasi yang dibutuhkan penyidik.
"Pada prinsipnya, kegiatan penggeledahan tersebut adalah untuk melengkapi bukti-bukti tambahan yang dibutuhkan dalam proses penyidikan perkara terkait dugaan suap dalam audit BPK di Pemkab Muara Enim," ujarnya.
Kasus korupsi ini bermula ketika KPK menerima laporan masyarakat mengenai praktik curang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2025–2026.
Bupati Muara Enim, Edison, memerintahkan bawahannya untuk mengumpulkan setoran dari para rekanan proyek daerah.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Abi Nurwardani, lantas mengatur distribusi uang pelicin tersebut.
Abi turut menerima uang tunai dari Cory Erin Hardi selaku perwakilan PT MSA yang memenangkan proyek pengadaan papan tulis pintar (smart board).
Ketika BPK Perwakilan Sumatera Selatan menemukan kejanggalan dalam laporan keuangan tahun anggaran 2025, Edison kembali menggerakkan anak buahnya untuk menyuap auditor agar mereka menghapus temuan material tersebut.
Abi Nurwardani kemudian bernegosiasi dengan pihak swasta bernama Augusz Dewanggara alias Angga dan ASN bernama Titin Rita Lestari untuk mengubah hasil audit.
Para pelaku akhirnya menyepakati uang tutup mulut sebesar Rp 1,6 miliar, yang mereka ambil dari potongan anggaran infrastruktur dan pengadaan daerah.
KPK kini menahan Edison, Abi, Cory, Adi Triyadi, Augusz, dan Titin di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK untuk mempertanggungjawabkan tindak pidana mereka.
Bobby Adhityo Rizaldi lahir pada 25 Februari 1974 di Jakarta.
Bobby Adhityo Rizaldi menempuh pendidikan tinggi di Universitas Trisakti mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi.
Kemudian Bobby Adhityo Rizaldi melanjutkan pendidikannya di Cleveland State University, Cleveland - Ohio, Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Business Administration.
Perjalanan Karier Bobby Adhityo Rizaldi
Setelah lulus kuliah, Bobby Adhityo Rizaldi pernah bekerja di ROBERT HALF, Inc. - Wall Street, Manhattan, New York, Amerika Serikat, dikutip dari bobbyrizaldi.com.
Kemudian Bobby Adhityo Rizaldi memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan melanjutkan kariernya dengan bergabung di Deloitte Touche Tohmatsu.
Deloitte Touche Tohmatsu merupakan perusahaan akuntan publik.
Setelah itu, Bobby Adhityo Rizaldi memulai kariernya di industri Migas.
Saat itu, ia bergabung dengan Conoco Phillips Indonesia.
Pada tahun 2022, Bobby Adhityo Rizaldi bergabung di BP Migas.
Kemudian Bobby Adhityo Rizaldi mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI.
Bobby Adhityo Rizaldi berhasil terpilih menjadi calon legislatif pada tahun 2009 dari Partai Golkar.
Saat itu, Bobby duduk di Komisi VII DPR RI.
Kemudian Bobby Adhityo Rizaldi kembali terpilih sebagai Anggota DPR RI di tahun 2014.
Kariernya sebagai Anggota DPR RI masih berlanjut.
Bobby Adhityo Rizaldi untuk ketiga kalinya kembali terpilih sebagai Anggota DPR RI untuk periode 2019-2024.
Riwayat Pendidikan Bobby Adhityo Rizaldi
Berikut riwayat pendidikan Bobby Adhityo Rizaldi yang dikutip dari partaigolkar.com:
- SD, SDN 09 Tebet Timur (1979-1985)
- SMP, SMPN 115 Jakarta (1985-1988)
- SMA, SMAN 3 Jakarta (1988-1991)
- S1 Ekonomi Akuntansi, Universitas Trisakti (1991-1995)
- S2 MBA, Cleveland State Univetsity AS (1996-1998)
Ringkasan Pekerjaan
- KPMG Hanadi Sujendro dan Rekan (1994-1995)
- Robert Half, Inc (1998-1999)
- Deloitte Touche Tohmatsu (1999-2002)
- Conoco Phillips Indonesia (2002-2004)
- BP. Migas (2004-2008)
- Anggota DPR/MPR RI (2009-2014)