SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pemotor Honda PCX Eksibisionis yang terekam CCTV berulah di depan pagar rumah kawasan Jalan Petemon V, Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur yang sempat viral ternyata sudah meminta maaf pada keluarga korban.
Pria pelaku eksibisionis itu mendatangi korban, RL (34), untuk meminta maaf secara langsung pada sore hari , di hari yang sama saat ia berulah, pada Senin (13/7/2026).
Semula pihak keluarga korban berencana melaporkan aksi eksibisionisme yang terjadi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB itu ke kantor polisi.
Namun, rencana itu urung dilakukan setelah pelaku datang langsung dengan itikad baik untuk mengakui kesalahannya.
Baca juga: Tampang Pria Pelaku Eksibisionis Terekam CCTV Mengganggu Warga Petemon, jadi Buron Polisi
Ayah korban, AS (72), mengungkap bagaimana pelaku datang ke rumahnya untuk meminta maaf.
"Si pelaku datang lagi jam 4-5, sendirian, dia minta maaf, saya kasih maaf. Kamu saya maafkan, kamu meminta maaf ke diri kamu sendiri, jangan sampai mengulangi lagi. Kalau saya pribadi dan anak saya, sudah clear," ujar ayah korban, AS (72), saat ditemui SURYA.CO.ID di bengkelnya, Rabu (15/7/2026).
Dalam pertemuan itu AS meminta kartu identitas resmi pelaku.
"Saya cuma minta KTP ternyata dia gak bawa. Dia kasih SIM, saya pegang dulu, saya tunggu 4 hari, untuk datang ke tempat saya lagi kalau bisa menunjukkan KTP dan KK, SIM saya kembalikan," kata AS.
"Bahkan saat diajak ke tempat warga, diperiksa RT dan orang-orang, dia ngaku pasrah; kalau mau dipukuli silahkan, katanya gitu. Tapi kami ya suda clear, karena menerima itikad baiknya minta maaf langsung," tambah AS.
Bilamana pelaku datang dan bisa menunjukkan beberapa dokumen yang diminta, AS bakal meminta pelaku menandatangani sebuah surat pernyataan bermaterai sebagai komitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Baca juga: Pria Diduga Eksibisionis di Udanawu Diamankan Polisi Blitar, Kerap Ganggu Pelajar Perempuan
Mengenai kronologi kejadiannya, ayahanda korban, AS menceritakan, sang anak bungsu kala itu memang baru saja membeli sarapan. Lalu bergegas masuk ke dalam rumah.
Ternyata, pelaku sudah membuntuti dari belakang.
Namun, tatkala sang anak sudah masuk ke dalam rumah, pelaku melakukan perbuatan kelainan seksual itu.
"Anak saya datang, langsung masuk pagar, kunci pintu. Pelaku datang putar balik, lalu berhenti depan rumah melakukan itu. Jadi anak saya enggak tahu secara langsung. Atau sampai bikin trauma. Karena sudah ada di dalam rumah," pungkas AS.
Kanitreskrim Polsek Sawahan Polrestabes Surabaya AKP Agus Tri Subagjo mengatakan, korban belum melaporkan kasus tersebut ke markasnya.
"Gak ada laporan. Tapi kami sudah menindaklanjuti mengecek ke alamat sesuai (nopol) motor. Ternyata sudah pindah," ujar Kanitreskrim Polsek Sawahan Polrestabes Surabaya AKP Agus Tri Subagjo.