Selebrasi Lokal 2026, Fans Prancis Elfrid Veisal Saneh Akui 5 Keunggulan Spanyol
Edi Hayong July 15, 2026 11:19 AM

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Laga semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol atau La Roja melawan Prancis atau Les Bleus pada Rabu (15/7/2026) dini hari tadi berakhir dramatis.

Spanyol yang diprediksi tidak akan gampang mengalahkan Prancis ternyata dibuat tak berdaya oleh Lamine Yamal, Cs dengan skor akhir 2-0.

Atas hasil ini Fans Prancis di Kota Kupang, Ibu kota Provinsi NTT, Elfrid Veisal Saneh mengakui terkait kemenangan Spanyol tersebut.

Elfrid menyebut ada 5 kelebihan utama La Roja di laga. Pertama, Kontrol lini tengah total.

Prancis datang dengan 4 penyerang, tapi Spanyol main 3 gelandang, Dani Olmo, Pedri / Fabian Ruiz, dan Rodri.

"Itu bikin Spanyol unggul jumlah di tengah lawan Rabiot dan Kone / Tchouameni. Rencananya jelas, keep the ball, dictate the rhythm and make the danger flow the other way (Pertahankan bola, tentukan ritme permainan, dan ciptakan peluang berbahaya ke arah lain, Red," jelas aktivis CIS Timor Indoneia ini. 

Dia menegaskan, hasilnya rata-rata penguasaan bola Spanyol di turnamen ini 66 persen sehingga Prancis jadi jarang dapat bola.  

Kedua, Pressing yang mencekik, bukan parkir bus.

Yang membedakan Spanyol dari tim lain yang lawan Prancis, mereka tidak cuma bertahan dalam. Mereka menggunakan counter-press yang bikin penyerang Prancis langsung dikepung begitu dapat bola. 

"Prancis yang punya Mbappe, Dembele, Olise, Barcola jadi frustrasi karena tidak bisa bikin umpan-umpan penting," sambung Elfrid.  

Ketiga, Dimensi ekstra di sayap.

Lamine Yamal dengan kecepatannya bikin bek sayap Prancis harus jujur jaga lebar, sementara Olmo terus dorong bola ke depan setiap dapat bola. Ini yang bikin Prancis tidak bisa fokus jaga tengah saja.  

Keempat, Pertahanan paling solid di turnamen.

Orang fokus ke Yamal, padahal kekuatan terbesar Spanyol tahun ini adalah pertahanan. Pau Cubarsi baru 19 tahun tapi sudah pimpin Spanyol dengan 6 clean sheets sampai final.  

Kelima, Kecerdasan taktik De la Fuente

Ini kemenangan pelatih. Rodri sebagai jenderal lapangan memaksa Prancis bikin kesalahan, main dengan game plan sendiri dan tidak membiarkan Prancis narik mereka ke adu sprint.

Spanyol tidak perlu cetak gol banyak, mereka sabar kontrol game sampai momennya datang.

Seperti dilansir dari laman FIFA, Spanyol berhasil meredam Prancis di satu sisi lapangan dan menghukum mereka di sisi lainnya untuk meraih kemenangan yang pantas pada semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di Dallas Stadium. 

La Roja membatasi peluang Les Bleus melalui pertahanan yang nyaris tanpa cela, lalu mencetak gol melalui Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.

Spanyol kini akan menghadapi pemenang laga Inggris melawan Argentina di New York New Jersey Stadium.

Pada satu-satunya penampilan mereka sebelumnya di partai final, Spanyol keluar sebagai juara berkat gol Andres Iniesta ke gawang Belanda di Soccer City pada 2010.

Prancis memulai pertandingan sebagai sedikit lebih diunggulkan.

Meski Kylian Mbappe beberapa kali mengancam lewat serangan balik, Lamine Yamal memberikan peluang emas pertama bagi tim asuhan Luis de la Fuente.

Sehari setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19, pemain sayap itu berhasil mencapai bola lebih dahulu daripada Lucas Digne sebelum dijatuhkan di dalam kotak penalti.

Oyarzabal kemudian sukses menaklukkan spesialis penyelamat penalti Mike Maignan dari titik putih.

Keunggulan Spanyol bertambah setelah Porro memainkan kombinasi satu-dua yang brilian bersama Dani Olmo, menerima umpan balikan dengan sempurna sebelum melepaskan penyelesaian akurat ke pojok bawah gawang.

Prancis, dengan memasukkan Desire Doue dan Rayan Cherki, berusaha bangkit.

Namun, penjaga gawang Unai Simon tampil cerdas sebagai sweeper-keeper, sementara Marc Cucurella melakukan tekel luar biasa untuk menghentikan Mbappe.

Peluit panjang disambut sukacita oleh para pemain Spanyol dan kekecewaan mendalam bagi Prancis.

Tim asuhan Didier Deschamps kini akan memperebutkan tempat ketiga pada Sabtu mendatang, ketika Mbappe masih berpeluang meningkatkan kansnya untuk kembali meraih Sepatu Emas adidas.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.