5 Daerah di Kaltim yang Warganya Paling Banyak Kontrak Rumah Menurut Data BPS
Briandena Silvania Sestiani July 15, 2026 12:10 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Pola tempat tinggal masyarakat di Kalimantan Timur masih didominasi rumah milik sendiri.

Namun, data terbaru menunjukkan masih ada sejumlah daerah di Kalimantan Timur yang memiliki persentase rumah tangga cukup tinggi memilih tinggal di rumah kontrak maupun sewa. 

Kondisi ini terutama terlihat di kawasan perkotaan dan wilayah dengan aktivitas ekonomi yang berkembang pesat.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 77,43 persen rumah tangga di Kalimantan Timur menempati rumah milik sendiri.

Sementara 10,55 persen lainnya tinggal di rumah kontrak atau sewa, sedangkan 12,02 persen berada dalam kategori lain seperti tinggal bersama keluarga, rumah dinas, maupun bentuk hunian nonkomersial lainnya.

Baca juga: 10 Provinsi dengan Kualitas SDM Tertinggi Berdasarkan IPM BPS, Ada Kaltim!

Perbedaan kondisi hunian terlihat cukup jelas antara wilayah kabupaten dan kota. Daerah perkotaan seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang mencatat persentase rumah tangga penyewa yang lebih tinggi dibandingkan kabupaten.

Fenomena tersebut berkaitan dengan tingginya mobilitas penduduk, banyaknya pekerja dari luar daerah, hingga harga properti yang relatif lebih mahal sehingga kebutuhan terhadap rumah sewa meningkat.

Sebaliknya, sejumlah wilayah kabupaten justru memperlihatkan dominasi kepemilikan rumah pribadi. Daerah seperti Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara, dan Paser memiliki persentase kepemilikan rumah yang jauh lebih tinggi. 

Mahakam Ulu mencatat angka kepemilikan rumah mencapai 94,10 persen—tertinggi di provinsi ini.

Sebaliknya, wilayah perkotaan seperti Samarinda dan Balikpapan menunjukkan angka kepemilikan rumah yang lebih rendah, masing-masing 66,77 persen dan 69,90 persen.

Hal ini sejalan dengan karakteristik kota besar yang memiliki mobilitas penduduk tinggi, termasuk pekerja pendatang yang lebih memilih menyewa rumah.

Fenomena ini juga dipengaruhi oleh harga properti yang relatif lebih tinggi di kota, sehingga tidak semua masyarakat mampu langsung memiliki rumah sendiri.

Akibatnya, kebutuhan akan hunian sewa menjadi lebih tinggi di wilayah perkotaan.

Secara umum, daerah dengan tingkat kepemilikan rumah tinggi biasanya berada di wilayah dengan kepadatan penduduk lebih rendah dan ikatan sosial yang kuat, seperti daerah pedesaan.

Sebaliknya, daerah dengan tingkat kontrak/sewa tinggi cenderung berada di pusat ekonomi, kawasan industri, atau kota besar.

Sebagai contoh, Kutai Barat mencatat 89,08 persen rumah tangga memiliki rumah sendiri, sementara yang menyewa hanya 5,44 persen.

Bandingkan dengan Samarinda yang memiliki angka kontrak/sewa mencapai 16,74 persen—tertinggi di seluruh wilayah Kaltim.

Perbedaan ini menunjukkan adanya ketimpangan kebutuhan hunian berdasarkan karakter wilayah, yang juga berkaitan dengan faktor ekonomi, urbanisasi, dan pertumbuhan penduduk.

5 Daerah dengan Persentase Kontrak/Sewa Tertinggi di Kaltim

Berdasarkan data distribusi persentase rumah tangga tahun 2025, berikut lima daerah di Kalimantan Timur dengan tingkat kontrak atau sewa rumah tertinggi:

1 .Samarinda – 16,74 persen

Kota Samarinda menempati posisi pertama sebagai daerah dengan persentase rumah tangga yang paling banyak mengontrak atau menyewa rumah.

Sebagai ibu kota provinsi, Samarinda menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi, sehingga menarik banyak pendatang.

2. Bontang – 15,93 persen

Kota industri ini berada di posisi kedua.

Tingginya aktivitas industri di Bontang membuat kebutuhan hunian sementara meningkat, terutama bagi pekerja dari luar daerah.

3. Balikpapan – 13,47 persen

Balikpapan dikenal sebagai kota jasa dan bisnis.

Tingginya mobilitas pekerja dan harga properti yang relatif mahal mendorong banyak warga memilih tinggal di rumah sewa.

4. Berau – 11,53 persen

Kabupaten Berau menjadi satu-satunya wilayah kabupaten dalam lima besar.

Tingginya angka sewa di daerah ini bisa dikaitkan dengan sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi lainnya.

5. Kutai Timur – 8,94 persen

Kutai Timur berada di posisi kelima dengan hampir 9 persen rumah tangga tinggal di rumah kontrak atau sewa, menunjukkan adanya kebutuhan hunian sementara di wilayah ini.

Daerah dengan Kepemilikan Rumah Tertinggi
 
Di sisi lain, terdapat daerah dengan tingkat kepemilikan rumah yang sangat tinggi.

Mahakam Ulu mencatat angka tertinggi dengan 94,10 persen rumah tangga memiliki rumah sendiri. 

Selain itu, Penajam Paser Utara dan Paser juga menunjukkan dominasi kepemilikan rumah masing-masing sebesar 87,15 persen dan 86,44 persen.

Kondisi ini menggambarkan bahwa di wilayah-wilayah tersebut, masyarakat cenderung menetap secara permanen dan memiliki hunian sendiri.

Perbedaan tingkat kepemilikan dan kontrak rumah di Kalimantan Timur tidak terlepas dari beberapa faktor utama.

Pertama adalah urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota yang meningkatkan permintaan hunian sementara.

Kedua adalah faktor ekonomi, termasuk harga rumah dan kemampuan daya beli masyarakat.

Selain itu, keberadaan sektor industri dan jasa juga berperan penting. Daerah dengan banyak perusahaan cenderung memiliki angka sewa lebih tinggi karena banyaknya tenaga kerja yang datang dari luar daerah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.