"Omong kosong belaka" – Jurnalis berseteru dengan mantan pemilik Newcastle United terkait potensi transfer Bruno Guimarães ke Arsenal
Agus Firmansyah July 15, 2026 01:17 AM

Jurnalis sepak bola Luke Edwards memberikan tanggapan keras setelah mantan pemilik Newcastle United, Mehrdad Ghodoussi, menyebut laporannya sebagai "omong kosong belaka".

Kapten Newcastle, Bruno Guimarães, tengah dikaitkan kuat dengan kepindahan ke juara Liga Premier, Arsenal. Namun, Edwards melaporkan bahwa klub asal London tersebut mulai meninjau kembali minat mereka karena sebelumnya mereka “dipercaya” bahwa pemain asal Brasil itu bisa didapatkan dengan biaya sekitar £50 juta.

“Arsenal mulai tertarik untuk merekrut kapten Newcastle hanya setelah mereka diberitahu, melalui perantara, bahwa ia bisa didatangkan dari rival Liga Premier mereka dengan harga yang dianggap murah,” tulis Edwards dalam The Telegraph. “Namun kenyataannya tidak demikian, dan kesepakatan tetap menemui jalan buntu.”

Perselisihan di media sosial bermula setelah laporan Edwards menyebut bahwa ekspektasi Arsenal berasal dari percakapan yang diklaim oleh para perantara telah mereka lakukan dengan Amanda Staveley, mantan pemilik bersama Newcastle. Dalam percakapan itu disebutkan bahwa klub mungkin bersedia menerima tawaran sebesar itu jika gagal lolos ke Liga Champions.

Edwards mengakui bahwa status Staveley sebagai mantan pemilik bersama serta ketiadaan klausul pelepasan dalam kontrak Guimarães di Newcastle menjadi tanda bahwa tidak ada indikasi dari kepemilikan saat ini bahwa kesepakatan dengan harga diskon pernah memungkinkan. Namun, laporan tersebut tetap memicu perdebatan di media sosial.

Ghodoussi kemudian menanggapi unggahan Edwards dengan menyebutnya “Omong kosong belaka”, namun sang jurnalis dengan tegas mempertahankan laporannya.

“Bagian mana, Mehrdad?” balas Edwards. “Biaya £50 juta-nya? Saya setuju. Saya hanya melaporkan apa yang diklaim dari pihak mereka.”

Staveley, yang merupakan istri Ghodoussi dan pernah memiliki saham di Newcastle hingga musim panas 2024, memainkan peran penting dalam pengambilalihan klub oleh Dana Investasi Publik (Public Investment Fund/PIF) asal Arab Saudi yang rampung pada 2021.

Posisi Newcastle yang melemah di bursa transfer merupakan dampak langsung dari kegagalan mereka lolos ke kompetisi Eropa. Setahun setelah berhasil meraih tiket Liga Champions dan trofi besar pertama mereka dalam beberapa dekade, klub asal Tyneside itu finis di peringkat ke-12 Liga Premier pada musim 2025-26.

Menurut laporan Edwards, kegagalan tersebut membuat pihak Guimarães meyakini bahwa sang pemain dapat tersedia dengan harga yang lebih rendah. Arsenal, menurutnya, kini tengah meninjau ulang langkah mereka.

Edwards kembali menulis di platform X: “Saya sebenarnya tidak ingin membahas ini secara publik, tetapi saya akan melakukannya jika harus. Saya sudah berbicara dengan Amanda pagi ini dan dia mengakui bahwa cerita ini bukan omong kosong belaka.”

“Mereka membantah pernah membuat janji kepada Bruno bahwa ia bisa pergi. Bantahan itu sudah tercantum dalam artikel, namun hal tersebut tidak mengubah fakta bahwa inilah yang diklaim oleh perwakilan Bruno.”

Newcastle menjalani awal yang sibuk di jendela transfer kali ini. The Magpies telah menerima dana besar dari penjualan Anthony Gordon dan Sandro Tonali, namun kini menghadapi kemungkinan memulai musim baru tanpa beberapa pemain kunci dari musim sebelumnya.

Mereka juga tampaknya gagal mendapatkan tanda tangan gelandang Swiss, Johan Manzambi, dan kehilangan Victor Munoz dari Osasuna yang akhirnya direkrut Liverpool pada menit-menit terakhir. Pemain berusia 20 tahun yang sempat dikabarkan menuju St James’ Park itu kini disebut-sebut akan segera pindah dari Freiburg ke Aston Villa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.