Sederet Skandal yang Dibongkar oleh Romain Molina: PSSI & Timnas Indonesia Terancam Mirip Argentina
adisaputro July 15, 2026 03:33 AM

TRIBUNWOW.COM - Sederet skandal yang dibongkar oleh Romain Molina, PSSI dan Timnas Indonesia terancam senasib dengan Argentina.

Dilansir TribunWow.com, jurnalis investigasi asal Prancis, Romain Molina, jadi sorotan publik pecinta bola Indonesia setelah beri pernyataan bakal menelisik lebih lanjut skandal yang ada di tanah air.

Menelisik beberapa analisa dan laporan investigasinya beberapa waktu terakhir, federasi sepak bola Indonesia (PSSI) dan seputar Timnas Indonesia potensi dikulik bahkan dibongkar oleh Romain Molina.

Adanya kans Indonesia dibongkar skandal maupun kasusnya tak terlepas dari pernyataan mantan pemain PSIS Semarang dan Madura United, Rogert Bonet

Baca juga: Rekap Transfer PSIS Semarang yang Sudah Kenalkan 16 Pemain Lokal, Terbaru Abduh Lestaluhu

Menilik lebih lanjut, Argentina jadi yang terkini coba dibongkar skandalnya oleh Romain Molina.

Bahkan ada 3 kasus besar yang dibongkar oleh Romain Molina yang melibatkan AFA dan tubuh Timnas Argentina.

Selain itu, ada 4 skandal lainnya yang juga dibongkar yang mayoritas berkaitan dengan federasi dari benua Afrika.

Berikut ulasan selengkapnya:

1. Bongkar Borok Sepak Bola Argentina

Terkini, ada 3 skandal sepak bola Argentina yang dibongkar oleh Romain Molina yang diunggah oleh media independen asing, insideworldsoccer.com.

Tiga skandal Argentina tersebut dibongkar oleh media asing independen, insideworldsoccer.com pada 12 Juli 2026 lalu.

Berikut ulasannya:

Kontroversi Piala Dunia Tambah Sorotan

Tak bisa dipungkiri, gelaran Piala Dunia 2026 banjir kontroversi yang terlihat nyata dan dituduhkan ke kiprah Argentina.

Terbaru, kritikan untuk Argentina datang dari beberapa insiden yang melibatkan sang juara bertahan saat bertarung di babak 16 besar kontra Mesir.

Selain itu, sorotan Romain Molina juga menyoroti terkait laga perempat final Argentina kontra Swiss.

Meski begitu, Molina masih belum mendapati bukti terkait keputusan wasit yang santer dimanipulasi.

"Para kritikus mempertanyakan beberapa insiden yang melibatkan juara bertahan, termasuk kemenangan dramatis mereka di babak 16 besar atas Mesir setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menang 3-2.

Perdebatan lebih lanjut menyusul kemenangan Argentina di perempat final atas Swiss, di mana penyerang Swiss Breel Embolo diusir keluar lapangan setelah tinjauan VAR. Pengusiran tersebut terbukti sangat penting karena Argentina akhirnya mengamankan kemenangan 3-1 di babak perpanjangan waktu.

Insiden-insiden tersebut memicu tuduhan baru di media sosial bahwa FIFA telah menunjukkan perlakuan istimewa terhadap tim Lionel Messi

Namun, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa keputusan wasit dimanipulasi," tulis insideworldsoccer.com.

Investigasi Molina Terkait FIFA yang Disinyalir Lindungi AFA soal Investigasi Keuangan

Media insideworldsoccer.com dalam laporannya yang mengutip dari temuan Molina, ada dugaan FIFA terus mendukung AFA terkait adanya dugaan pencucian uang dan penggelapan serta investigasi federal AS yang dilaporkan melibatkan lebih dari $300 juta.

Paling mencolok dalam laporan tersebut, ditemukan bahwa FIFA mentransfer uang hadiah turnamen ke perusahaan swasta bukan langsung ke AFA.

