TRIBUNNEWS.COM – FIFA resmi menunjuk Ismail Elfath sebagai wasit yang akan memimpin laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Argentina.
Pertandingan yang digelar di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB itu dipastikan menjadi salah satu duel paling panas di turnamen.
Penunjukan wasit asal Amerika Serikat itu pun langsung menarik perhatian publik. Pasalnya, wasit berusia 44 tahun tersebut memiliki catatan unik yang berkaitan dengan megabintang Argentina, Lionel Messi.
Elfath diketahui pernah dua kali menjadi bagian dari pertandingan yang berakhir dengan Messi mengangkat trofi juara.
Momen pertama terjadi saat final Piala Dunia 2022 di Qatar. Ketika itu, Elfath memang bukan wasit utama, melainkan bertugas sebagai ofisial keempat dalam laga final yang dimenangkan Argentina atas Prancis melalui adu penalti.
Kemudian, kesempatan kedua datang pada final Leagues Cup 2023. Saat itu, Elfath dipercaya sebagai wasit utama ketika Inter Miami mengalahkan Nashville SC lewat adu penalti.
Laga tersebut sekaligus menjadi trofi pertama Lionel Messi sejak bergabung dengan klub asal Major League Soccer (MLS) tersebut.
Tak heran jika sebagian penggemar sepak bola mulai mengaitkan kehadiran Elfath sebagai "jimat keberuntungan" bagi kapten Timnas Argentina tersebut.
Meski begitu, Argentina dinilai sedang berada di jalur yang tepat untuk menciptakan sejarah.
"Argentina mempunyai beban yang berat, tapi sekaligus kehormatan juga sebagai satu-satunya wakil Amerika Selatan." kata Bayu Ajianto dalam acara podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Argentina juga sebagai juara bertahan. Jika Argentina bisa mempertahankan gelar, ini akan menjadi pencapaian yang monumental karena mereka harus menebus tiga kekuatan terbesar Eropa," tambahnya.
Baca juga: Wonderwall atau Chants Messi? Inggris vs Argentina Hadirkan Duel Unik di Semifinal Piala Dunia 2026
Berdasarkan laporan dari BBC, selama Piala Dunia 2026 ini Ismail Elfath sudah dipercaya memimpin tiga pertandingan.
Ia mengawal laga Jepang kontra Belanda di fase grup, Uruguay melawan Spanyol, hingga duel babak 16 besar antara Norwegia dan Brasil.
Dalam tiga pertandingan tersebut, Elfath mengeluarkan enam kartu kuning dan satu kartu merah langsung.
Kartu merah itu diberikan kepada gelandang Uruguay, Agustin Canobbio, setelah melakukan pelanggaran keras terhadap bek muda Spanyol, Pau Cubarsi.
Situasi sempat memanas karena Canobbio mendekati Elfath usai diusir dan menarik seragam sang wasit.
Di level domestik, Elfath sudah menjadi wasit MLS sejak 2012 dan dua kali dinobatkan sebagai Wasit Terbaik MLS.
Lahir di Maroko, Elfath pindah ke Amerika Serikat saat berusia 18 tahun setelah memperoleh visa melalui program Diversity Visa Lottery.
Pada pertandingan Inggris melawan Argentina nanti, Elfath akan dibantu dua asisten wasit asal Amerika Serikat, Corey Parker dan Kyle Atkins. Sementara wasit asal Italia, Maurizio Mariani, bertugas sebagai ofisial keempat.
Di sisi lain, dua wasit asal Inggris, Michael Oliver dan Anthony Taylor, dipastikan tidak bisa memimpin partai final maupun pertandingan yang melibatkan Inggris.
Hal itu karena FIFA menerapkan aturan konflik kepentingan yang melarang seorang wasit memimpin laga yang melibatkan negaranya sendiri.
Tak hanya itu, rivalitas politik antara Inggris dan Argentina yang dipengaruhi konflik Kepulauan Falkland pada 1982 juga membuat wasit dari kedua negara tidak dapat ditunjuk untuk memimpin pertandingan yang melibatkan kedua tim.
Wasit asal Argentina, Facundo Tello, juga tidak memenuhi syarat memimpin laga tersebut karena alasan yang sama.
Dengan demikian, penunjukan Ismail Elfath menjadi pilihan FIFA untuk memimpin salah satu pertandingan terbesar di Piala Dunia 2026.
Kini menarik dinantikan apakah rekam jejak positif Lionel Messi bersama Elfath akan kembali berlanjut, atau justru Inggris yang mampu memutus "tuah" sang pengadil lapangan.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)