SURYA.co.id, MALANG - Jembatan Garuda Termangu tak lagi sekadar menjadi penghubung antara Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, dan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Sejak diresmikan pada 9 Maret 2026, kawasan di sekitar jembatan gantung ini perlahan menjelma menjadi ruang publik baru yang ramai dikunjungi warga.
Tak hanya dimanfaatkan sebagai akses penyeberangan, area sekitar jembatan kini dipadati warga yang datang untuk menikmati kuliner, berfoto, hingga memancing di aliran Sungai Metro yang berada tepat di bawahnya.
SURYA.co.id berkesempatan menjajal langsung suasana Jembatan Garuda Termangu pada Selasa (14/7/2026) pagi.
Sensasi berjalan di atas jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Metro menghadirkan pengalaman tersendiri, sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat.
Salah seorang warga Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Binti Masquria, mengaku masih merasakan sensasi berdebar setiap kali melintasi jembatan tersebut.
Sambil tersenyum tipis, ia mengatakan rasa tegang kerap muncul, terutama ketika harus berjalan cepat.
Baca juga: Dua Jalur Alternatif Menuju Pusat Wisata Pacet Mojokerto, Awas Macet Imbas Pelebaran Jembatan Sajen
"Ya mumet (pusing) kadang. Lek (kalau) harus lari, deg-degan," ujarnya saat ditemui usai berjalan kaki melewati jembatan.
Meski begitu, rasa gugup itu tak menghalanginya untuk kembali melintasi jembatan.
Bahkan, ia mengaku sudah sekitar empat kali bolak-balik menggunakan akses tersebut.
Tujuannya pun sederhana, yakni berburu kuliner yang kini semakin ramai bermunculan di sekitar kawasan jembatan.
Di sepanjang area tersebut, warga bisa menemukan beragam warung yang menjual gorengan, rujak, nasi empok, hingga aneka minuman dingin dan kopi.
"Biasanya mau ke sana beli nasi empok untuk makan siang," tuturnya ramah.
Selain memangkas waktu tempuh dari sekitar 30 menit menjadi hanya 10–15 menit, Jembatan Garuda Termangu kini juga mulai memunculkan geliat ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil di kedua sisi sungai.
Pemandangan alam yang masih asri berpadu dengan keberadaan warung-warung sederhana menjadikan kawasan ini sebagai alternatif tempat bersantai yang ramah di kantong.
Jembatan yang dibangun melalui kolaborasi TNI, Vertical Rescue Indonesia (VRI), dan warga setempat dalam program prioritas pemerintah pusat yang diprakarsai Presiden Prabowo Subianto itu kini perlahan berkembang menjadi titik kumpul baru bagi masyarakat.
Bagi Binti, suasana yang sejuk menjadi alasan lain mengapa kawasan tersebut layak dikunjungi, bukan sekadar sebagai jalur penyeberangan.
"Di samping tempatnya isis (sejuk/semilir), di sini juga murah. Terus nyaman dan ya, asyik," pungkasnya.
Perubahan fungsi Jembatan Garuda Termangu dari sekadar infrastruktur menjadi ruang publik baru menunjukkan bagaimana sebuah akses penghubung dapat menghadirkan manfaat berlapis.
Selain mempercepat mobilitas warga, kehadirannya juga mulai menghidupkan aktivitas ekonomi dan membuka potensi wisata lokal di perbatasan Kecamatan Kepanjen dan Sumberpucung. (Purwanto)