Semifinal Inggris vs Argentina Picu Perdebatan Favoritisme Setelah FIFA Umumkan Keputusan
Agus Firmansyah July 15, 2026 03:47 AM

Menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia antara Inggris dan Argentina, situasi menjadi kontroversial setelah FIFA mengumumkan pilihan wasit untuk laga tersebut. Dengan tim asuhan Thomas Tuchel berusaha mencapai final pertama mereka sejak 1966 dan sang juara bertahan berambisi meraih gelar berturut-turut, setiap keputusan di Atlanta akan berada di bawah pengawasan ketat.

Perjalanan Argentina di babak gugur sudah memunculkan keluhan mengenai VAR dan keputusan wasit, sehingga penunjukan wasit untuk laga ini diperkirakan akan menarik perhatian publik.

Namun, hubungan sebelumnya antara wasit yang ditunjuk dengan pertandingan yang melibatkan Lionel Messi semakin memperkuat perdebatan bahkan sebelum laga dimulai.

Menurut laporan Daily Mail, kekhawatiran terkait potensi favoritisme meningkat setelah FIFA menunjuk Ismail Elfath sebagai wasit untuk semifinal pada hari Rabu.

Elfath, warga Amerika Serikat kelahiran Maroko, akan dibantu oleh Corey Parker dan Kyle Atkins, sementara Maurizio Mariani dari Italia ditunjuk sebagai ofisial keempat.

ESPN mengonfirmasi bahwa Elfath akan memimpin pertandingan di Stadion Atlanta. Ia sebelumnya telah memimpin tiga laga di Piala Dunia ini, namun ini akan menjadi pertandingan pertamanya yang melibatkan Inggris maupun Argentina.

Elfath juga pernah memimpin beberapa pertandingan Inter Miami sejak Lionel Messi bergabung dengan MLS, termasuk final Piala Liga 2023 melawan Nashville.

Meskipun media menjulukinya sebagai “wasit favorit Messi”, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan tidak pantas atau keputusan yang bias.

Kekhawatiran yang lebih luas muncul akibat kontroversi dari kemenangan Argentina atas Mesir dan Swiss.

Reuters melaporkan bahwa para lawan berulang kali mengeluhkan keputusan yang dianggap menguntungkan Argentina, meskipun mantan wasit FIFA Christina Unkel menyatakan bahwa insiden yang ia tinjau tidak menunjukkan adanya kesalahan pengadilan yang jelas.

Kepala perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, juga menolak tuduhan keberpihakan, menegaskan bahwa para wasit Piala Dunia bekerja secara independen dan bahwa mempertanyakan integritas mereka tanpa bukti adalah hal yang tidak dapat diterima.

Elfath seharusnya dinilai berdasarkan kinerjanya di hari Rabu, bukan dari kontak sebelumnya dengan Messi.

Dalam dunia sepak bola, wajar bagi wasit untuk memimpin pertandingan yang melibatkan pemain bintang yang sama berulang kali, terutama jika mereka bertugas di liga tempat pemain tersebut berkompetisi.

Namun demikian, FIFA harus memahami mengapa penunjukan ini menimbulkan kegelisahan. Setelah beberapa keputusan kontroversial terkait Argentina, bahkan keputusan yang benar namun tipis bisa saja memicu reaksi keras dari publik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.