Ungkap Pembunuhan Pedagang Lawar di Klungkung, Polda Bali Turun Tangan Buru Pelaku
Ida Ayu Suryantini Putri July 15, 2026 08:03 AM

 

 


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyelidikan kasus kematian I Nyoman Cita (40), pedagang lawar godel asal Desa Negari, Klungkung, yang ditemukan tewas di Sungai Bubuh kini mendapatkan perhatian serius dari jajaran kepolisian tingkat yang lebih tinggi. 

Polda Bali secara resmi turun tangan memberikan bantuan penuh untuk mem-backup Polres Klungkung demi mempercepat pengungkapan kasus yang diduga kuat sebagai pembunuhan berencana ini.

Keterlibatan langsung markas komando polda ini ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy.

Baca juga: WNA Inggris Maling di Nusa Penida Klungkung Bali, Bupati Satria Ancam Deportasi Wisatawan Nakal

Ia memastikan bahwa tim dari Polda Bali telah dikerahkan ke lapangan untuk menyokong proses penyelidikan.

"Polda backup pengungkapan," ujar Kombes Pol Ariasandy singkat saat dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus tersebut, pada Rabu 15 Juli 2026.

Pihak kepolisian saat ini berfokus pada pelacakan jejak digital. 

Aparat gabungan kini tengah menyisir dan memeriksa secara mendalam rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah pribadi maupun warung lawar milik korban yang akrab disapa Man Colik tersebut.

Baca juga: Harap Jadi Petunjuk Kunci, Penyidik Tunggu Hasil Pemeriksaan Hp Nyoman Cita

Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, membenarkan bahwa penyidik telah menyambangi kediaman pribadi keluarga korban guna mengumpulkan petunjuk. 

"Benar. Di sana mencari petunjuk," kata Dewa Nyoman Alit Purnawibawa.

Hingga saat ini, suasana di rumah berlantai dua milik korban serta warung lawar terkenalnya di jalur Bypass Ida Bagus Mantra tampak lengang dan tutup. 

Istri dan anak mendiang Nyoman Cita dikabarkan lebih banyak berada di rumah tua untuk mempersiapkan upacara pengabenan.

Putra korban, I Gede Rangga Winata (17), menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah memeriksa seluruh kamera pengawas yang dimiliki keluarga mereka untuk memetakan pergerakan terakhir sang ayah sebelum ditemukan tewas.

"Polisi sudah sempat ke rumah sama ke warung untuk cek CCTV," jelas Rangga Winata.

Ia memaparkan ada dua unit CCTV di rumah dan satu unit di warung yang diperiksa oleh petugas. 

Remaja ini pun menaruh harapan besar pada kerja keras aparat kepolisian agar pelaku yang tega menghabisi nyawa ayahnya bisa segera tertangkap.

"Kalau hasil penyelidikannya saya belum tahu. Tapi semoga saja polisi segera menangkap pelaku," harap Rangga.

Kasus ini bermula ketika Nyoman Cita ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di aliran Sungai Bubuh pada Kamis (2/7/2026) pagi. 

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi telungkup, tanpa busana, dan dipenuhi luka.

Berdasarkan hasil autopsi tim forensik RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, korban dipastikan mengalami kekerasan.

Ditemukan empat luka terbuka akibat senjata tajam, yang meliputi satu luka tusuk di punggung kanan, dua luka tusuk di punggung kiri, serta satu luka tusuk di perut depan, ditambah luka memar pada bagian leher.

Selain indikasi pembunuhan sadis, motif perampokan juga menguat setelah kalung emas seberat 70 gram yang selalu dikenakan korban dilaporkan raib dari tubuhnya. 

Saat ini, jenazah korban masih dititipkan di RSUD Klungkung dan direncanakan akan diaben pada Jumat (24/7/2026) mendatang, sementara polisi terus memburu pelaku di lapangan. (*) 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.