TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Sebanyak 22 mahasiswa dari berbagai fakultas bersaing pada Grand Final Pemilihan Duta Mahasiswa Kampus Islami Universitas Muslim Indonesia (UMI) 2026 di Aula Rapat Senat, Lantai 9 Menara UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Rabu (15/7/2026).
Para finalis merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing fakultas yang telah lolos melalui tahapan seleksi di tingkat fakultas.
Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makassar memiliki 14 fakultas yakni Fakultas Agama Islam; Ekonomi dan Bisnis; Fakultas Hukum; Fakultas Teknik; Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan; Pertanian & Bioremediasi Lahan Tambang; Teknologi Industri; Perikanan dan Ilmu Kelautan; Kedokteran; Kedokteran Gigi; Kesehatan Masyarakat; Farmasi; Ilmu Komputer, dan Pascasarjana.
Grand final dibuka Rektor UMI, Prof Dr H Hambali Thalib. Hadir pula para wakil rektor, dekan, Wakil Dekan IV Bidang Dakwah dan Kampus Islami, serta Kepala UPT Pengembangan Karakter dan Dakwah (PKD) UMI.
Dalam sambutannya, Prof Hambali mengatakan pemilihan duta mahasiswa tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga wadah untuk mengidentifikasi potensi mahasiswa di bidang akademik maupun nonakademik.
Menurutnya, peserta dinilai dari berbagai aspek, mulai kemampuan akademik, keterampilan, kemampuan berbahasa asing, hingga pemahaman terhadap nilai-nilai keislaman dan komitmen terhadap UMI.
"Penilaian tidak hanya pada akademik, tetapi juga keterampilan, kemampuan berbahasa, dan komitmen ke-UMI-an. Kombinasi itu menjadi modal untuk membawa nama baik UMI di tengah masyarakat," ujarnya.
Guru Besar Hukum Pidana UMI itu juga mengapresiasi seluruh finalis yang telah melalui proses seleksi.
Ia meminta para peserta memanfaatkan grand final untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
"Kalian adalah representasi mahasiswa terbaik dari masing-masing fakultas. Tunjukkan kapasitas terbaik dan buktikan layak menjadi Duta Mahasiswa Kampus Islami UMI," katanya.
Kepala UPT PKD UMI, Dr H Andi Darmawansyah, mengatakan pemilihan duta mahasiswa bertujuan membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa kepemimpinan, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki kepedulian sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ia berharap para peserta tidak memandang gelar duta mahasiswa sebagai simbol prestise semata, melainkan amanah untuk menjadi teladan dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.
"Gelar Duta Mahasiswa Kampus Islami UMI bukan sekadar penghargaan, tetapi tanggung jawab untuk menjadi teladan dan inspirasi bagi mahasiswa lainnya," ujarnya.
Pada grand final tersebut, seluruh finalis mempresentasikan gagasan atau inovasi di hadapan dewan juri.
Setelah pemaparan, para peserta mengikuti sesi tanya jawab yang dilakukan menggunakan bahasa Inggris sebagai salah satu indikator penilaian.
Dewan juri terdiri atas Wakil Rektor IV UMI Dr KH M Ishaq Shamad, Wakil Rektor V UMI Ir Hj Setyawati Yani, Kepala UPT PKD UMI Dr H Andi Darmawansyah, serta Kepala Humas, Protokoler, dan Kerja Sama UMI Dr Eng Irma Nur Afiah. (*)