Molina menuding, bahwa beberapa hari sebelum Argentina angkat trofi Piala Dunia 2022, AFA menyerahkan hak komersial internasionalnya kepada perusahaan baru yang belum lama didirikan di Miami dan dilaporkan tak memiliki pengalaman sebelumnya di bidang sepak bola.

Kesepakatan Hak Komersial Timbulkan Tanda Tanya Besar

Menilik penyelidikan yang dilakukan Molina, perusahaan yang berbasis di Miami itu menerima komisi tetap sebesar 30 persen dari seluruh pendapatan komersial internasional yang dihasilkan oleh AFA.

Molina membeberkan komisi itu sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya bahkan dicap sebagai hal yang tidak logis.

Laporan itu juga menuduh bahwa jutaan dolar ditransfer melalui perusahaan fiktif yang terkait dengan individu yang tengah di ambang kebangkrutan, utang besar atau tinggal di perumahan umum.

Lebih parah lagi, beberapa orang tersebut diduga menghilang setelah mendapatkan dana, mengubah detail yang ada pada kontrak mereka.

Gaya hidup masyarakat di sekitar pun mengalami peningkatan.

Lebih lanjut, penyelidikan juga mengklaim jika sebagian uang itu kemudian digunakan untuk pembelian properti mewah, pesawat pribadi, kapal pesiar dan untuk membiayai usaha yang tidak terikat dengan sepak bola.

Molina juga menuding, para penyelidik mencurigai para pejabat AFA mendapat keuntungan pribadi dari pengaturan tersebut.

Termasuk melalui struktur kepemilikan yang melibatkan real estat mewah yang ada pada daftar nama pihak ketiga.

2. Skandal Federasi Sepak Bola Senegal soal Dokter Fedior (14 Juli 2026)

Kedua terkait dengan skandal yang dilakukan oleh para pemimpin Senegal.

Di mana, pemimpin federasi sepak bola Senegal menyerang Dokter Fedior dengan alasan dirinya memiliki latar belakang yang tak sesuai karena berasal dari ginekolog.

Padahal dokter Fedior sudah berada di tim nasional selama 10 tahun lamanya.

Lebih lagi, sang dokter menurut Molina tak pernah menyembunyikan apapun terkait riwayatnya.

Namun, di saat situasi tengah ginting, Presiden Abdoulaye Fall mengeluarkan argumen kontroversial mengenai Dokter Fedior.

"Dalam pembenaran-pembenaran konyol para pemimpin Federasi Sepak Bola Senegal , yang paling absurd adalah serangan terhadap dokter Fedior dengan alasan bahwa ia tidak cocok karena latar belakangnya sebagai Dokter Ginekolog ini sudah berada di tim nasional selama SEPULUH TAHUN, ia tidak pernah menyembunyikan riwayatnya, dan tiba-tiba di saat krisis, presiden Abdoulaye Fall mengeluarkan argumen ini. Menyedihkan," tulis Molina di akun X nya.

3. Skandal Nigeria Ganti Tunisia di Piala Dunia 2010 (13 Juli 2026)

Ketiga yang disorot oleh Molina terkait dengan skandal ganti status peserta Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Saat itu, Tunisia gagal lolos ke Piala Dunia 2010 setelah kalah saing dengan Nigeria di babak kualifikasi.

Molina menuding, Nigeria lolos dengan cara melakukan pemalsuan pertandingan.

Di mana FIFA saat itu hanya pasif menanggapi adanya isu miring di babak kualifikasi tersebut.

"Hari ini saya akan mempublikasikan video terperinci tentang bagaimana memalsukan pertandingan Piala Dunia?"

"Saya meyakinkan Anda, ini bukan tentang final tapi tetap saja: jika Tunisia tidak lolos ke Piala Dunia 2010, itu justru karena pemalsuan pertandingan yang memungkinkan Nigeria lolos sebagai gantinya, di antaranya. Tentu saja, FIFA tidak melakukan apa-apa dan terus tetap pasif terhadap wabah yang masih berlangsung ini, terutama di babak kualifikasi," tulis Molina.

