TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai melanda Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat baru-baru ini.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar, jarak pandang terendah terjadi di Kabupaten Kubu Raya mulai terjadi pada Selasa 14 Juli 2026, pada pukul 06:0 WIB dengan jarak 0,5 km.
Bagaimana nasib penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak?
General Manager (GM) Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Supadio Pontianak, Maya Damayanti memastikan aktivitas penerbangan masih aman terkendali.
"Sampai dengan hari ini tidak ada gangguan penerbangan karena asap, dan saat ini operasional penerbangan di Bandara Supadio juga berjalan normal," katanya kepada TribunPontianak.co.id, Selasa 14 Juli 2026.
Di sisi lain, penerbangan komersial biasanya mengandalkan instrumen navigasi canggih (seperti ILS Kategori I), dan jarak pandang minimum yang dibutuhkan adalah sekitar 550 meter hingga 1.500 meter (sekitar 1 mil).
• Kabut Asap Turunkan Jarak Pandang di Bandara Supadio, Penerbangan Masih Berjalan Normal
Namun, jika jarak pandang di bawah 550 meter atau yang dikenal dengan Low Visibility Procedures biasanya memerlukan lampu landasan dan panduan autopilot khusus baik lepas landas maupun pendaratan.
Dengan ini pihaknya mengimbau kepada calon penumpang agar tidak perlu khawatir, serta tetap memantau informasi resmi dari maskapai maupun Bandara Supadio apabila terjadi perubahan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi jadwal penerbangan.
"Hingga saat ini seluruh penerbangan masih dapat dilayani dengan normal, dan kami terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi cuaca di sekitar bandara," pungkas Maya.
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel mengatakan tujuh daerah telah menetapkan status siaga yakni Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Mempawah, Ketapang, Kayong Utara, Landak, dan Sekadau.
"Karena sudah lebih dari tiga kabupaten yang menetapkan status siaga, maka kami juga menetapkan status siaga di tingkat provinsi," kata Daniel kepada TribunPontianak.co.id, Senin 13 Juli 2026.
• Bagaimana Nasib Penerbangan di Bandara Supadio? Ini Faktanya!
Untuk mendukung penanganan Karhutla, BPBD Kalbar telah menyiapkan lima unit helikopter.
Tiga helikopter difungsikan untuk patroli udara, sedangkan dua lainnya digunakan untuk operasi water bombing.
Kendati demikian, Daniel mengakui jangkauan udara tersebut masih sangat terbatas, sehingga belum mampu menjangkau seluruh wilayah Kalimantan Barat secara optimal.
"Memang belum bisa menjangkau seluruh wilayah di Provinsi Kalimantan Barat, khususnya di Kapuas Hulu dan Ketapang," ungkapnya.
BMKG Kalbar telah mengeluarkan sebaran titik panas di sejulmah wilayah di provinsi Kalimantan Barat, periode 11 Juli 2026.
Pada periode tersebut, titik panas tersebut mengalami peningkatan dari yang sebelumnya sebanyak 112 titik, meningkat menjadi 181 titik.
Berdasarkan data yang di rilis, titik panas terbanyak di Kabupaten Ketapang dengan 52 titik.
Selain meningkatnya jumlah titik panas, BMKG Kalimantan Barat juga memprakirakan potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Kalbar mulai berkurang dalam sepekan ke depan.
(*)