WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Kemacetan panjang yang sempat melumpuhkan Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, akhirnya terurai.
Setelah hampir 12 jam proses evakuasi dan pembongkaran, arus lalu lintas di kawasan tersebut kembali normal pada Selasa (14/7/2026) malam.
Normalnya lalu lintas terjadi setelah petugas berhasil menuntaskan pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) yang mengalami kerusakan parah usai ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa dini hari.
Puing-puing konstruksi yang sebelumnya menutup badan jalan telah dievakuasi sehingga kendaraan dari arah Blok M menuju Pancoran maupun sebaliknya kini dapat melintas tanpa hambatan.
Sejak pagi, kawasan Jalan Kapten Tendean menjadi titik kemacetan akibat proses pembongkaran JPO yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan karena kondisinya nyaris roboh.
Baca juga: Kemacetan Parah usai JPO Tendean Ditabrak Truk, Transjakarta Ubah Rute Koridor 13
Selama proses berlangsung, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas dan mengalihkan kendaraan ke sejumlah ruas alternatif untuk mendukung pekerjaan evakuasi.
Kabag Binopsnal Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, memastikan seluruh pekerjaan telah selesai dan arus kendaraan kembali berjalan normal.
"Pukul 10.10 tadi sudah selesai untuk pembongkaran dan sudah dialirkan untuk kendaraan secara keseluruhan yang tadi dialihkan saat ini sudah mengalir seluruhnya. Dan saat ini pukul 22.19 sudah normal secara keseluruhan," ujar Robby saat dikonfirmasi, Selasa.
Ia menegaskan, tidak hanya jalur menuju Blok M yang telah kembali dibuka, tetapi juga ruas Jalan Kapten Tendean arah Pancoran.
Selain itu, akses kendaraan dari Jalan Suryo menuju Jalan Mampang Prapatan yang sebelumnya ikut terdampak rekayasa lalu lintas kini juga sudah dapat digunakan kembali.
"Jalan Suryo menuju ke Jalan Mampang Prapatan itu juga sudah bisa dilintasi," kata Robby.
Sebelumnya, sebuah truk pengangkut alat berat menabrak JPO di Jalan Kapten Tendean arah Blok M pada Selasa dini hari.
Benturan keras menyebabkan struktur jembatan mengalami kerusakan serius sehingga berisiko ambruk.
Untuk menghindari potensi kecelakaan yang lebih besar, petugas memutuskan membongkar seluruh struktur JPO sebelum akhirnya membuka kembali seluruh ruas jalan bagi pengguna kendaraan.
Dengan selesainya proses pembongkaran tersebut, aktivitas lalu lintas di salah satu jalur utama penghubung kawasan Jakarta Selatan kini telah kembali berjalan normal.