Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo,com. REDELONG - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman meninjau kebun perbenihan kopi di Kampung Rimba Raya KM 60, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (14/7/2026).
Disana, Mentan Amran berdialog langsung dengan para petani sambil berkeliling di area kebun pembibitan benih kopi.
Dihadapan para petani, ia mengekspresikan kepuasannya terhadap kualitas tata kelola pembibitan di Bener Meriah yang dinilai memenuhi standar tinggi.
Lantas ia menegaskan, Kementan siap memperluas alokasi bantuan serupa pada tahun anggaran 2027, dengan syarat para petani merawat bibit yang telah diberikan dengan optimal.
Mentan ingin pendapatan petani kopi bisa melampaui gaji menteri. Target ini coba dicapai lewat program hilirisasi perkebunan yang tengah digarap pemerintah.
Amran merinci, satu keluarga petani yang mengelola kebun kopi seluas dua hektare punya potensi mengantongi Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per bulan.
"Katakanlah kalau satu keluarga ada kebun dua hektare, potensi penghasilannya itu bisa tembus Rp 20–30 juta. Jumlah itu di atas gaji menteri yang sebesar Rp 19 juta per bulan," ungkapnya.
Bagi Amran, indikator kesuksesan pembangunan pertanian bukan dilihat dari seberapa besar anggaran yang digelontorkan atau pendapatan negara, melainkan dari tingkat kesejahteraan masyarakatnya.
"Di situlah kebahagiaan pemimpin. Puncak kebahagiaan adalah manakala ada rakyat tersenyum kalau kita datang," tuturnya.
Ia juga mengklaim program pengembangan kopi dari Kementerian Pertanian ini sudah mulai berdampak bagi petani di Aceh.
Merujuk laporan pemerintah daerah setempat, program penanaman kopi ini berhasil mendongkrak pendapatan petani hingga kisaran Rp 4 triliun.
Kementan sendiri telah menyalurkan bantuan pengembangan kopi seluas 17 ribu hektare dengan sekitar 17 juta batang kopi untuk wilayah Aceh.
Program tersebut akan dilanjutkan pada tahun depan dengan catatan tanaman yang telah dibagikan dirawat secara optimal.
Amran juga menyebut kualitas bibit dan pendampingan penyuluh pertanian di Aceh menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan program tersebut.
Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga menargetkan kenaikan nilai ekspor kopi melalui program hilirisasi perkebunan.
Saat ini nilai ekspor kopi Indonesia disebut telah mencapai sekitar Rp 40 triliun dan diharapkan terus meningkat.
"Nah, ekspor kita sudah mencapai nilainya Rp 40 triliun. Kalau bisa kita tingkatkan sampai Rp 100 triliun ke depan, bila perlu Rp 200 triliun. Dan itu pasti bisa," kata Amran.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian dalam pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi yang melanda sebagian besar wilayah Aceh.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut, termasuk untuk penanganan lahan pertanian yang mengalami kerusakan berat.
Program pembibitan, peremajaan tanaman, peningkatan kualitas produksi, hilirisasi, dan perluasan akses ekspor.
"Kita sangat mengapresiasi, terpenting kita berharap kawasan Gayo ini akan terus berkembang sebagai sentra kopi unggulan Indonesia yang mampu bersaing di pasar internasional," pungkasnya.
Pantauan Wartawan TribunGayo.com di lokasi, kedatangan Mentan turut didampingi Wakil Gubernur Aceh.
Kemudian hadir juga masing-masing Bupati dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues beserta bersama sejumlah rombongan. (*)
Baca juga: Tinjau Pembibitan di Bener Meriah, Mentan Pastikan Keberlanjutan 17 Juta Batang Kopi Gayo untuk Aceh
Baca juga: Untuk Pembibitan Kembali Kopi Aceh Terdampak Bencana, Mentan Akan Kuncurkan Rp 40 Miliar
Baca juga: Mentan Amran Sulaiman Pastikan Pemulihan Sawah Terdampak Banjir di Aceh Segera Dilakukan