TRIBUNNEWS.COM – FIFA akan mencetak sejarah baru pada final Piala Dunia 2026 dengan menghadirkan pertunjukan paruh waktu (halftime show) untuk pertama kalinya sepanjang sejarah turnamen.
Keputusan tersebut sekaligus memicu perdebatan karena berpotensi mengubah salah satu tradisi paling sakral dalam sepak bola, yakni durasi jeda babak pertama yang selama ini dibatasi hanya 15 menit.
Final Piala Dunia 2026 akan digelar di Stadion MetLife, New Jersey, pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Spanyol telah memastikan tempat di partai puncak dan akan menghadapi pemenang laga Argentina kontra Inggris.
Laga tersebut akan menjadi penutup edisi perdana Piala Dunia yang menggunakan format 48 peserta.
Perubahan format ini dinilai membuat turnamen semakin menarik karena memberikan kesempatan kepada lebih banyak negara untuk bersaing di ajang sepak bola terbesar dunia.
"Menurut saya, Piala Dunia 2026 menarik karena mempertemukan lebih banyak negara dalam format baru, tetapi kualitas kompetisi tetap akan ditentukan oleh kemampuan tim beradaptasi dengan tekanan turnamen," kata Putri Indah Nazareta, Dosen S1 PJKR FKOR UNS sekaligus Kabid Binpres ESI Surakarta, saat dihubungi Tribunnews.
Selain menjadi partai penutup turnamen, final Piala Dunia 2026 juga akan menghadirkan konsep hiburan ala Super Bowl NFL yang belum pernah diterapkan di ajang Piala Dunia, seperti yang dilaporkan Sportsbible.
FIFA telah menyiapkan pertunjukan musik berdurasi sekitar 11 menit yang diproduseri oleh vokalis Coldplay, Chris Martin, dengan melibatkan sejumlah musisi papan atas dunia.
Beberapa nama yang dijadwalkan tampil antara lain Justin Bieber, Shakira, Madonna, Burna Boy, dan BTS.
Tak hanya itu, karakter ikonik seperti Sesame Street dan The Muppets juga disebut akan ikut meramaikan pertunjukan.
Selain halftime show, FIFA juga menyiapkan upacara penutupan yang menghadirkan Robbie Williams, Laura Pausini, Nicole Scherzinger, IShowSpeed, Tom Cruise sebagai bintang tamu spesial, serta Jennifer Hudson yang akan membawakan lagu kebangsaan Amerika Serikat.
Baca juga: Fakta Kemenangan Spanyol atas Prancis: Oyarzabal Cetak 30 Gol, La Roja Dekati Rekor Emas Piala Dunia
Jeda Babak Pertama Berpotensi Jadi 30 Menit
Kehadiran panggung dan proses persiapan pertunjukan membuat durasi jeda pertandingan dipastikan lebih panjang dibandingkan aturan normal.
Menurut laporan The Times, jeda bahkan bisa mencapai 30 menit, dengan siaran pertunjukan disiarkan secara penuh oleh pemegang hak siar.
Selama ini, Laws of the Game yang diterbitkan International Football Association Board (IFAB) menetapkan bahwa waktu istirahat babak pertama hanya berlangsung 15 menit.
Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa durasi jeda hanya dapat diubah dengan izin wasit.
Bukan Pertama Kali Dicoba
Konsep serupa sebenarnya sudah pernah diuji dalam beberapa turnamen internasional.
Pada final Piala Dunia Antarklub tahun lalu di stadion yang sama, jeda babak pertama diperpanjang menjadi 24 menit agar Doja Cat, Tems, dan J Balvin dapat tampil.
Sementara pada final Copa America 2024, penampilan Shakira membuat jeda pertandingan Argentina melawan Kolombia berlangsung sekitar 26 menit.
Pengalaman tersebut menjadi dasar FIFA untuk menerapkan konsep serupa pada final Piala Dunia.
Para Artis Tampil Tanpa Bayaran
Meski diperkirakan akan disaksikan ratusan juta penonton di seluruh dunia, para musisi yang tampil dalam halftime show dikabarkan tidak menerima bayaran.
Skema tersebut mengikuti tradisi pertunjukan Super Bowl, di mana artis memperoleh promosi global melalui penampilannya.
Seluruh pertunjukan diproduksi bekerja sama dengan organisasi amal Global Citizen.
Acara tersebut menjadi bagian dari kampanye FIFA Global Citizen Education Fund, yang menargetkan penggalangan dana sebesar 100 juta dolar AS.
Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas akses pendidikan dan olahraga bagi anak-anak di berbagai negara melalui program Football for Schools milik FIFA.
Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Shakira juga telah mengumumkan donasi sebesar 500.000 dolar AS bagi anak-anak di Venezuela yang terdampak gempa bumi.
Sejak dimulai, Piala Dunia 2026 memang menghadirkan berbagai inovasi, mulai dari format 48 tim peserta, perubahan aturan pertandingan seperti jeda minum hingga larangan menutup mulut.
Kini, dengan hadirnya halftime show pertama dalam sejarah, FIFA kembali menunjukkan ambisinya untuk menjadikan final Piala Dunia sebagai tontonan olahraga sekaligus hiburan berskala global.
(Tribunnews.com/Ali)