SRIPOKU.COM - Aisyah Zakiyyah jadi buah bibir setelah diketahui menjabat Komisaris PT PP (Persero) Tbk, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) .
Ia dihubungkan dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang disinyalir adalah pamannya.
Pengangkatan tersebut menjadi sorotan karena dilakukan di tengah perhatian publik terhadap berbagai isu yang menyeret nama Menteri PU.
PT PP (Persero) Tbk sendiri merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang memiliki peran penting dalam pembangunan nasional.
Perusahaan ini bergerak di sektor konstruksi, properti, hingga investasi dengan berbagai proyek strategis di Indonesia.
Karena statusnya sebagai BUMN besar, setiap perubahan susunan direksi maupun komisaris kerap menjadi perhatian publik.
Kontroversi mengenai pengangkatan Aisyah Zakiyyah pun menambah panjang daftar isu yang belakangan dikaitkan dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.
Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perbincangan di ruang publik seiring munculnya beragam respons terhadap pengangkatan komisaris di lingkungan BUMN.
Penunjukan Aisyah sebagai komisaris telah dilakukan sejak Mei 2026 lalu.
Namun, narasi yang menyebut bahwa Dody mengangkat keponakannya tersebut tidak benar.
Penunjukan Komisaris PT PP dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang melibatkan Menteri BUMN serta pihak-pihak terkait.
Sementara itu, Aisyah pernah menjadi Tenaga Ahli Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Menteri Pekerjaan Umum.
Hubungan keluarga dengan Dody inilah yang kemudian disorot oleh publik.
Apalagi Menteri PU belakangan juga menuai polemik setelah beredar rencana anak dan istrinya ikut ke Amerika Serikat (AS) pakai APBN.
Kabar miring itu kemudian dibantah oleh Kementerian PU.
Profil Aisyah Zakiyyah
Berdasarkan informasi resmi perusahaan, berikut identitas singkat Aisyah Zakiyyah:
Riwayat Pendidikan
Aisyah menempuh pendidikan tinggi di Jepang dan Australia.
Ia meraih gelar Sarjana (Bachelor's Degree) bidang Applied Chemistry and Biochemistry dari Gunma University, Jepang, pada 2015.
Selanjutnya, ia menyelesaikan pendidikan Magister (Master's Degree) bidang International Communication di Macquarie University, Sydney, Australia, pada 2018.
Perjalanan Karier
Sebelum dipercaya menjadi Komisaris PT PP, Aisyah telah memiliki pengalaman di sektor pemerintahan maupun perusahaan swasta.
Kariernya antara lain meliputi:
2021: E-commerce and Marketing Manager di Lingble Ltd., Singapura.
2023–2024: Sales Division Team Leader di PT Toyota Tsusho Systems Indonesia.
2025–sekarang: Staf Ahli Menteri sekaligus Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum.
2026: Diangkat sebagai Komisaris PT PP (Persero) Tbk.
Jadi Sorotan karena Hubungan Keluarga
Penunjukan Aisyah sebagai Komisaris PT PP turut menjadi perhatian karena ia merupakan keponakan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.
Meski demikian, berdasarkan informasi resmi yang dipublikasikan PT PP melalui profil perusahaan di Bursa Efek Indonesia, Aisyah dinyatakan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Dewan Komisaris, Direksi, maupun pemegang saham perseroan.
Sejak resmi menjabat sebagai Komisaris PT PP pada 19 Mei 2026, Aisyah menjadi salah satu figur yang banyak disorot publik, baik karena latar belakang pendidikan dan pengalaman profesionalnya maupun hubungan keluarganya dengan Menteri Pekerjaan Umum.
Susno Duadji Bereaksi
Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji melontarkan kritik keras terkait kabar pengangkatan keponakan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, sebagai komisaris di salah satu perusahaan pelat merah.
Melalui akun X pribadinya pada Minggu (12/7/2026), Susno menyampaikan pandangannya mengenai isu yang tengah ramai diperbincangkan publik.
Ia menilai langkah tersebut mencoreng citra pemerintahan dan menyebut Menteri PU seharusnya tidak lagi dipertahankan di dalam kabinet.
Unggahan Susno juga disertai foto Dody Hanggodo bersama Aisyah Zakiyyah dengan narasi, "Menteri PU Angkat Keponakan Jadi Komisaris Pasca Isu Ajak Anak-Istri ke New York Pakai APBN".
Dalam unggahan yang sama, Susno menyampaikan kritik tajam terhadap Menteri PU melalui pernyataannya di media sosial.
"Menteri model begini mesti- sdh harus ditendang jauh dari Kabinet, ngotori negeri konoha rusak negara," tulis Susno.
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian warganet dan memicu beragam tanggapan mengenai dugaan praktik nepotisme di lingkungan BUMN.