463 Daftar Tunggu Calon Jemaah Haji Maros Sulsel Pendaftar Siap Berangkat Tahun 2027
Muh Hasim Arfah July 15, 2026 03:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Kuota haji reguler Kabupaten Maros untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 Masehi yakni 463 jemaah.

Jumlah tersebut berkurang 165 orang dibanding kuota tahun 2026 yang mencapai 628 jemaah.

Jemaah haji yang berangkat tahun 2027 merupakan mereka yang telah mendaftar sejak 2012 lalu

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail dalam kegiatan penerimaan jemaah haji 2026 sekaligus bimbingan bagi calon jemaah haji 2027 yang digelar di Masjid Agung Maros, Rabu (15/7/2026).

Masjid yang berada di Lanto Daeng Pasewang, Kecamatan Turikale, depan Gedung DPRD Maros.

Kegiatan tersebut dibuka Bupati Maros Chaidir Syam dan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin.

Baca juga: Calon Haji 2027 Diminta Segera Verifikasi Data, Tak Boleh Ditunda

Nampak, jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci mengenakan batik berwarna biru.

Sedangkan calon jemaah haji 2027 hadir dengan pakaian serba putih.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengatakan kuota haji Maros tahun depan memang mengalami penurunan.

Namun, jumlah tersebut belum bersifat final karena pemerintah masih menyusun penetapan kuota haji secara nasional.

“Masih ada kemungkinan bertambah,” katanya.

Ia menjelaskan pembagian kuota haji kini sepenuhnya mengacu pada jumlah waiting list atau daftar tunggu di masing-masing daerah.

Daerah yang memiliki daftar tunggu lebih panjang akan memperoleh alokasi kuota yang lebih besar.

“Siapa yang daftar tunggunya lebih banyak, maka kuotanya juga lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menuturkan, kuota haji Sulawesi Selatan secara keseluruhan tetap sebanyak 9.630 jemaah.

Hanya saja, distribusi kuota untuk kabupaten dan kota mengalami penyesuaian berdasarkan jumlah calon jemaah dalam daftar tunggu.

Selain kuota reguler, Kabupaten Maros juga mendapat alokasi 10 kuota khusus jemaah lanjut usia (lansia).

Ia menjelaskan kuota lansia merupakan program prioritas pemerintah yang dialokasikan sekitar lima persen dari total kuota haji.

“Tahun depan Maros mendapat kuota 463 dan 10 jemaah lansia. Kuota lansia tetap menjadi prioritas sebesar lima persen,” jelasnya.

Ikbal mengatakan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027 telah dimulai lebih awal.

Hal itu karena tahapan penyelenggaraan haji dari Pemerintah Arab Saudi kini berlangsung lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kami sudah meminta seluruh Kantor Kementerian Haji dan Umrah kabupaten/kota mempersiapkan jemaahnya. Dalam waktu dekat juga akan masuk proses pelunasan,” tuturnya.

Ia menambahkan penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara umum berjalan baik.

Namun, evaluasi tetap dilakukan, terutama terkait aspek kesehatan jemaah.

Sepanjang musim haji 2026, tercatat 25 jemaah asal Sulawesi Selatan meninggal dunia, meningkat dibanding musim haji sebelumnya yang sebanyak 22 orang.

“Evaluasi kami ke depan adalah memperketat istitaah kesehatan agar jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi syarat kesehatan,” katanya.

Ia mengimbau calon jemaah haji 2027 mulai mempersiapkan diri sejak dini dengan menjaga kondisi kesehatan, menyiapkan biaya pelunasan, serta memperkuat niat untuk beribadah.

“Ibadah haji adalah ibadah fisik. Karena itu jaga kesehatan mulai sekarang, siapkan dana pelunasan ketika waktunya tiba, dan perbaiki niat sejak dini,” ujarnya.

Terkait usulan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027, Ikbal menegaskan besaran biaya yang beredar saat ini masih berupa usulan dan belum menjadi keputusan pemerintah karena masih akan dibahas bersama DPR RI.

Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam mengucapkan selamat datang kepada seluruh jemaah haji asal Maros yang telah kembali ke Tanah Air.

Ia berharap para jemaah memperoleh predikat haji mabrur dan mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Alhamdulillah, kami bersyukur jemaah haji Kabupaten Maros telah kembali dengan selamat. Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan membawa nilai-nilai kebaikan di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” katanya.

Terkait berkurangnya kuota haji Maros pada 2027, Chaidir berharap pemerintah masih menambah alokasi setelah kuota nasional ditetapkan.

“Namun apa pun keputusan pemerintah nantinya, kami mengajak seluruh calon jemaah untuk terus mempersiapkan diri, menjaga kesehatan, memperdalam manasik, dan bersabar menunggu jadwal keberangkatan,” ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin, mengungkapkan dari 628 jemaah haji Maros yang diberangkatkan pada musim haji 2026, sebanyak 626 orang telah kembali ke daerah.

“Dari jumlah itu, 408 laki-laki dan 218 perempuan. Dua jemaah meninggal dunia di Makkah setelah pelaksanaan wukuf,” katanya.

Ia menambahkan, 10 kuota lansia Maros tahun depan diisi jemaah dengan rentang usia 84 hingga 91 tahun.

Untuk meningkatkan kesiapan calon jemaah, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros akan menambah porsi bimbingan manasik.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, manasik haji 2027 akan dilaksanakan 40 kali pertemuan, terdiri atas 20 kali secara daring melalui Zoom dan 20 kali tatap muka di Masjid Agung Maros maupun Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT).

“Jika pekan ini dilaksanakan secara tatap muka, maka pekan berikutnya dilakukan secara daring. Pola ini agar jemaah tidak merasa kelelahan karena harus hadir setiap minggu,” katanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.