Arti Ya Ayyuhalladzina Amanu Qu Anfusakum Wa Ahlikum Nara, QS At-Tahrim: 6, Kewajiban Ortu pada Anak
Lisma Noviani July 15, 2026 06:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM – Kalimat Ya Ayyuhalladzina Amanu Qu Anfusakum Wa Ahlikum Nara, adalah kutipan firman Allah dalam Al Quran tepatnya Surat At-Tahrim ayat 6.

Ayat ini merupakan salah satu dalil utama dalam Islam yang menjelaskan besarnya tanggung jawab orang tua kepada anak dalam Islam. 

Ayat ini menegaskan bahwa setiap orang beriman memiliki kewajiban menjaga dirinya serta anggota keluarganya dari siksa api neraka.

Kewajiban tersebut tidak hanya diwujudkan dengan memenuhi kebutuhan makan, pakaian, dan tempat tinggal, tetapi juga melalui pendidikan agama, pembentukan akhlak mulia, serta membimbing anak agar taat kepada Allah SWT.

Surat At-Tahrim Ayat 6 dan Artinya

Tulisan Arab

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Latin

Yā ayyuhalladzīna āmanū qū anfusakum wa ahlīkum nārā, waqūduhan-nāsu wal-ḥijārah, 'alaihã malāikatun ghilāẓun syidādun lā ya'ṣūnallāha mā amarahum wa yaf'alūna mā yumarūn.

Arti

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim: 6)

Makna Surat At-Tahrim Ayat 6

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa "menjaga keluarga dari api neraka" berarti mengajarkan tauhid, ibadah, adab, akhlak, serta membiasakan anggota keluarga menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Dikutip dari laman nu.or.id, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu menafsirkan ayat ini dengan makna:

"Didiklah mereka dan ajarkanlah adab kepada mereka."

Dengan demikian, orang tua memiliki amanah besar untuk menjadi pendidik pertama bagi anak-anaknya.

Kewajiban Orang Tua Menurut Islam

Berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah, beberapa kewajiban utama orang tua terhadap anak antara lain:

Menanamkan akidah dan tauhid sejak dini.
Mengajarkan shalat dan ibadah lainnya.
Memberikan pendidikan akhlak yang baik.
Memberikan nafkah yang halal.
Menjadi teladan dalam perkataan maupun perbuatan.
Mendoakan anak agar menjadi pribadi saleh dan bertakwa.

Berikut Ayat Al-Qur'an Lainnya tentang Kewajiban Orangtua terhadap Anak


1. Surat Luqman Ayat 13

Arab

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Arti

"Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang sangat besar."

Ayat ini menunjukkan bahwa pendidikan pertama yang harus diberikan orang tua adalah mengenalkan tauhid.

2. Surat Luqman Ayat 17

Arab

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ

Arti

"Wahai anakku! Dirikanlah shalat, suruhlah berbuat yang makruf, cegahlah dari yang mungkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu."

Ayat ini menggambarkan bagaimana orang tua membimbing anak dalam ibadah dan akhlak.

3. Surat Thaha Ayat 132

Arab

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

Arti

"Perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya."

Ayat ini menegaskan bahwa membiasakan keluarga menjalankan shalat merupakan tanggung jawab kepala keluarga.

Hadits-Hadits tentang Tanggung Jawab Orang Tua

1. Setiap Pemimpin Akan Dimintai Pertanggungjawaban

Rasulullah SAW bersabda:

"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."
(HR. Bukhari No. 7138 dan Muslim No. 1829).

Hadits ini menjelaskan bahwa ayah dan ibu sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan anak.

2. Perintahkan Anak Shalat

Rasulullah SAW bersabda:

"Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan berilah tindakan disiplin apabila meninggalkannya pada usia sepuluh tahun serta pisahkan tempat tidur mereka."
(HR. Abu Dawud No. 495; dinilai hasan oleh banyak ulama).

Hadits ini menunjukkan pentingnya pembiasaan ibadah sejak usia dini.

3. Setiap Anak Lahir dalam Keadaan Fitrah

Rasulullah SAW bersabda:

"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi."
(HR. Bukhari No. 1358 dan Muslim No. 2658).

Hadits ini menunjukkan besarnya pengaruh pendidikan orang tua terhadap masa depan anak.

4. Anak Saleh Menjadi Amal Jariyah

Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya."
(HR. Muslim No. 1631).

Hadits ini menjadi motivasi bagi setiap orang tua untuk mendidik anak agar menjadi pribadi yang saleh.

Hikmah Surat At-Tahrim Ayat 6

Dari ayat dan hadits di atas, terdapat beberapa pelajaran penting:

  • Orang tua bertanggung jawab terhadap pendidikan agama anak.
  • Pendidikan akhlak dimulai dari lingkungan keluarga.
  •  Keteladanan orang tua menjadi metode pendidikan yang paling efektif.
  •  Mengajarkan shalat, Al-Qur'an, dan adab merupakan bagian dari menjaga keluarga dari api neraka.
  •  Anak yang saleh akan menjadi investasi akhirat bagi kedua orang tuanya.

 

Surat At-Tahrim ayat 6 menjadi pengingat bahwa keberhasilan orang tua tidak hanya diukur dari keberhasilan duniawi anak, tetapi juga dari bagaimana mereka membimbing putra-putrinya agar beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Dengan menanamkan tauhid, membiasakan ibadah, memberi teladan yang baik, serta senantiasa mendoakan anak, orang tua telah menjalankan amanah besar yang diperintahkan Allah SWT dalam Al-Qur'an.

Demikian penjelasan tentang ati Ya Ayyuhalladzina Amanu Qu Anfusakum Wa Ahlikum Nara QS At-Tahrim: 6, Kewajiban Ortu pada Anak. (lis/berbagai sumber)

Baca juga: Merawat Anak sebagai Nikmat dan Amanah dari Allah, Begini Tuntunan Al Quran dan Hadis bagi Orang Tua

Baca juga: Amalan Doa Awal Bulan Safar 1448 Hijriah, Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan Indonesia

Baca juga: Nation Branding: Sepak Bola Sebagai Pilar Popularitas Suatu Negara

Baca juga: International Moon Day 2026, Mengenang Sejarah Orang Pertama Mendarat di Bulan dan Misi Selanjutnya

Baca juga: Sejarah Hari Ular Sedunia 16 Juli, Mengapa Harus Dilestarikan Meski Kadang Mengancam Manusia

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.