Hingga Juli 2026, 12 Warga Banyuasin Terdeteksi Positif HIV/AIDS
Yandi Triansyah July 15, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -  Data yang masuk ke Dinas Kesehatan Banyuasin, sudah ada 12 orang yang terdeteksi mengidap HIV AIDS di Kabupaten Banyuasin.

Menurut Kabid P2P Dinkes Banyuasin Eni menuturkan, data ini baru yang melapor ke Dinkes Banyuasin.

Dari warga yang mengidap HIV AIDS ini, terus menjalani pengobatan secara intensif secara berskala di  puskesmas atau rumah sakit. 

"Di Juli tahun 2026 ini, terdata ada 12 orang yang positif HIV AIDS. Sedangkan untuk tahun 2025 ada 36  orang. Mereka yang terkena ini terus diminta untuk kontrol dan menjalani pengobatan,"  jelasanya, Rabu (15/7/2026).

Dinkes Banyuasin sendiri, terus melakukan upaya untuk pencegahan HIV AIDS di wilayah Kabupaten Banyuasin, selain melakukan sosialisasi terhadap masyarakat, juga pengobatan terhadap  orang yang telah tertular.

Salah satunya, dengan Sinergi dan Komitmen Multi-Sektor dalam akselerasi eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kabupaten Banyuasin Tahun 2026.

Sinergi dan komitmen bersama antar pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kabupaten Banyuasin.

Karena upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular, tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata.

Diperlukan keterlibatan aktif seluruh piha baik pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, maupun unsur terkait lainnya agar pencegahan penyakit menular bisa dilakukan.

“Persoalan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria membutuhkan kerja bersama. Sinergi dan komitmen lintas sektor menjadi kunci agar program yang telah direncanakan dapat berjalan secara efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pentingnya penerapan pola hidup sehat, sebagai salah satu langkah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Peran seluruh pihak untuk terus memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat, agar perilaku hidup sehat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari juga harus terus digaungkan.

"Untuk Malaria di Banyuasin, alhamdulillah sudah tidak ada lagi sejak 2014. Agar penyakit menular ini tidak menular ke orang lain seperti HIV AIDS, adanya kesadaran masyarakat. Bila  merasa tertular, bisa langsung melapor ke puskemas atau Dinas Kesehatan, sehingga bisa dilakukan pengobatan berkala. Identitas juga kami jamin akan dirahasiakan," pungkasnya.
 
 
 
 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.