5 Populer Regional: Dokter Spesialis Anestesi Ditemukan Tewas - Nama Bayi Muhammad MBG Subianto
Garudea Prabawati July 15, 2026 07:33 AM

Korban sebelumnya dilaporkan hilang, sementara penyebab kematiannya masih diselidiki karena terdapat sejumlah kejanggalan yang ditemukan.

Polisi mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian korban secara pasti.

Kemudian ada kisah di balik bayi laki-laki di Wonosobo diberi nama Muhammad MBG Subianto oleh orang tuanya, Yuharni dan Ambon Yassin.

Nama ini terinspirasi dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Presiden Prabowo Subianto.

Kehadiran nama unik tersebut langsung menarik perhatian warga, bahkan bayi akrab disapa MBG.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:

1. Dokter Spesialis Anestesi RSUD Tengku Rafian Siak Riau Ditemukan Tewas di Semak Belukar

dr Alex, Sp.An ditemukan tewas di semak belukar samping bangunan RSUD Tengku Rafian Siak Selasa (14/7/2026)
dr Alex, Sp.An ditemukan tewas di semak belukar samping bangunan RSUD Tengku Rafian Siak Selasa (14/7/2026) (HO/IST/Tribun Pekanbaru)

Dokter Alex Cristo Loris, seorang dokter spesialis anestesi RSUD Tengku Rafian Siak Provinsi Riau ditemukan tewas di di semak belukar di samping rumah sakit tersebut.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Alex Cristo Loris dikabarkan hilang sejak Senin (13/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi kaku dan masih mengenakan pakaian rapi. Keberadaan jasad di area semak-semak samping rumah sakit itu mengundang perhatian warga yang memadati lokasi.

Suasana duka pecah ketika seorang perempuan yang diduga merupakan anggota keluarga dekat korban datang ke lokasi. Ia tampak histeris di hadapan jasad dokter tersebut.

“Sayang, ayo kita pulang,” ucap perempuan itu sambil menangis, sebelum akhirnya berusaha ditenangkan oleh warga dan petugas yang berada di lokasi.

Informasi yang dihimpun, dr Alexdi perkirakan masih berusia sekitar 30 tahun dan baru sekitar sepekan menjalankan tugas di RSUD Tengku Rafian Siak.

Hingga kini, penyebab kematiannya belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian karena dinilai terdapat kejanggalan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, dr Handry, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan rasa prihatin atas meninggalnya tenaga medis tersebut.

“Turut prihatin. Untuk informasi dari laporan RSUD Tengku Rafian, saat ini sedang ditangani oleh pihak berwajib, yaitu kepolisian. Saya sedang ada pertemuan sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut,” kata dr Handry.

Belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai apakah ditemukan tanda-tanda kekerasan atau dugaan penyebab lain atas meninggalnya dokter spesialis tersebut. 

Baca selengkapnya.

2. Profil M Nursiah, Wakil Bupati Lombok Tengah Disorot gegara Jenguk Tersangka Kasus Santri Dibakar

ATENSI KASUS - Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah. Nursiah menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif serta mengedepankan proses hukum yang berlaku.
ATENSI KASUS - Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah. Nursiah menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif serta mengedepankan proses hukum yang berlaku. (Tribunnews.com/TRIBUNLOMBOK.COM/Ahmad Wawan Sugandika)

Kasus santri bakar santri di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus bergulir dan kini menjadi perhatian nasional.

Perhatian publik semakin meningkat setelah kuasa hukum korban dari Hotman 911 —tim bantuan hukum gratis yang dibentuk oleh pengacara kondang Hotman Paris— bersama pihak kepolisian mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Polisi sebelumnya telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Tersangka pertama adalah MR, santri yang membakar tiga temannya sendiri, yaitu Ahmad Deven Ramdan, Sahid Al Hudri, dan Sahril Sobirin. Sahril Sobirin sendiri dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Tersangka kedua adalah Ahmad Muzakki Rahmatullah, pimpinan sekaligus pengasuh pondok pesantren tempat kejadian berlangsung. Ia dijerat atas dugaan kelalaian dalam pengawasan dan pengelolaan pesantren.

Fakta yang cukup mengejutkan turut terungkap, yakni izin operasional pondok pesantren tersebut ternyata sudah habis masa berlakunya sejak 2021.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, publik justru dihebohkan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan Wakil Bupati Lombok Tengah, Muhammad Nursiah, menjenguk tersangka Ahmad yang sedang sakit.