4. Konspirasi yang Menuding Presiden Sepak Bola Afghanistan (13 Juli 2026)

Molina juga menyoroti kasus tuduhan terkait pengaturan pertandingan yang melibatkan Presiden Federasi Sepak Bola Afghanistan, Mohammad Yousef Karga tahun 2023 silam.

Namun, dua setengah tahun setelah kasus itu terbuka, FIFA masih saja belum memberikan tindakan apa pun mengenai adanya tudingan pengaturan pertandingan tersebut.

Molina menyoroti lambatnya penanganan kasus yang dilakukan oleh FIFA.

Selain itu, ada juga kasus korupsi di dalam tim nasional yang diduga dilakukannya dengan modus meminta $10.000 kepada seorang pemain untuk dipilih.

Meski begitu, tudingan itu dianggap oleh AFC melalui wakil Sekretaris Jenderal nya yang notabene rekan Karga jika hal itu merupakan konsipirasi belaka.

"Dua setengah tahun kemudian, FIFA masih belum mengambil tindakan apa pun terkait tuduhan pengaturan pertandingan terhadap presiden Federasi Sepak Bola Afghanistan, Mohammad Yousef Kargar."

"Belum ada pula penyebutan tentang korupsi di dalam tim nasional (ia meminta $10.000 kepada seorang pemain untuk dipilih) atau invoice palsu dan digelembungkan yang dikirim ke FIFA Kargar bisa berterima kasih kepada AFC, dan khususnya wakil sekretaris jenderal, teman Iran-nya Vahid Kardany, yang memberi tahu semua orang bahwa ini adalah konspirasi Argentina," lanjut cuitan Molina.

Baca juga: Setelah Bongkar Mafia Bola Argentina, Jurnalis Investigasi Prancis akan Buka Skandal di Indonesia

Di akhir analisa investigasinya, Molina menyebut langkah itu sebagai upaya untuk melindungi suara Gianni Infantino terkait langkah politiknya agar mengamankan jabatannya sebagai Presiden FIFA.

Mengingat, Afghanistan, Senegal, Nepal memiliki satu suara yang bisa mendongkrak perolehan suara Infantino.

Terlalu keras ke presiden asosiasi bisa jadi blunder buat dirinya dalam pemilihan ulangnya.

"Afghanistan, Senegal, Nepal apa pun benuanya dan apa pun ukuran asosiasi sepak bola, FIFA selalu berusaha maksimal untuk melindungi Anda – namun pada saat yang sama, merekalah yang memungkinkan Infantino mengamankan pemilihan ulangnya," jelasnya.

5. Pembiaran Karier Pelatih Lokal Kongo yang Tersandung Pelecehan yang Sudah Diberi Hukuman namun Masih Bisa Melatih (26 Juni 2026)

Molina juga membeberkan kebusukan FIFA mengenai keputusan mereka yang membiarkan pelatih asal Kongo, Jonathan Bukabakwa yang tersandung kasus pelecehan seksual untuk tetap melatih.

Meski sudah dijatuhi larangan selama 20 tahun, namun, hukuman itu tak diindahkan oleh Jonathan Bukabakwa.

Adanya kasus itu menunjukkan jika badan investigasi FIFA untuk melindungi korban berjalan buruk.

"Di dunia normal, ini akan menjadi skandal global FIFA telah menangguhkan Jonathan Bukabakwa (alias Messi) selama 20 tahun karena pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Namun, ia terus melatih pemain muda di sebuah tim di Republik Demokratik Kongo.

Ini melambangkan kegagalan total dari sistem perlindungan yang dipromosikan oleh FIFA: badan pengatur sepak bola dunia ini telah menangani investigasi dengan buruk, mengecewakan korban (di Gabon, Haiti, DRC, dll.) dan melindungi sistem predator yang masih bertahan Bagaimana mereka bisa berparade di seluruh media sambil membicarakan “toleransi nol” sementara pelatih ini terus melatih remaja tanpa terganggu?" bunyi hasil investigasi Molina.

(TribunWow.com/Adi Manggala S)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.