Momen Pilu Istri Dokter Spesialis Anestesi Lihat Jenazah Suaminya di Semak-semak: Sayang Ayo Pulang
Eko Setiawan July 14, 2026 10:28 PM

 

TRIBUNBATAM.id, SIAK – Pencarian seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak berakhir dengan duka yang begitu mendalam.

Di balik garis polisi yang membentang di area semak belukar samping rumah sakit, tangisan seorang istri menjadi pemandangan paling memilukan.

Perempuan yang juga berprofesi sebagai dokter itu tak kuasa menahan kesedihan saat melihat jasad suaminya, Alex Cristo Loris, terbujur kaku di lokasi penemuan.

Dengan suara bergetar, ia terus memanggil nama sang suami.

"Sayang... ayo kita pulang," ucapnya berulang kali sambil menangis histeris di hadapan jenazah.

Tangis pilu itu memecah keheningan lokasi penemuan mayat. Sejumlah petugas kepolisian, tenaga kesehatan, dan warga yang berada di sekitar lokasi berusaha menenangkan keluarga korban yang masih terpukul atas peristiwa tersebut.

Tak ada yang menyangka pencarian yang dilakukan sejak Senin (13/7/2026) sore berakhir dengan kenyataan yang begitu menyakitkan.

Korban diketahui merupakan Alex Cristo Loris, dokter PPDS Residen Anestesi yang baru sekitar sepekan menjalani pendidikan dan penugasan di RSUD Tengku Rafian Siak. Ia berasal dari Jalan Air Kabur Atas, Kelurahan Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Alex dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Senin sekitar pukul 17.30 WIB.

Sang istri, dr. YM (31), yang tinggal bersama korban di asrama rumah sakit, sempat berulang kali menghubungi telepon genggam suaminya. Namun, ponsel tersebut sudah tidak aktif.

Diliputi rasa cemas, ia kemudian mencari suaminya ke sejumlah ruangan rumah sakit dan bertanya kepada rekan-rekan kerja korban. Namun, tak seorang pun mengetahui keberadaan Alex.

Pencarian kemudian berlanjut dengan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) rumah sakit.

Dari rekaman itu diketahui korban terakhir kali terlihat berjalan seorang diri keluar melalui Pos Security II menuju area luar rumah sakit.

Berbekal petunjuk tersebut, dua petugas keamanan bersama seorang sopir ambulans menyisir semak belukar di luar pagar RSUD pada Selasa sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat salah seorang petugas memanjat pagar pembatas untuk melihat ke arah luar, korban ditemukan dalam posisi terlentang dan sudah tidak bernyawa.

Jasad Alex berada sekitar lima meter dari pagar rumah sakit atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik.

Di dekat tubuh korban ditemukan tas sandang hitam yang diduga miliknya. Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti berupa tas berisi peralatan medis, dompet, telepon genggam, serta kartu identitas RSUD Tengku Rafian.

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan penyebab kematian korban hingga kini masih dalam penyelidikan.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

"Benar, kami menerima laporan penemuan seorang dokter PPDS dalam keadaan meninggal dunia di area semak belukar di samping RSUD Tengku Rafian Siak," ujar AKP Raja Kosmos.

Ia menegaskan, penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban karena masih menunggu hasil autopsi yang akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.

"Kami telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, memeriksa saksi-saksi, dan seluruh fakta masih kami dalami," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.