Dalam video tersebut, keduanya terlihat akrab, bahkan sempat bersalaman dan cipika-cipiki.

Momen itu sontak memicu amarah warganet yang menilai langkah M Nursiah tidak pantas dilakukan terhadap seorang tersangka.

Menanggapi hal tersebut, M Nursiah membenarkan bahwa dirinya memang bersilaturahmi ke kediaman Ahmad.

Namun ia menegaskan, kunjungannya tidak hanya ditujukan kepada tersangka semata — ia mengaku juga telah menjenguk para korban dalam kasus ini.

“Alhamdulillah saya sudah berkunjung ke korban, dan Tuan Guru (tersangka) ternyata sudah dirawat di rumah sakit umum daerah Praya selama 6 hari, beliau sudah sehat, semoga tetap sehat,” ucap Nursiah, dikutip dari TribunLombok.com, Selasa (14/7/2026).

Baca selengkapnya.

3. Penjelasan BRIN Meteor di Langit Majalengka Berubah Warna Biru Jadi Hijau

FENOMENA ANTARIKSA - Cahaya hijau kebiruan menyerupai meteor terlihat di langit Jawa pada Sabtu (11/7) malam, memicu kehebohan warga Ciamis, Bekasi, Cirebon, hingga Sleman. Fenomena singkat itu disertai dentuman di Cirebon dan viral di media sosial. BRIN belum memastikan apakah benar meteor atau fenomena atmosfer lain.
FENOMENA ANTARIKSA - Cahaya hijau kebiruan menyerupai meteor terlihat di langit Jawa pada Sabtu (11/7) malam, memicu kehebohan warga Ciamis, Bekasi, Cirebon, hingga Sleman. Fenomena singkat itu disertai dentuman di Cirebon dan viral di media sosial. BRIN belum memastikan apakah benar meteor atau fenomena atmosfer lain. (HO/IST)

Dentuman keras yang menggegerkan warga Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu (11/7/2026) dipastikan merupakan lintasan meteor berukuran besar.

Meteor tersebut melintas di atas Pulau Jawa sebelum diduga berakhir di Samudera Hindia.

Penjelasan itu disampaikan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, melalui keterangan tertulis, Senin (13/7/2026). 

Berdasarkan hasil analisis berbagai laporan warga dari sejumlah daerah, meteor tersebut melintas dari wilayah Jawa Barat hingga Yogyakarta dengan kecepatan sangat tinggi sebelum diduga jatuh di wilayah selatan Jawa.

"Teman-teman media menghubungi saya menyampaikan laporan warga dari berbagai daerah mengenai dugaan meteor jatuh pada Sabtu malam sekitar pukul 21.30 WIB. Berdasarkan rangkaian informasi tersebut dapat disusun kronologi lintasan meteor yang melintasi Pulau Jawa," ujar Thomas.

Ia menjelaskan, meteor pertama kali terpantau dari Jalan Tol Bekasi sekitar pukul 21.22.35 WIB.

Saat itu, benda langit tersebut masih berada pada ketinggian sangat tinggi sehingga hanya terlihat sebagai cahaya putih berukuran relatif kecil.

Beberapa saat kemudian, warga di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan mulai melaporkan suara dentuman keras yang menggema.

Menurut Thomas, suara tersebut bukan berasal dari meteor yang menghantam permukaan Bumi.

"Suara tersebut bukan berasal dari benturan meteor dengan permukaan bumi, melainkan gelombang kejut (shockwave) yang muncul karena meteor melaju dengan kecepatan sangat tinggi di atmosfer bagian bawah," ucapnya.

Setelah melintasi Cirebon dan Kuningan, meteor kembali terlihat di langit Majalengka dengan cahaya berwarna biru. 

Beberapa detik kemudian, fenomena serupa dilaporkan warga di kawasan Nagreg, perbatasan Kabupaten Bandung dan Garut, sekitar pukul 21.23.37 WIB.

Perjalanan benda langit itu terus berlanjut ke arah tenggara hingga tampak di langit Tasikmalaya dan akhirnya terlihat di wilayah Yogyakarta sekitar pukul 21.23.57 WIB.

Baa selengkapnya.

4. Penampakan 2 Rumah Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Jadi Tempat Simpan Harta Perasan Rp21,2 Miliar

OTT DI SUKOHARJO - Rumah di Desa Jendi Selogiri yang dikabarkan turut digeledah KPK dalam OTT kasus pemerasan ASN yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.
OTT DI SUKOHARJO - Rumah di Desa Jendi Selogiri yang dikabarkan turut digeledah KPK dalam OTT kasus pemerasan ASN yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. (TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan dan menetapkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, Jawa Tengah.

Etik terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Kamis (9/7/2026).

Plt Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Achmad Taufik mengatakan, Etik berupaya menyembunyikan harta hasil pemerasan anak buahnya dalam sebuah rumah rahasia atau safe house.

Di dua rumah itu, Etik menyimpan uang tunai serta emas batangan yang nilainya mencapai Rp21,2 miliar.

"Terkonfirmasi betul itu dipakai oleh tersangka sebagai penyimpanan barang bukti di beberapa tempat yang sempat didatangi oleh tim di lapangan. Jadi semacam, ya bisa dikatakan safe house lah," kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2026).

Taufik mengungkapkan, tidak sembarangan orang bisa mengakses safe house tersebut.

Hanya orang-orang kepercayaan Bupati Sukoharjo yang dapat mengaksesnya.

"Jadi, semacam ya bisa dikatakan safe house lah. Dan itu juga orang-orang kepercayaannya bupati saja yang bisa mengakses ke tempat-tempat itu," ungkap Taufik.

Dari penelusuran TribunSolo.com, rumah itu berada di Kabupaten Wonogiri dan Kota Solo.

Rumah di Wonogiri

Rumah rahasia Etik di Wonogiri berada di Dusun Bulu, Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Lokasi rumah itu berjarak 15 kilometer dari Rumah Dinas Bupati Sukoharjo di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 1, tepatnya di sudut Kawasan Proliman, Kabupaten Sukoharjo.

Rumah tersebut turut digeledah KPK dalam OTT kasus dugaan pemerasan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjerat Bupati Sukoharjo.

Baca selengkapnya.

5. Kisah di Balik Nama Bayi Muhammad MBG Subianto, Sang Ayah dan Ibu Sempat Berdiskusi

NAMA UNIK - Yuharni memperlihatkan putra ketiganya yang diberi nama Muhammad MBG Subianto di rumahnya di Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (13/7/2026). Nama tersebut dipilih sebagai ungkapan syukur setelah dirinya memperoleh pekerjaan di SPPG melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
NAMA UNIK - Yuharni memperlihatkan putra ketiganya yang diberi nama Muhammad MBG Subianto di rumahnya di Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (13/7/2026). Nama tersebut dipilih sebagai ungkapan syukur setelah dirinya memperoleh pekerjaan di SPPG melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (HO/IST/TRIBUN JATENG/Imah Masitoh)

Nama unik bayi laki-laki asal Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, mendadak menjadi perhatian masyarakat.

Bayi yang baru berusia tiga hari itu diberi nama Muhammad MBG Subianto oleh kedua orang tuanya, Yuharni (41) dan Ambon Yassin.

Putra ketiga pasangan yang tinggal di Dusun Prigi RT 05 RW 04, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo itu lahir melalui persalinan normal di Puskesmas Sapuran pada Jumat (10/7/2026) malam.

"Hari perkiraan lahir (HPL) masih jatuh pada 22 Juli tapi lahir di tanggal 10 Juli. Alhamdulillah lahiran normal dan dalam kondisi sehat," ujar Yuharni saat ditemui di kediamannya, Senin (13/7/2026).

Saat lahir, Muhammad MBG Subianto memiliki berat badan 3,36 kilogram dengan panjang badan 50 sentimeter.

Terinspirasi Program MBG

Yuharni mengungkapkan, pemberian nama tersebut bukan tanpa alasan. Ia mengaku kehidupannya berubah sejak bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Perempuan berusia 41 tahun itu mulai bekerja di SPPG sejak 25 Agustus 2025. Menurutnya, program tersebut telah membuka kesempatan kerja bagi masyarakat yang sebelumnya menganggur.

"Saya kerja di MBG ya, terus saya sangat suka dengan program itu. Sangat membantu bagi yang pengangguran itu bisa bekerja," ungkapnya.

Sebagai bentuk rasa syukur, ia kemudian menyematkan unsur MBG pada nama anak ketiganya.

"Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto, itu bisa buat kenangan sampai seumur hidup," ucapnya.

Yuharni juga mengaku penghasilannya dari bekerja di SPPG membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

"Sangat membantu, bisa buat sandang pangan," bebernya.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.